AJARAN KRISTEN SEBAGAI PENUNTUN HIDUP

ajaran kristen tentang banyak hal

Yesus berkata: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku."

Selasa, 19 Mei 2015

Cerita Inspiratif: Doa Seorang Anak

Suatu kali seorang anak sedang mengikuti sebuah lomba mobil balap mainan. Hari itu suasana sungguh meriah karena itu adalah babak final dan hanya 5 orang yang masih bertahan, termasuk Sammy. Sebelum pertandingan dimulai Sammy menundukkan kepala, melipat tangan dan berkomat kamit memanjatkan doa. Pertandingan dimulai, ternyata mobil balap yang pertama kali mencapai garis finish. Tentu Sammy girang sekali menjadi juara.

Saat pembagian hadiah, ketua panitia bertanya, “Hai jagoan, kamu pasti tadi berdoa kepada Tuhan agar kamu menang bukan?” Sammy menjawab, “Bukan pak, rasanya tidak adil meminta pada Tuhan untuk menolong mengalahkan orang lain. Aku hanya minta pada Tuhan, supaya aku tidak menangis kalau aku kalah.” Semua hadirin terdiam mendengar itu.

Setelah beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk tangan yang memenuhi ruangan.

Permohonan Sammy ini merupakan doa yang luar biasa. Dia tidak meminta Tuhan mengabulkan semua harapannya, namun ia berdoa agar diberikan kekuatan untuk menghadapi apapun yang terjadi dengan batin yang teguh.

Seringkali kita berdoa pada Tuhan untuk mengabulkan setiap permintaan kita. Kita ingin Tuhan menjadikan kita nomor satu, menjadikan yang terbaik dalam setiap kesempatan. Kita meminta agar Tuhan menghalau setiap halangan dan cobaan yang ada di depan mata. Tidak salah memang, namun bukankah semestinya yang kita butuhkan adalah bimbingan-Nya dan rencana-Nya yang paling sempurna dalam hidup kita?

Seharusnya kita berdoa minta kekuatan untuk bisa menerima kehendak Tuhan yang sempurna sebagai yang terbaik dalam hidup kita

 Sumber: http://boasfabian.blogspot.com/2012/09/doa-seorang-anak.html
READ MORE - Cerita Inspiratif: Doa Seorang Anak

Minggu, 10 Mei 2015

Renungan Harian: Bebas dari Rasa Kuatir

Bacaan: I Petrus 5:6-10
“Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.” 
I Petrus 5:8
*courtesy of PelitaHidup.com
Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa ayat Alkitab yang behubungan dengan kekuatiran menyebutkan Iblis seperti seekor singa yang berjalan berkeliling sambil mengaum-aum? Kekuatiran dapat terasa seperti sebuah serangan – diri kita terpecah-pecah oleh rasa takut, keputusasaan dan rasa tidak berdaya. Kekuatiran adalah sebuah perasaan yang sangat menyiksa dan melalui ayat di atas kita diingatkan bahwa Iblis sangat mumpuni dalam memanfaatkan titik lemah kita tersebut.
Tetapi, kita tidak perlu hidup dalam kekuatiran karena Allah telah mengatupkan mulut-mulut singa yang mencoba mengancam mereka yang percaya kepadaNya.
“Allahku telah mengutus malaikat-Nya untuk mengatupkan mulut singa-singa itu, sehingga mereka tidak mengapa-apakan aku, karena ternyata aku tak bersalah di hadapan-Nya; tetapi juga terhadap tuanku, ya raja, aku tidak melakukan kejahatan.” Daniel 6:22

Dalam bacaan di atas, Petrus menjelaskan bagaimana caranya agar kita terbebas dari cengkeraman rasa kuatir, yaitu:

1.Rendahkan Dirimu di Hadapan Tuhan
Hal pertama yang harus kita lakukan adalah merendahkan diri kita di hadapan Allah. Hal yang menyebabkan kita menjadi kuatir adalah karena adanya rasa tidak berdaya terhadap keadaan yang sedang menimpa kita, jadi tanggapan terbaik yang dapat kita lakukan agar terbebas dari rasa kuatir adalah dengan berserah kepada Tuhan yaitu menyerahkan segala sesuatunya kepadaNya dengan pernuh kepercayaan bahwa Allah memiliki segala kuasa untuk mengatur hidup kita. Hal lain yang dapat membangkitkan rasa percaya kita adalah mengerti bahwa Allah senantiasa turut bekerja dalam setiap keadaan yang kita alami untuk kebaikan kita dan untuk kemuliaan namaNya.
“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” Roma 8:28

2. Serahkan Kuatirmu Kepada Tuhan
Kita harus ingat bahwa doa merupakan deklarasi ketergantungan kita kepada Allah. Ketika kita merendahkan diri kita di hadapanNya, kita berlutut di hadapan Allah yang Maha Kuasa. Dan karena tidak ada apapun yang dapat menandingi kuasaNya, langkah kedua yang harus kita lakukan adalah menyerahkan kekuatiran kita kepadaNya. Cara termudah yang dapat kita lakukan adalah dengan melatih diri kita untuk mengungkapkan semua masalah, keadaan, rasa kuatir dan apapun yang kita rasakan kepadaNya karena Ia yang akan menyelesaikan semuanya bagi kita. Allah memiliki kewajiban untuk memenuhi semua keperluan mereka yang percaya kepadaNya; tugas dan prioritas utama kita adalah mentaati setiap kehendakNya dan hidup dalam kebenaranNya.
*courtesy of PelitaHidup.com
“Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” Matius 6:31-33

3. Lawan si Iblis dengan Iman Yang Teguh
Hal terakhir yang harus kita lakukan agar terbebas dari rasa kuatir adalah dengan melawan si Iblis dengan iman yang teguh. Dengan kata lain, jangan pernah mengambil kembali rasa kuatir yang sudah kita serahkan kepada Tuhan yang akan membuat kita merasa kuatir lagi. Ketika Iblis menciptakan cara untuk membuat kita berada dalam cengkeraman rasa kuatir, tolak dan lawan setiap kebohongan yang ia ciptakan dan percaya bahwa Allah adalah sumber kekuatan kita yang mengatur semuanya dan pasti akan menyelesaikan segala sesuatunya bagi kita.

Sumber: http://www.pelitahidup.com/2015/05/11/bebas-dari-rasa-kuatir/#.VVAd-PCP8Zc
READ MORE - Renungan Harian: Bebas dari Rasa Kuatir

Selasa, 05 Mei 2015

Kesaksian: Pandita Ramabai Mukti Mission

Berikut ini adalah sekilas cerita tentang Pandita Ramabai -- seorang wanita yang menjadi pendiri Pandita Ramabai Mukti Mission di India.

Pandita Ramabai mulai mempelajari bahwa Yesus adalah jawaban yang dibutuhkan oleh para wanita India. Tahun 1882, Ramabai mendirikan Arya Mahila Samaj yang memberikan pendidikan bagi kaum wanita di India. Keberadaan organisasi tersebut menuntun Ramabai untuk mendirikan Sharada Sadan pada tahun 1889 -- sebuah sekolah yang akhirnya berkembang menjadi sebuah organisasi besar. Saat ini organisasi tersebut dikenal dengan nama Pandita Ramabai Mukti Mission. Pandita Ramabai menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Marathi dengan menggunakan Alkitab bahasa Yunani dan Ibrani sebagai acuannya. 

Tahun 1896, saat terjadi bencana kelaparan yang hebat di India, Ramabai mengunjungi desa-desa di wilayah Maharashtra dengan mengendarai kereta yang ditarik sapi. Wanita ini menyelamatkan ribuan anak dari kasta yang terabaikan, para janda, yatim piatu, dan para wanita miskin. Ramabai membawa mereka ke tempat penampungan Mukti dan Sharada Sadan. Segera sesudah peristiwa itu, Ramabai mendirikan Pandita Ramabai Mukti Mission -- sebuah tempat dimana sampai saat ini masih melayani dengan baik para wanita yang membutuhkan dan berasal dari kasta rendah. Masih dengan misi yang sama, pada tahun 1904, Pandita Ramabai bekerjasama dengan beberapa wanita mulai mendoakan secara teratur daftar orang-orang yang rindu memiliki pengalaman bersama Yesus. Roh Kudus pun tercurah sehingga banyak orang yang didoakan bersedia mengakui dosa mereka dan bertobat. 

Pelayanan yang dilakukan oleh Pandita Ramabai Mukti Mission terus berlanjut sampai saat ini sebagai penghormatan atas keberanian dan kegigihannya. Organisasi Pandita Ramabai Mukti Mission saat ini bergerak dalam hal pelayanan bagi anak-anak cacat, pendidikan sekolah, pelayanan kesehatan, rumah bagi mereka yang terabaikan, dan juga gereja. Naikkan syukur kepada Tuhan atas pelayanan dan pekerjaan yang dilakukan oleh Pandita Ramabai yang meninggal dunia di tahun 1922. Berdoa juga agar banyak wanita di India yang mengikuti jejak pelayanannya di abad ke-21 ini. 

