AJARAN KRISTEN SEBAGAI PENUNTUN HIDUP

ajaran kristen tentang banyak hal

Yesus berkata: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku."

Senin, 21 April 2014

Cerita Inspiratif: Berserah Bukan Menyerah

Segala sesuatu Tuhan yang punya dan segala sesuatu terjadi hanya dengan seijinNya. Percayakah anda akan hal ini? Banyak orang percaya tetapi mereka tidak atau belum bisa berserserah kepada Tuhan. Berserah bukanlah Menyerah. Yang Tuhan kehendaki adalah Berserah, bukan Menyerah. Kalau anda berserah Tuhan berkarya dan anda akan lihat sesuatu yang besar sedang terjadi karena Turut Campur Tangan Tuhan
 
Saya mengenal seorang wanita yang berdoa dan percaya untuk suaminya bisa datang ke gereja bersamanya. Hal ini berlangsung dari tahun ke tahun, dia sangat bertekad dan bersemangat. Dia melakukan segalanya yang dia bisa. Dia meletakkan ayat firman Tuhan di seluruh rumahnya. Dia akan meninggalkan Alkitabnya terbuka berharap suaminya bisa tertarik untuk membacanya.
 
Dia selalu mendorong suaminya untuk datang. Terlepas dari semua yang sudah dilakukan wanita ini, suaminya tetap tidak bergeming.
 
Setelah satu tahun atau lebih, hal ini mulai membuat wanita ini frustasi. Hal ini mulai membuat dia putus asa. Dia kehilangan sukacitanya. Dia tidak memiliki antusiasme seperti dulu. Dia berdoa bulan demi bulan dengan penuh putus asa dan kecewa mengatakan, “Joel, saya tidak tahu apa lagi yang bisa saya lakukan."
 
Suatu hari saya mengatakan padanya bahwa hal terbaik yang bisa dia lakukan adalah melepaskan seluruh masalahnya, dan menyerahkannya kepada Tuhan. Saya berkata, “Anda sudah melakukan semua yang dapat Anda lakukan, Anda telah berdoa… Anda sudah percaya. Sekarang letakkan semua di atas mezbah. Ambil sikap ini, Jika dia tidak pernah akan datang ke gereja pun, Tuhan, saya masih akan bahagia. Jika dia tidak pernah berubah, Tuhan, saya masih akan mempercayai Engkau sepenuhnya.." 
 
Mungkin saat ini Anda memiliki beberapa hal yang perlu Anda serahkan kepada Tuhan. Apakah ada orang-orang yang membuat Anda frustasi karena mereka tidak berubah? Cukup berkata, “Tuhan, saya sudah melakukan semua yang bisa saya lakukan. Saya tidak akan menjalani hidup saya dengan marah lagi, saya tahu hanya Tuhan yang dapat mengubah orang, jadi saya akan kembali ke tempat perdamaian. Dan Tuhan, jika ini tidak pernah berhasil, saya meletakkannya di atas mezbah. Saya serahkan kepada-Mu.” 
 
Ada kebebasan ketika Anda menyerahkannya. Saya tidak mengatakan untuk melepaskan impian Anda dan menyerah pada janji-janji Anda. Tidak, lepaskan frustrasi. Lepaskan kekhawatiran dan kembali ke tempat perdamaian mengetahui bahwa Tuhan memegang kendali penuh. Itulah yang wanita ini lakukan. 
 
Dia menyerahkannya pada Tuhan, dan dia menjadi orang yang berbeda. Saya melihat dia minggu demi minggu dengan senyum lebar di wajahnya. Dia tidak marah atau frustasi lagi. Dia menikmati hidupnya dan mempercayai Allah. Lalu sekitar dua tahun kemudian pada pagi hari Minggu itu, tiba-tiba, suaminya berkata, “Aku ingin pergi ke gereja dengan kamu hari ini.”
 
Wanita ini hampir pingsan! Ini benar-benar gagasan dari suaminya sendiri.
 
Dia datang pada hari Minggu itu, dan mereka telah datang bersama-sama sejak saat itu. Itu sudah lebih dari empat tahun yang lalu, dan sekarang mereka berdua hampir tidak pernah melewatkan setiap ibadah gereja. 
 
Teman, ketika Anda melepaskan, hal itu memungkinkan Tuhan untuk bekerja dengan cara yang ajaib dan menakjubkan. 
 
