AJARAN KRISTEN SEBAGAI PENUNTUN HIDUP

ajaran kristen tentang banyak hal

Yesus berkata: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku."

Kamis, 29 Mei 2014

Kesaksian T.B. Silalahi: Jenderal yang Peduli Pada Dunia Pendidikan

Tidak banyak Jenderal dari militer di Indonesia yang memberikan dirinya untuk pengembangan dunia pendidikan. Satu dari sedikit orang itu adalah Tiopan Bernhard Silalahi atau lebih dikenal dengan T.B. Silalahi. Lahir dari keluarga yang kurang mampu dan didorong melihat kesuksesan beberapa orang di tanah kelahiran, Balige, T.B bercita-cita ingin memajukan anak-anak negeri lewat jalur bangku sekolah.

Kesempatan untuk mewujudkan impiannya sejak kecil pun tiba, yakni ketika Presiden Soeharto suatu saat memanggil dirinya dan memerintahkan untuk membuat sebuah sekolah menengah atas percontohan. Dengan wewenang yang diberikan dari Presiden, akhirnya T.B melaksanakan tugas dan mendirikan sekolah di bawah Yayasan Soposurung, yakni SMA 2 Balige Soposurung.

Berjalan waktu, SMA 2 Balige Soposurung berhasil secara konsisten mencetak alumni yang berkualitas. Tidak heran, hal tersebut akhirnya menjadikan nama SMA 2 Balige Soposurung menjadi salah satu sekolah yang sangat disegani dan diidolakan masyarakat Sumatera Utara dan sekitarnya.
Meski begitu, langkah T.B memajukan dunia pendidikan tanah air tidak berhenti hanya sampai pada mendirikan sekolah percontohan yang berhasil. Selepas dari dunia militer, ia pun menjadi pengajar di bidang kepemimpinan.

Prinsip Hidup Membangun Indonesia

Sebagai seorang Kristen dan warga negara yang nasionalis, T.B memiliki prinsip hidup dalam membangun Indonesia. "Manusia itu, apapun agamanya, kita juga harus mengabdi pada bangsa dan negaranya. Kristen, apalagi tegas. Ajaran Kristus, "Kasihilah Musuhmu". Nah, musuh saja kau harus kasihi, bagaimana itu? sulitkan? "Berkatilah orang yang mengutuk kamu"

"Kasihilah musuhmu, kalau bisa sadarkan musuhmu. "Kenapa kamu musuhi saya, saya gak buat kesalahan kepada kamu. Di negara ini, kau bukan musuh saya. Kau saudara, membangun negara," itu filosofinya," pungkas T.B Silalahi.   

Sumber: http://www.jawaban.com/index.php/spiritual/detail/id/9/news/140425042039/limit/0/TB-Silalahi-Jenderal-yang-Peduli-Pada-Dunia-Pendidikan.html
READ MORE - Kesaksian T.B. Silalahi: Jenderal yang Peduli Pada Dunia Pendidikan

Kesaksian Stephen Tong : Semua Untuk Kemuliaan Tuhan

Sedari kecil, Stephen Tong sudah sangat menyukai musik. Setelah menunggu 50 tahun, akhirnya dia bisa membuat Aula Simfonia Jakarta, sebuah concert hall bertaraf dunia. "Dan ini tidak ada bantuan dari pemerintah, tidak ada subsidi dari luar negeri, tidak minjam satu rupiah pun dari bank, tidak minta dukungan orang kaya 1 rupiah pun" ujar Tong yang mengepalai Gereja Reform Injili Indonesia tersebut.

Maka, saat hendak mendirikan gereja,  Stephen Tong mengerjakan sendiri konsep dan desainnya. Tidak hanya itu, dia sendiri telah membuat puluhan lagu dan menjadi seorang penginjil pula. "Semua karya dan semua pekerjaan, cuma satu filosofi : memuliakan Tuhan." Ujar Stephen Tong.

"Secara vertikal, kita bertanggung jawab kepada Tuhan. Yang memberikan bakat, karunia, talenta dipergunakan sebaik mungkin. Memberikan waktu dipergunakan semaksimal mungkin. Diberikan kekuatan dan kesehatan, pakailah semaksimal mungkin. Akhirnya, semua karya yang disebut banyak, bagi saya cuma sedikit. Tapi ini boleh memuliakan Tuhan," ujarnya kemudian.

Menurutnya, kalau kesuksesan dinilai dengan kekayaan dan sejenisnya, maka Yesus yang paling gagal. Yesus belum membangun satu sekolah Kristen, menciptakan satu partai Kristen apapun, belum menciptakan gedung apapun. Dia meninggal ketika Dia hanya berumur 33 tahun.

Namun, bukan kekayaan yang menjadi bukti kesuksesan. "Barangsiapa hidup untuk menyenangkan diri sendiri, itu berarti gagal. Barangsiapa hidup untuk menyenangkan orang lain pasti kompromi. Barangsiapa hidup untuk hanya mendapatkan kebutuhan sendiri, itu orang egois dan itu gagal. Tapi kesuksesan adalah boleh menjadi berkat, boleh menjadi mulia bagi Tuhan." Di dalam menginjili, dia pun tidak melihat apa yang menjadi tantangan yang harus dihadapi, tapi dia melihat apa yang menjadi kebutuhan manusia.