Sumber: Global Prayer Digest, May 3, 2002
READ MORE - Kesaksian: Pandita Ramabai Mukti Mission

Senin, 27 April 2015

Humor: Yunus

Ada seorang wanita Kristen yang harus melakukan banyak perjalanan dengan pesawat terbang untuk pekerjaannya. Naik pesawat terbang membuatnya sangat gugup sehingga ia selalu membawa Alkitab untuk dibaca untuk membuatnya rileks dalam perjalanan. Suatu kali, ia duduk di samping seorang pria ateis. Ketika sang wanita menarik keluar Alkitab dari dalam tasnya, pria tersebut tertawa kecil dan mencibir.

Pria: Kamu benar-benar percaya pada hal-hal yang tertulis di situ?
Wanita: Tentu saja aku percaya, ini 'kan Alkitab.
Pria: Ok, Anda tahu tentang orang yang ditelan oleh ikan besar itu?
Wanita: Oh, Yunus. Saya tahu itu, cerita itu tercatat dalam Alkitab.
Pria: Nah, menurut Anda, bagaimana cara dia dapat bertahan di dalam tubuh ikan besar waktu itu?
Wanita: Saya tidak tahu cara dia bertahan di dalam perut ikan. Nanti, saat saya di surga akan saya tanyakan.
Pria: Bagaimana kalau dia tidak di surga?
Wanita: Ya berarti Anda malah bisa langsung menanyakannya saat di neraka nanti.


Hai umat-Ku, kamulah saksi-saksi-Ku, kamu Kupilih menjadi hamba-hamba-Ku, supaya mengenal Aku dan percaya kepada-Ku, dan mengerti bahwa Akulah Allah. Aku Allah Yang Mahaesa, tak ada lainnya sebelum dan sesudah Aku. (Yesaya 43:10, BIS)
READ MORE - Humor: Yunus

Minggu, 08 Maret 2015

Cerita Inspiratif: Kisah Ikan Kecil

Pada suatu hari, seorang ayah mengajak anaknya duduk-duduk di tepi sebuah sungai.Berkatalah sang Ayah, “Lihatlah sungai itu, tahukah kau nak kalo air itu begitu penting bagi kehidupan ini, tanpa air kita semua akan mati. Pada saat yang bersamaan, seekor ikan kecil mendengarkan percakapan ayah dan anak tersebut. Ia mendadak menjadi sangat gelisah dan ingin tahu apakah air itu, kenapa orang tadi mengatakan air sangat penting dalam kehidupan ini. Seberapa pentingnyakah air itu? 

Lalu ikan kecil itu berenang dari hulu sampai ke hilir sungai sambil bertanya kepada setiap ikan yang ditemuinya, “Hai, tahukah kamu apa itu air dan dimanakah aku dapat menemukannya? Aku telah mendengar percakapan manusia bahwa tanpa air kehidupan akan mati.” Ternyata semua ikan yang ia temui tidak mengetahui di mana air itu. Si ikan kecil itu pun menjadi semakin gelisah.  

Lalu ia berenang menuju sebuah mata air untuk bertemu dengan seekor ikan sepuh yang sudah berpengalaman, kepada ikan sepuh itu, Ia menanyakan hal serupa, “Katakanlah, dimana air itu? Agar aku tidak lagi gelisah dan mati.” Jawab sang ikan sepuh, “Tak usah gelisah anakku, sebenarnya air itu telah mengelilingimu sejak dahulu, sehingga kamu bukan tidak menyadari kehadirannya. Memang benar anakku, tanpa air kita akan mati.” 

Apa arti cerita tersebut bagi kita? Kita kadang-kadang mengalami situasi seperti si ikan kecil, mencari kesana kemari tentang kehidupan dan kebahagiaan, padahal ia sedang menjalaninya, bahkan kebahagiaan sedang melingkupinya sampai-sampai dia tidak menyadarinya. Kehidupan dan kebahagiaan sebenarnya ada di sekeliling kita dan sedang kita jalani, sepanjang kita mau membuka diri dan pikiran kita. Karena saat ini adalah saat yang tepat untuk berbahagia. Saat untuk berbahagia dengan keluarga kita, teman-teman kita, dan setiap orang yang ada disekitar kita.