Saya suka apa yang Daud katakan dalam Mazmur 31, “Ke dalam tangan-Mu kuserahkan diriku..” (BIS) 
 
Ini memberitahu bahwa kita tidak harus frustasi untuk membuat sesuatu terjadi. Kita tidak perlu khawatir bahwa mimpi yang Tuhan berikan tidak akan bisa terjadi. Kita dapat tinggal dalam damai mengetahui bahwa masa depan kita berada di dalam genggaman tangan kasihNya.

Sumber: http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2012/11/berserah-bukan-meyerah.html
READ MORE - Cerita Inspiratif: Berserah Bukan Menyerah

Jumat, 28 Maret 2014

Renungan Harian: Pacaran

Bacaan: 2 Korintus 6:14-18

Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya... - 2 Korintus 6:14



Pacaran Alkitabiah nggak seh? Seringkali pertanyaan semacam ini muncul di kalangan anak muda. Usut punya usut, ternyata yang namanya pacaran tuh nggak ada dalam Alkitab. Bentuk hubungan pacaran seperti yang kita kenal sekarang ini pun nggak pernah ada dalam jaman Alkitab dulu. Alkitab hanya menyebutkan hubungan pranikah yang ada di kalangan muda waktu itu adalah bentuk hubungan pertunangan. 

Jaman emang udah berubah. Kita boleh aja mengikuti perkembangan jaman, tapi prinsip-prinsip kebenaran tetap wajib kita pegang. Prinsip pertama, hubungan pacaran/pranikah harus dengan tujuan menuju ke pernikahan. Kalo kita jalan ama cowok sekedar supaya ada gandengan saat malam minggu ‘n ada yang antar jemput tiap saat, kita udah salah dalam prinsip pertama ini. Jadi nggak ada istilahnya TTM or HTS dalam hubungan pacaran anak-anak Tuhan. Kita harus jadi orang yang punya tujuan pasti. Nggak sekedar “ngalir” n jalani hidup sesukanya. 

Prinsip kedua, hubungan pacaran harus dengan orang yang seimbang. Cinta nggak kenal perbedaan, begitu kira-kira kata orang. Tapi soal kehidupan rohani nggak bisa begitu. Terang nggak akan pernah bisa bersatu dengan kegelapan. Pernikahan nantinya nggak cuma sekedar hidup enak ‘n menghasilkan anak. Kalo kita memilih untuk menikah dengan orang yang belum lahir baru, berarti kita memilih untuk mengatur rumah tangga kita sendiri tanpa pertolongan Tuhan. Padahal mana mampu kita mengatasi semuanya sendiri. Tanpa Tuhan kita nggak akan bisa saling mengasihi dengan tulus. Pernikahan akan terancam perceraian bahkan perselingkuhan. Nggak ada perdamaian dan ikatan yang mempersatukan. 

Prinsip ketiga, pacaran harus bisa jaga kekudusan. Biarpun jaman udah berubah, tapi untuk urusan kekudusan nggak bisa ditawar-tawar lagi. Belajar jadi seperti keluarga Nuh yang berani tampil beda di tengah-tengah angkatan yang udah rusak hidupnya. Nah, 3 prinsip udah kita pelajari hari ini. Kalo kamu sedang dalam masa pacaran, lakukan 3 prinsip ini supaya hubunganmu diberkati Tuhan.

Sumber: http://www.renungan-spirit.com/mudaremaja/pacaran.html
READ MORE - Renungan Harian: Pacaran

Selasa, 04 Maret 2014

Kesaksian: Amy Grant

Hari itu adalah satu malam hangat di bulan September di Forth Worth tahun 1978. Seorang penyanyi dan penulis lagu naik ke panggung untuk penampilan perdananya yang dibayar. Dia menyanyikan semua lagu dalam daftarnya, dan saat dia masih berdiri di sana memikirkan apa yang akan dia lakukan selanjutnya, seseorang di antara kerumunan penonton berkata, "Nyanyikan lagi!" Jadi dia menyanyi lagi. Selama hampir 30 tahun, lagu-lagu Amy Grant telah banyak menginspirasi para fansnya dan menetapkan arah karirnya. "Amy Grant Live", sebuah proyek yang mengajak para penonton ke dalam sebuah perjalanan musik dan yang mengingatkan kita akan kekuatan dari lagu-lagu itu, kemurnian dari pesannya, dan bakat Amy Grant yang tidak tertandingi. 
 
