AJARAN KRISTEN SEBAGAI PENUNTUN HIDUP

ajaran kristen tentang banyak hal

Yesus berkata: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku."

Rabu, 10 Oktober 2012

Renungan Harian : Berkat

Bacaan : Ayub 42:12a
“TUHAN memberkati Ayub dalam hidupnya yang selanjutnya lebih dari pada dalam hidupnya yang dahulu;…”

Ada seseorang yang menemui saya dan menceritakan niatnya untuk masuk agama Kristen. Ia mengatakan: “Hidup saya sangat susah, Pak. Saya lihat orang Kristen itu kaya-kaya, makanya saya mau masuk Kristen.” Lalu saya bertanya kepadanya, “Tapi nanti kalau kamu masuk Kristen, terus hidupmu malah bertambah sengsara, usahamu bangkrut, kamu akan bagaimana?” Tampaknya, ia agak terkejut mendengar pertanyaan saya, mungkin ia tidak menyangka saya akan bertanya seperti itu.

Dalam penderitaannya, Ayub berani berdebat dengan Allah. Bahkan hamper keseluruhan kitab Ayub sebenarnya berisikan pembelaan Ayub yang ditujukan kepada Allah, mengapa semua peristiwa-peristiwa buruk itu terjadi dalam hidupnya. Meski demikian, pada akhirnya, Ayub harus menerima keterbatasan-keterbatasannya. Tuhan menjawab pertanyaan dan keluh kesah Ayub, tetapi tidak semua pertanyaan dan keluh kesah itu terjawab. Ada hal-hal yang tetap tinggal menjadi misteri. Tetapi jawaban Tuhan telah mengubah sikap Ayub. Ia mencabut perkataannya dan menyesali diri (42:6). Tuhan kemudian memulihkan keadaan Ayub dan memberkatinya lebih dari sebelumnya.

Tentu Saudara juga mendambakan berkat-berkat dari Tuhan. Ada orang yang berpandangan: kalau ada keluarga Kristen yang selalu menderita, pastilah bukan keluarga Kristen yang diberkati. Namun dari kisah hidup Ayub, kita belajar bahwa penderitaan bukanlah pertanda bahwa hidup kita tidak diberkati. Namun juga sebaliknya, kesuksesan hidup bukanlah pertanda bahwa kita sudah diberkati. Yang terpenting ialah bahwa dalam pengalaman suka maupun duka, dengan penuh kesabaran kita tetap mengarahkan hidup kita kepada Tuhan. 

 TUHAN MEMBERKATI

 Penderitaan tidak selamanya berdiam dalam hidup kita, semua itu hanyalah pembentukan dan pembelajaran agar kita lebih kuat dalam hidup dan lebih peka terhadap orang-orang yang susah dan menderita, seperti yang kita alami sebelumnya.
(Samuel Sadusi).
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar