AJARAN KRISTEN SEBAGAI PENUNTUN HIDUP

ajaran kristen tentang banyak hal

Yesus berkata: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku."

Minggu, 29 Juni 2014

Kesaksian Dr. Lie Dharmawan: Jangkau Orang Miskin Dengan Rumah Sakit Apung

Dr Lie Dharmawan adalah sosok dibalik kehadiran Floating Hospital atau rumah sakit apung swasta pertama yang melayani para pasien yang tidak terjangkau di pulau-pulau kecil di Indonesia. Sejak pertama kali diresmikan pada 6 Juni 2013 lalu, rumah sakit ini telah melayani lebih dari 1000 pasien di berbagai pulau di Indonesia.

Rumah sakit apung ini menjadi sebuah kapal yang difungsikan sebagai rumah sakit berjalan. Bersama dr Lie, pelayanan kesehatan di atas kapal ini terus berjalan dengan baik. Mereka bahkan bergerak secara langsung melayani masyarakat tanpa memungut bayaran apapun dari masyarakat yang tidak mampu.

Siapa sangka, dibalik pelayanan rumah sakit apung inilah dr Lie  memberikan hidupnya untuk dipakai melayani sesama. Ia pun memutuskan  untuk meninggalkan kenyamanan hidup dan jabatannya sebagai kepala ruang bedah di salah satu rumah sakit di Jakarta. Ia mengaku diilhami oleh kesulitan hidup yang dialaminya dan keluarga. Kehidupan yang serba terbatas tanpa seorang ayah, menumbuhkan tekat dalam diri dr Lie untuk melayani orang-orang yang tidak mampu. "Bohong kalau ada orang mengatakan saya mencintaiMu Tuhan tapi tidak bisa melihat penderitaan orang-orang kecil," terang Lie.

Profesinya sebagai dokter menjadi satu dari banyak karunia yang telah dianugerahkan Tuhan dalam hidupnya. "Tuhan memainkan peranan yang sangat besar bagi saya. Saya sudah banyak mengalami kasih Tuhan. Sebagai anak yang tidak punya ayah, saya sudah berdoa bertahun-tahun setiap pagi ke gereja, saya ingin menjadi seorang dokter yang sekolah di Jerman dan Tuhan mengabulkan itu," ujar dr. Lie.

Sejak memutuskan untuk keluar dari Rumah Sakit, Dr Lie mengambil langkah untuk melayani setiap orang yang tidak mampu di berbagai kepulauan yang tidak dapat dijangkau oleh pemerintah. Ia menilai bahwa melayani sesama serupa dengan melayani Tuhan. Melalui dr Lie, Indonesia memiliki rumah sakit apung pertama yang telah banyak menolong orang-orang yang tidak mampu. Tindakan dr Lie menggenapi firman Tuhan dalam Yohannes 4: 20 bahwa, "Jikalau seorang berkata: "Aku mengasihi Allah", dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barang siapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya".

Sumber:http://www.jawaban.com/index.php/spiritual/detail/id/9/news/140330222114/limit/0/Dr-Lie-Dharmawan-Jangkau-Orang-Miskin-Dengan-Rumah-Sakit-Apung.html
READ MORE - Kesaksian Dr. Lie Dharmawan: Jangkau Orang Miskin Dengan Rumah Sakit Apung

Minggu, 22 Juni 2014

Humor: Gigi Terakhir

Di dalam pelajaran Biologi, seorang guru SMU bertanya kepada murid-muridnya.
"Gigi yang kita peroleh paling akhir dinamakan gigi apa, anak-anak?" tanya sang guru.
Seorang murid menjawab dengan lantang, "Gigi palsu!"


"Buanglah kebodohan, maka kamu akan hidup, dan ikutilah jalan pengertian." 
(Amsal 9:6)

[Sumber diambil dan disunting dari: Manna sorgawi, Oktober 2007]
READ MORE - Humor: Gigi Terakhir

Cerita Inspiratif: Kisah Burung Rajawali

Tahukah Anda bahwa burung rajawali adalah burung yang paling panjang usianya?
 
Seekor burung rajawali bisa mencapai umur hingga 70 tahun. Tapi untuk mencapai umur tersebut adalah sebuah pilihan bagi seekor rajawali, apakah dia ingin hidup sampai 70 tahun atau hanya sampai 40 tahun.

Ketika burung rajawali mencapai umur 40 tahun, maka untuk dapat hidup lebih panjang 30 tahun lagi, dia harus melewati transformasi tubuh yang sangat menyakitkan. Dan pada saat inilah seekor rajawali harus menentukan pilihan untuk melewati transformasi yang menyakitkan itu atau melewati sisa hidup yang tidak menyakitkan namun singkat menuju kematian.

Pada umur 40 tahun paruh rajawali sudah sangat bengkok dan panjang hingga mencapai lehernya sehingga ia akan kesulitan memakan. Dan cakar-cakarnya juga sudah tidak tajam. Selain itu bulu pada sayapnya sudah sangat tebal sehingga ia sulit untuk dapat terbang tinggi.

Bila seekor rajawali memutuskan untuk melewati transformasi tubuh yang menyakitkan tersebut, maka ia harus terbang mencari pegunungan yang tinggi kemudian membangun sarang di puncak gunung tersebut. Kemudian dia akan mematuk-matuk paruhnya pada bebatuan di gunung sehingga paruhnya lepas. Setelah beberapa lama paruh baru nya akan muncul, dan dengan menggunakan paruhnya yang baru itu ia akan mencabut kukunya satu persatu-satu dan menunggu hingga tumbuh kuku baru yang lebih tajam. Dan ketika kuku-kuku itu telah tumbuh ia akan mencabut bulu sayap nya hingga rontok semua dan menunggu bulu-bulu baru tumbuh pada sayapnya. Dan ketika semua itu sudah dilewati rajawali itu dapat terbang kembali dan menjalani kehidupan normalnya. Begitulah transformasi menyakitkan yang harus dilewati oleh seekor rajawali selama kurang lebih setengah tahun.

Burung rajawali ini ibarat kita sebagai manusia. Ketika sebuah masalah datang dalam kehidupan kita dan kita dihadapkan pada pilihan-pilihan yang harus diambil, dan sering dari pilihan yang kita ambil tersebut kita harus melewati suatu transformasi kehidupan yang menyakitkan bagi jiwa dan tubuh kita. Namun ditengah kesulitan tersebut kita harus ingat ada Tuhan yang menyertai kita, ada masa depan yang Tuhan sediakan untuk kita diakhir perjuangan kita, suatu kehidupan 30 tahun lebih panjang, suatu kehidupan yang lebih baik, suatu pemulihan hubungan, suatu kesembuhan, suatu sukacita ....., suatu yang saudara impikan selama ini.
 
Sumber: http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2012/10/kisah-burung-rajawali.html
READ MORE - Cerita Inspiratif: Kisah Burung Rajawali