"Hari itu adalah Sabtu terakhir di bulan September dan rekaman saya baru keluar pada musim semi selama tahun senior saya," kenang Grant akan penampilan perdananya yang dibayar di panggung. "Saya ingat ada banyak orang di sana dan saya terkejut melihat orang-orang terus berdatangan. Ada 11 lagu dalam album rekaman. Saya menyanyikan semuanya dan menyanyikan beberapa lagu tambahan. Saya berpikir, ‘Oh Tuhan, orang-orang ini membayar 7 dolar dan saya hampir tidak melakukan apapun...'"

Apa yang para penonton itu lihat dalam diri gadis berusia 17 tahun itu, dan apa yang para fans tanggapi selama ini, adalah keinginan hati Grant untuk selalu memberikan orang lain lebih dari apa yang mereka harapkan, untuk selalu bisa membagikan hatinya dengan cara yang transparan, yang melenyapkan jarak antara panggung dan deretan tempat duduk. Itu adalah satu-satunya cara yang dia tahu. Dan kualitas itulah yang telah mendukung kesuksesannya selama bertahun-tahun.

Grant telah menjual lebih dari 25 juta album di seluruh dunia, memenangkan 6 Grammy Awards dan 21 Gospel Music Association Dove Awards. Dia dikenal sebagai perintis dari penyanyi Kristen yang kesuksesannya dalam radio membuka pintu bagi para artis Kristen lainnya. Pengaruhnya baru-baru ini dirayakan dengan sebuah bintang di Walk of Fame yang legendaris itu di Hollywood, yang membuat Grant menjadi satu-satunya artis yang berakar dari musik Kristen kontemporer menerima kehormatan seperti itu. (Artis-artis musik gospel lainnya yang menerima bintang termasuk Andrae Crouch dan Al Green).

"Time Again" dari "Amy Grant Live" direkam dalam bentuk CD dan difilmkan dalam bentuk DVD di Bass Hall Fort Worth, tempat yang sempurna untuk mengabadikan hubungan dekat yang selalu Amy jalin dengan para penontonnya. CD itu memuat lagu-lagu hits seperti "Lead Me On", "Stay For Awhile", "Baby Baby", "Every Heartbeat", dan satu versi studio baru dari "In A Little While," yang telah dirilis sebagai single nomor satu dalam proyek tersebut. 

Aransemennya diinspirasi oleh penampilan dari Tommy Sims. "Suatu malam di Nashville saya akan menjadi bagian dari penulis lagu bersama Wayne Kirkpatrick, Gordon Kennedy dan Tommy Sims," kenang Grant. "Waktu itu giliran Tommy untuk menyanyi dan dia berkata, ‘Aku tidak menulis lagu ini, Amy yang menulis lagu ini bersama dengan beberapa teman, dan aku selalu menyukainya.' Lalu dia mulai menyanyikan "In a Little While" dan saya sangat menyukai penampilannya. Saya pulang ke rumah dan berusaha menemukan kord gitar sebagus yang saya bisa dan mulai memainkannya."

Sims dan Bannister menjadi co-produser dari lagu itu. "Versi Tommy dari lagu itulah yang benar-benar membuat saya tertarik," kata Grant. "Sangat menyenangkan untuk kembali dan mengerjakannya lagi." Lagu "Time Again" mewakili hampir 30 tahun dari perjalanan dalam area emosional baik bagi artis maupun pendengarnya. "Mereka terekam dengan baik... Mereka adalah sebuah perjalanan dan saya tidak dapat mendengarkan sebuah lagu tanpa memikirkan begitu banyak pengalaman saat menuliskannya, saat merekamnya, dan juga terkadang saat pembuatan videonya. Saya ingat berada di menara jam New York untuk shooting sebuah video. Saya melihat kota itu saat matahari terbenam. Saya berbicara kepada beberapa burung merpati, ‘Bisakah kamu mempercayai ini? Aku ada di atas sini, di puncak sebuah gedung raksasa di New York?' Lagu-lagu telah memberi saya begitu banyak kesempatan..."