Sumber: http://www.renunganhariankristen.net/kisah-ikan-kecil/
READ MORE - Cerita Inspiratif: Kisah Ikan Kecil

Rabu, 29 Oktober 2014

Renungan Harian: Butuh Perbedaan

“Supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan. “
1 Korintus 12:25

Tuhan menciptakan manusia sungguh sempurna. Anggota-anggota tubuh semua luar biasa. Di beberapa bagian tubuh manusia dibuat berpasangan, seperti sepasang telinga, sepasang mata, sepasang tangan dan sepasang kaki. Dari keempat pasangan tersebut, sepasang kaki sangat menarik untuk direnungkan. Kaki kanan dan kiri bentuknya berbeda. Untuk dapat bergerak maju salah satu kaki harus melangkah terlebih dahulu, kanan dulu baru kiri atau sebaliknya. Bisa juga kedua kaki bergerak bersama-sama (melompat seperti kanguru), namun cara ini tentunya tidak efektif dan sangat melelahkan. Di samping itu, alas kaki seperti sepatu/sandal juga pasti berbeda, kanan dan kiri. Bisa kita bayangkan jika kita memakai sepatu semuanya sama (kanan semua/kiri semua), pasti tidak akan membuat nyaman di kaki dan bisa dipastikan akan menghambat pergerakan kaki kita, Saudaraku, kita sering berpandangan bahwa perbedaan itu buruk dan bisa mengakibatkan perpecahan. Namun harus kita sadari bahwa perbedaan tidak seluruhnya buruk. Di beberapa kasus justru sangat baik. Contoh: perkembangan teknologi menjadi semakin maju justru karena ada perbedaan. Jika semua orang sepakat bahwa manusia diciptakan Tuhan sebagai mahluk yang tidak bisa terbang, tentunya hari ini kita tidak akan melihat pesawat terbang. Tetapi Wright bersaudara berani berbeda, sehingga mereka mengembangkan mesin terbang kebentuk pesawat terbang bersayap. Mari kita belajar menjadikan perbedaan sebagai sarana untuk bisa lebih maju dan berkembang bukan sebaliknya.

Sumber: https://littleantnotes.wordpress.com/

READ MORE - Renungan Harian: Butuh Perbedaan

Renungan Harian: Refleksi Surgawi


“Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!” 
Mazmur 46:11




Seorang teman menunjukkan foto yang dia ambil di Taman Nasional Shinjuku Gyoen, sebuah taman yang besar di tengah kepadatan kota Tokyo. Foto itu menunjukkan langit biru yang indah dengan sebuah pohon di tengah foto.

Ketika saya puji dia atas keindahan hasil jepretannya, dia menjadi geli. Dia berkata, “Kamu melihatnya secara terbalik. Itu adalah gambar pantulan langit pada danau.

Ketika saya perhatikan dengan seksama, saya menyadari bahwa dia berkata benar. Yang sebelumnya saya pikir adalah pemandangan yang indah merupakan pantulan pada permukaan danau, yang persis seperti cermin. Saya kagum betapa bersih langit dan sekitarnya yang tercermin pada air yang tenang. Hal itu membuat saya merenungkan betapa indahnya jika hidup saya mencerminkan kedamaian dan ketenangan surgawi.

Tuhan mengajarkan saya untuk mengetahui bahwa Dia mengawasi dan memegang kontrol atas hidup kita. Dia berkata, “Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah.” 

Tetapi ketika ada masalah yang datang menimpa, hal itu dapat mengacaukan kehidupan roh saya dan membuat saya tak berdaya. Orang lain dapat melihat gelombang yang mengacaukan hidup saya, dan bukan pantulan ketenangan surgawi.

Saya tidak dapat menghindari badai kehidupan, tetapi badai tersebut tidak boleh merampas damai sejahtera Allah dalam hidup saya. Saya dapat berpegang teguh pada janji Tuhan bahwa pencobaan ini tidak akan melebihi dari yang dapat saya tanggung; Tuhan akan senantiasa menyediakan jalan keluar.

Tuhan juga siap, bersedia dan sanggup memberikan kebaikan dari setiap situasi dan keadaan, jika hati saya siap dan saya mengandalkan tuntunan dan pertolongan dari Tuhan.

Sumber: http://www.pelitahidup.com/2014/01/12/refleksi-surgawi/#.VFDV2Vd8G60
READ MORE - Renungan Harian: Refleksi Surgawi