Para fans juga dapat mengenang semua pengalaman mereka dalam "Time Again" Amy Grant Live, DVD yang merekam penampilan Grant di Bass Hall, dan juga adegan-adegan "behind the scene", sarapan bersama fans club Amy, komentar audio khusus oleh Amy, dan footage inovatif dari kamera seorang fans. "Kami mengadakan kontes di website kami dan seseorang telah terpilih untuk mempunyai video kamera dan semua akses masuk," kata Amy. "Mereka berada di ruang ganti, belakang panggung, dan dimana-mana. Itu menarik." Untuk rekaman konser dalam DVD tersebut, Amy membawa penonton ke dalam ruangan yang didesain seperti ruang tamu dimana dia menempatkan beberapa barang dari rumah aslinya seperti sofa, lukisan, dan beberapa barang lainnya.

Saya merasa proyek ini ditandai dengan hubungan antara penyanyi atau penulis lagu dan penonton, dan saya rasa Anda akan merasakannya saat Anda menonton videonya," kata Amy. Hubungan antara artis dan penonton manapun berkembang selama periode tertentu. Itu bukan tentang presentasi yang hebat, tapi tentang ke-terbiasa-an. Itulah sebabnya mengapa semuanya mulai dari dekorasi panggung sampai cara kami mengerjakan lagu itu membawa pesan ke-terbiasa-an dan hubungan serta persahabatan. Itu lebih sedikit tentang presentasi dan jauh lebih banyak tentang berbagi pengalaman yang sama. Selama bertahun-tahun, Amy Grant telah menciptakan begitu banyak kenangan dengan penontonnya. Entah itu menolong sebuah keluarga seperti dalam acara TV NBC "Three Wishes" baru-baru ini atau bernyanyi bersama dalam sebuah simfoni lokal dalam tur musim gugurnya di tahun 2006, Amy Grant adalah tentang berbagi pengalaman dan menyentuh kehidupan.

"Saya tidak pernah membayangkan bagaimana semua ini terjadi," dia mengenang perjalanan karir, dan semua kesuksesannya. "Itu seperti kisah dalam Alkitab tentang seorang anak laki-laki dengan roti dan ikan. Saya selalu merasa seperti bahan mentah, sangat sederhana, sangat mendasar... Tapi saat saya datang kepadaNya, saya hanya berkata, ‘Tuhan, apapun yang mau Kau lakukan dengan apa yang Kau berikan kepadaku, silahkan...' Saya merasa seperti hal yang ajaib telah terjadi dan saya masih heran setiap kali saya memikirkannya."

Sumber: http://www.jawaban.com/index.php/entertain/detail/color/red/id/204/news/080416194308/limit/0/Amy-Grant.html
READ MORE - Kesaksian: Amy Grant

Kamis, 20 Februari 2014

Humor: Membantu Orang

Suatu hari seorang pendeta berkunjung ke rumah jemaatnya. Ia disambut oleh Pak Dermawan dan istrinya. Mereka kemudian berbincang-bincang. Pak Dermawan bercerita tentang sebuah keluarga yang sedang mengalami musibah.
Ia berkata, "Pak, di pinggir kota ini ada sebuah keluarga yang miskin. Sang kepala keluarga telah meninggal dunia. Sang ibu saat ini sedang sakit parah, sehingga tidak bisa pergi kerja. Anak-anaknya mulai kelaparan. Kalau sampai akhir minggu ini tidak ada orang yang membantu membayarkan uang sewa rumahnya, mereka akan kehilangan tempat tinggal mereka. Tidak punya tempat berlindung dari panas dan hujan. Padahal uang sewanya hanya 500 ribu."
Pak Pendeta tampak terharu, "Betapa menyedihkan. Dari mana Bapak tahu tentang cerita ini?"
Pak Dermawan menjawab, "Saya pemilik rumah sewa mereka."


"Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus."
(Galatia 6:2) 

Sumber: http://kgpmmesiasranomut.blogspot.com/p/humor-rohani.html
READ MORE - Humor: Membantu Orang

Minggu, 09 Februari 2014

Cerita Inspiratif: Membeli Waktu Papa

Steven adalah seorang karyawan perusaah an yang cukup terkenal diJakarta, memiliki dua putra. Putra pertama baru berusia 6 tahun bernama Leo dan putra ke dua berusia dua tahun bernama Kristian. Seperti biasa jam 21.00 Steven sampai di rumahnya di salah satu sudut Jakarta, setelah seharianpenuh bekeja di kantornya. Dalam keremangan lampu halaman rumahnya diamelihat Leo putra pertamanya di temani bik Yati pembantunya menyambut digerbang rumah.

"Kok belum tidur Leo?" sapa Steven sambil mencium anaknya. Biasanya Leo sudah tider ketika Steven pulang dari kantor dan baru bangun menjelang Steven berangkat ke kantor keesokan harinya.
 "Leo menunggu Papa pulang, Leo mau tanya, gaji Papa itu berapa sih Pa?" kata Leo sambil membuntuti papanya.
"Ada apa nih kok tanya gaji papa segala?"
"Leo Cuma pingin tahu aja kok Pah?
"Baiklah coba Leo hitung sendiri ya. Kerja papa sehari di gaji Rp 600.000,-, nah selama sebulan rata-rata dihitung 25hari kerja. Nah berapa gaji papa sebulan?"
"Se hari Papa kerja berapa jam Pa?" tanya Leo lebih lanjut.
"Seha ri papa kerja 10 jam Leo, nah hitung sana, Papa mau melepas sepatu dulu."
Leo berlari ke meja belajarnya dan sibuk mencoret-coret dalam kertasnya menghitung gaji papanya. Sementara Steven melepas sepatu dan meminum teh hangat buatan istri tercintanya.
"Kalau begitu, satu bulan Papa di gaji Rp 15.000.000,-, ya Pah? Dan satu jam papa di gaji Rp. 60.000,-." Kata Leo setelah mencorat-coret sebentar dalam kertasnya sambil membuntuti Steven yang beranjak menuju kamarnya.
"Nah, pinter kamu Leo. Sekarang Leo cuci kaki lalu bobok." Perintah Steven, namun Leo masih saja membuntuti Steven sambil terus memandang papanya yang benrganti pakaian .
"Pah, boleh tidak Leo pinjam uang Papa Rp. 5.000,- saja?" tanya Leo dengan hati-hati sambil menundukkan kepalanya.
"Sudahlah Leo, nggak usah macam-macam, untuk apa minta uang malam-malam begini. Kalau mau uang besok saja, Papa kan capek mau mandi dulu. Sekarang Leo tidur supaya besok tidak terlambat ke sekolah!"
"Tapi Pah.."
"Leooo !! Papa bilang tidur!"bentak Steven mengejutkan Leo.
Segera Leo beranjak menuju kamarnya.
Setelah mandi Steven menengok kamar anaknya dan menjumpai Leo belum tidur. Leo sedang terisak pelan sambil memegangi sejumlah uang. Steven nampak menyesal dengan bentakannya.

Dipegangnyalah kepala Leo pelan dan berkata: "Maafkan Papa ya nak. Papa sayang sekali pada Leo." ditatapnya Leo anaknya dengan penuh kasih sambil ikut berbaring di sampingnya.
" Nah katakan pada Papa, untuk apa sih perlu uang malam-malam begini. Besok kan bisa, jangankan Rp. 5.000,-, lebih banyak dari itupun akan Papa kasih."
"Leo nggak minta uang Papa kok, Leo cuma mau pinjam. Nanti akan Leo kembalikan, kalau Leo udah menabung lagi dari uang jajan Leo."
"Iya, tapi untuk apa Leo?" tanya Steven dengan lembut.
"Leo udah menunggu Papa dari sore tadi, Leo nggak mau tidur sebelum ketemu Papa. Leo pingin ngajak Papa main ular tangga. Tiga puluh menit saja. Ibu sering bilang bahwa waktu papa berharga. Jadi Leo ingin beli waktu Papa."
"Lalu. " tanya Steven penuh perhatian dan kelihatan belum mengerti.
"Tadi Leo membuka tabungan, ada Rp 25.000,-. Tapi karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp. 60.000,-, maka untuk setengah jam berarti Rp. 30.000,-. Uang tabungan Leo kurang Rp. 5.000,-. Maka Leo ingin pinjam pada Papa. Leo ingin membeli waktu Papa setengah jam saja, untuk menemani Leo main ular tangga. Leo rindu pada Papa." Kata Leo polos dengan masih menyisakan isakannya yang tertahan.

"Steven terdiam, dan kehilangan kata-kata. Bocah kecil itu dipeluknya erat-erat, bocah kecil yang menyadarkan bahwa cinta bukan hanya sekedar ungkapan kata-kata belaka namun berupa ungkapan perhatian dan kepedulian.

Sumber: http://www.klinikrohani.com/2008/01/membeli-waktu-papa.html
READ MORE - Cerita Inspiratif: Membeli Waktu Papa

Senin, 03 Februari 2014

Renungan Harian: Berlagak Kaya

Bacaan: Amsal 13:7, 21:20

Ada orang yang berlagak kaya, tetapi tidak mempunyai apa-apa, ada pula yang berpura-pura miskin, tetapi hartanya banyak.
"Amsal 13:7"

Harta yang indah dan minyak ada di kediaman orang bijak, tetapi orang yang bebal memboroskannya.
"Amsal 21:20"

Bagaimana kita mengatur uang akan sangat mempengaruhi kesuksesan kita. Berapa banyak sebuah usaha akhirnya mengalami gulung tikar karena si pemilik keliru mengatur uang. Uang perusahaan yang harusnya dipakai untuk keperluan usaha justru dipakai untuk hal yang sifatnya konsumtif. Akibatnya, cash flow keuangan perusahaan tersebut menjadi kacau. Modal menjadi kurang atau bahkan tidak ada sama sekali. Akhirnya macet dan bangkrut. Jelas-jelas kebangkrutan tersebut bukan karena usaha tersebut tidak memberi profit, tapi karena kesalahan dalam mengatur uang. 

Ron Blue, seorang konsultan keuangan, menceritakan kisah ini dalam salah satu bukunya. Seorang pria membeli sebuah jam tangan Rolex dengan harga yang sangat mahal. Pria tersebut memberi uang muka dan sisa pembayarannya akan dilunasi dengan cara diangsur. Permasalahan mulai terjadi gara-gara jam bergengsi itu. Ia kesulitan membayar jam tersebut, bahkan terbebani dengan bunga utang yang kalau dikalkulasi menunjukkan bahwa yang ia bayar adalah dua kali harga asli jam tersebut! Apakah orang ini benar-benar mampu beli jam tangan Rolex? Tentu saja tidak! Tetapi dengan membelinya, ia mungkin meninggalkan toko tersebut dengan merasa seperti seorang miliarder! 

Pengeluaran kita seharusnya tidak boleh melebihi pendapatan kita. Pengeluaran harus kita sesuaikan sampai berada di bawah penghasilan kita. Jika tidak, keuangan kita pasti bermasalah. Jangan sampai kita tergoda untuk dilihat sebagai orang kaya, lalu kita menggunakan uang secara keliru. Berlagak kaya, tapi sebenarnya tidak memiliki apa-apa. Terlalu konsumtif sampai lupa bahwa ada kebutuhan-kebutuhan mendasar yang perlu dicukupi. Kalau sudah begini, kita akan memilih hutang sebagi solusi. Kita pun dililit hutang. Untuk berhutang kita harus memberikan jaminan, entahkah itu rumah, kendaraan atau barang-barang kita. Jika kita gagal membayar pinjaman, maka kita akan kehilangan barang yang kita jaminkan! Sungguh menyedihkan jika sampai hal ini terjadi. Padahal semuanya tak perlu terjadi kalau kita bisa mengendalikan arus keuangan kita.

Sesuaikanlah pengeluaran Anda sampai tingkat di bawah penghasilan Anda!

Sumber: http://www.renungan-spirit.com/ilustrasi-rohani/berlagak_kaya.html
READ MORE - Renungan Harian: Berlagak Kaya

Selasa, 21 Januari 2014

Kesaksian: Benny Manuhutu, Dari Petinju Profesional Jadi Jagoan Jalanan

Benny Manuhutu, seorang jagoan, di setiap aliran darahnya mengalir darah petarung.

"Dulu waktu di Ambon, kami suka berkelahi. Jadi antar kampung, kami berkelahi. Pada suatu hari ketika saya sedang bertarung dengan pemuda desa lain, aparat kepolisian datang. Ditangkap saya saat itu. Seorang petugas disana akhirnya mengajak saya untuk menekuni dunia tinju saja. Saya pun menerima itu dan naik ke dunia tinju," ujar Benny membuka kesaksiannya.
"Waktu itu pelatih yang mengajar saya tinju adalah (Alm) Eddie Van Rohm. Teknik-teknik bertinju kami pelajari dari beliau seperti jab, straight, hook, upper cut, dan teknik-teknik itulah saya pergunakan saat diatas ring"

Tak lama, Benny akhirnya menjadi juara tinju baru di Indonesia. "Saya juara ketiga se-Indonesia, waktu di Makasar juara kedua. Kalau di Ambon tidak ada lawan di kelas saya."

"Saya memang mau menang terus karena sifat pada dasarnya tinju adalah untuk menguasai. Sifatnya untuk membunuh juga ada."

Keganasannya di ring tinju membuat Benny berhasil dikirim Ke Jakarta untuk mengikuti pekan olahraga nasional ke-6. Namun, PON 1965 tersebut dibatalkan dikarenakan peristiwa G/30-S dan Benny harus menanggung akibat dari peristiwa itu. "PON gak jadi, saya gak pulang. Jadi saya, Freddy Lasut, sama Philip Tuguteru, kita petinju bertiga terjun ke Tanjung Priuk. Mulai dari situ, kami jadi rese"

Sang petinju harus rela jadi tukang parkir di pelabuhan dan hidup dalam kerasnya kehidupan jalanan. "Salah satu pool, namanya NS. Disitu tempat kumpul kami. Saya dan teman-teman tidak pernah bayar pesanan kami karena ada orang lain yang akan bayar. Mengapa bisa seperti itu? Karena kami jagoan disana"

Keberaniannya itu bukanlah datang begitu saja. Sebelum terjun ke dunia perkelahian, ia menanamkan ilmu hitam di tubuhnya. "Untuk jaga-jaga badan, saya selalu pake ikat pinggang yang telah diisi oleh paranormal. Saya percaya banget dengan itu. Tidak ada yang saya percayai selain benda tersebut. Hasilnya memang sementara terbukti sehingga saya pun semakin merajalela "bekerja" di jalanan."

Menikah dan Kehidupan Keluarga Saat itu

Dari Priuk, Benny pindah ke Cawang. Pada 1990, ia pun menikah.

Awalnya kehidupan rumah tangga dengan sang istri, A Jacoba penuh dengan kasih. Namun, berjalan waktu, perangainya sebagai petinju mulai nampak. Tak terhitung sudah berapa banyak istrinya, A Jacoba menerima kata-kata kotor dan pukulan darinya. Bahkan ketika melakukan kekerasan kepada pasangan hidupnya itu tidak ada rasa penyesalan di dirinya, yang muncul hanyalah rasa kepuasan.

Di lain pihak, A. Jacoba yang menjadi obyek kekerasan sang suami tetaplah menjadi wanita yang setia. Tak pernah sekalipun kata-kata perceraian keluar dari mulutnya. Baginya, sekali menikah maka itu adalah pernikahan sekali dan selamanya.

Perlakuan kasar yang ia terima dari sang suami ia balas dengan berdoa kepada Tuhan dan membaca Alkitab. Jauh di relung hatinya yang paling dalam, ia rindu Benny bertobat dan berbalik dari jalan-jalannya yang jahat.

Sementara itu, di saat keadaan rumah tangga yang penuh kekacauan sebuah kejadian malang menimpa putri tercinta keempat dari Benny dan A Jacoba. "Jadi, dia punya kuping itu keluar darah. Dokter berkata itu adalah radang otak dan harus segera dioperasi," ungkap Benny.

Dalam kondisi yang panik, Benny teringat dengan adiknya yang bekerja di sebuah perusahaan minyak. Ia pun akhirnya menyuruh A. Jacoba untuk pergi kesana dan meminjamkan uang kepadanya.

Perintah itu pun dilaksanakan oleh sang istri. Bersama dengan putrinya yang sakit, A Jacoba mendatangi rumah adik Benny. Setiba disana, bukannya uang yang didapat, melainkan kata-kata nasihat dari sang adik yang meminta agar abangnya sendiri yang datang kesitu karena kepala rumah tangganya adalah abangnya, bukan istrinya.

Hal itu pun disampaikan A. Jacoba kepada Benny. Dengan segera, Benny bersama istri pun pergi ke rumah adiknya. Ketika ketiganya bertemu, mereka pun berbicara dari hati ke hati. Di tengah perbincangan, sebuah kalimat yang tak pernah terduga keluar dari mulut sang adik. "Dia bilang, kamu dan istri pulang, bertobat, berdoa kepada Tuhan, itu saja yang bisa menolong kamu"

Bertobat dan Hidup Baru

Pertemuan singkat itu ternyata benar-benar membuat dirinya tersentak. Perlahan, ia menunjukkan perubahan. Ia pun mulai mengikuti apa kata-kata dari sang adik.

Ia dan istri berdoa kepada Tuhan untuk kesembuhan putri keempatnya itu.  Mukjizat terjadi. Darah yang keluar dari kuping anaknya berhenti keluar.

Benny begitu takjub dengan apa yang dialaminya di dalam Tuhan. Walau begitu, perilaku kasarnya tetap belum 100% berubah. Suatu ketika, saat sedang bermain catur dengan seorang teman, ia menjadi naik pitam kepada rekannya tersebut. Pasalnya, temannya tersebut dianggap telah melakukan kecurangan.

Tidak terima dengan hal tersebut, Benny memukul temannya tersebut. Bersamaan dengan peristiwa itu, keadaan putrinya yang keempat yang mulanya telah membaik menjadi parah kembali.

Benny yang mengetahui hal ini pun langsung menuju ke rumah. Ia pun segera pergi ke kamar dimana putrinya yang sakit itu berada. Dilihat disana ada istri, adiknya, dan seorang pendeta. Mereka pun secara bersama-sama berdoa kepada Tuhan untuk kesembuhan putrinya tersebut. Akan tetapi, kali ini yang terjadi, putrinya justru menghembuskan nafas terakhir.

"Saya hancur, saya mundur, benar-benar mundur. Pendeta saja sudah bilang putri saya sudah meninggal. Di saat suasana sedih seperti itu, adik saya berkata putri saya belum meninggal. Ia berkata bahwa putri saya hanya tidur sementara. Ia pun berdoa kepada Tuhan. Saya dan orang-orang yang ada disitu pun turut melakukannya."

Tiga jam berlalu, putri keempat dari Benny dan A. Jacoba menunjukkan tanda-tanda kehidupan: tangannya bergerak, nafasnya ada kembali, dan terakhir matanya terbuka. Mereka sangat bersukacita melihat hal itu.

Putri Benny dan A. Jacoba itu pun akhirnya bercerita kepada orang-orang yang berkumpul di kamarnya tesebut tentang perjalanan singkat dirinya ke surga. Ia berkata bagaimana surga itu begitu indah. Namun menurutnya, ada satu yang kurang di surga yakni ia tidak dapat bertemu ayah dan ibunya.

Mendengar itu, Benny seperti dicemeti oleh Tuhan. Ia tahu ini adalah tanda untuk ia bertobat sungguh-sungguh.

Selang beberapa hari, lewat ajakan sang adik, Benny dan istri datang ke pertemuan ibadah. Disitu, ia akhirnya menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat secara pribadi.  

Masih ada satu ganjalan dalam pertobatan Benny. Jimat ikat pinggang yang telah menjadi jimatnya selama bertahun-tahun belum dilepaskan. Meski berat, ia memutuskan untuk menghadiri ibadah pelayanan pelepasan di Cempaka Putih. Di sana lah, ia mengakhiri hubungan dengan iblis dan menghancurkan segala jimat yang ia miliki.

Kini, Benny dan keluarga menjalani lembaran kehidupan yang baru, kehidupan yang penuh dengan kebahagiaan. "Kalau saya tidak terima Tuhan Yesus, kehidupan saya tidak akan seperti ini, dilindungi, dijaga, diberkati. Oleh sebabnya, saya bersyukur kepada Tuhan Yesus atas semua hal yang saya terima sekarang ini. Saya berterima kasih kepada-Nya karena telah memberi kesempatan hidup yang baru untuk saya".

Sumber: http://www.jawaban.com/index.php/spiritual/detail/id/9/news/111222054213/limit/0/Kisah-Nyata-Benny-Manuhutu-Dari-Petinju-Profesional-Jadi-Jagoan-Jalanan.html
READ MORE - Kesaksian: Benny Manuhutu, Dari Petinju Profesional Jadi Jagoan Jalanan