Setiap manusia punya kekurangan dan kelemahan, namun pendeta satu ini pun membagikan tips bagaimana memilih pemimpin negara pada Juli mendatang. "Pilihlah mereka yang paling takut akan Tuhan, paling bertanggung jawab, dan paling jujur. Paling mencintai rakyat, paling mampu dan berani mengerjakan segala sesuatu yang dibutuhkan bangsa."
"Hidup hanya bernilai, kalau hidup punya sasaran memuliakan Tuhan, memfaedahkan orang lain, dan hidup tidak diikat dosa. Jadi jika kita hidup hanya untuk mendapatkan uang, menyenangkan orang, atau untuk diri sendiri pasti hanya dapatkan gagal."

Sumber: http://www.jawaban.com/index.php/spiritual/detail/id/9/news/140421170407/limit/0/Stephen-Tong--Semua-Untuk-Kemuliaan-Tuhan.html
READ MORE - Kesaksian Stephen Tong : Semua Untuk Kemuliaan Tuhan

Humor: Izin

Seorang guru menerima telepon. Ia mengangkatnya dan berkata, "Ya?"
"Saya hanya ingin memberi tahu, Deni Santoso hari ini tidak bisa masuk sekolah."
"Ini siapa?" tanya guru.
Suara di seberang menjawab, "Ini Ayah saya."

"Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu."
(1 Petrus 3:10) 

Sumber: http://kgpmmesiasranomut.blogspot.com/p/humor-rohani.html
READ MORE - Humor: Izin

Humor: Lima Pemuda Pemberani

Seorang preman mendatangi empat pemuda yang baru pulang dari gereja. Ia bermaksud untuk meminta uang kepada mereka.
"Siapa di antara kalian yang berani, hah?" gertaknya.
Pemuda pertama berkata, "Saya."
Pemuda kedua, ketiga, dan keempat berdiri lalu serentak berkata, "Saya juga."
Si preman jadi gentar. Ia kemudian berkata dengan suara keras, "Bagus, bagus. Kalau begitu kita adalah lima orang pemuda pemberani!" 

"Karena dengan Engkau aku berani menghadapi gerombolan, dan dengan Allahku aku berani melompati tembok."
 (Mazmur 18:29)

Sumber: http://kgpmmesiasranomut.blogspot.com/p/humor-rohani.html

READ MORE - Humor: Lima Pemuda Pemberani

Senin, 21 April 2014

Cerita Inspiratif: Berserah Bukan Menyerah

Segala sesuatu Tuhan yang punya dan segala sesuatu terjadi hanya dengan seijinNya. Percayakah anda akan hal ini? Banyak orang percaya tetapi mereka tidak atau belum bisa berserserah kepada Tuhan. Berserah bukanlah Menyerah. Yang Tuhan kehendaki adalah Berserah, bukan Menyerah. Kalau anda berserah Tuhan berkarya dan anda akan lihat sesuatu yang besar sedang terjadi karena Turut Campur Tangan Tuhan
 
Saya mengenal seorang wanita yang berdoa dan percaya untuk suaminya bisa datang ke gereja bersamanya. Hal ini berlangsung dari tahun ke tahun, dia sangat bertekad dan bersemangat. Dia melakukan segalanya yang dia bisa. Dia meletakkan ayat firman Tuhan di seluruh rumahnya. Dia akan meninggalkan Alkitabnya terbuka berharap suaminya bisa tertarik untuk membacanya.
 
Dia selalu mendorong suaminya untuk datang. Terlepas dari semua yang sudah dilakukan wanita ini, suaminya tetap tidak bergeming.
 
Setelah satu tahun atau lebih, hal ini mulai membuat wanita ini frustasi. Hal ini mulai membuat dia putus asa. Dia kehilangan sukacitanya. Dia tidak memiliki antusiasme seperti dulu. Dia berdoa bulan demi bulan dengan penuh putus asa dan kecewa mengatakan, “Joel, saya tidak tahu apa lagi yang bisa saya lakukan."
 
Suatu hari saya mengatakan padanya bahwa hal terbaik yang bisa dia lakukan adalah melepaskan seluruh masalahnya, dan menyerahkannya kepada Tuhan. Saya berkata, “Anda sudah melakukan semua yang dapat Anda lakukan, Anda telah berdoa… Anda sudah percaya. Sekarang letakkan semua di atas mezbah. Ambil sikap ini, Jika dia tidak pernah akan datang ke gereja pun, Tuhan, saya masih akan bahagia. Jika dia tidak pernah berubah, Tuhan, saya masih akan mempercayai Engkau sepenuhnya.." 
 
Mungkin saat ini Anda memiliki beberapa hal yang perlu Anda serahkan kepada Tuhan. Apakah ada orang-orang yang membuat Anda frustasi karena mereka tidak berubah? Cukup berkata, “Tuhan, saya sudah melakukan semua yang bisa saya lakukan. Saya tidak akan menjalani hidup saya dengan marah lagi, saya tahu hanya Tuhan yang dapat mengubah orang, jadi saya akan kembali ke tempat perdamaian. Dan Tuhan, jika ini tidak pernah berhasil, saya meletakkannya di atas mezbah. Saya serahkan kepada-Mu.” 
 
Ada kebebasan ketika Anda menyerahkannya. Saya tidak mengatakan untuk melepaskan impian Anda dan menyerah pada janji-janji Anda. Tidak, lepaskan frustrasi. Lepaskan kekhawatiran dan kembali ke tempat perdamaian mengetahui bahwa Tuhan memegang kendali penuh. Itulah yang wanita ini lakukan. 
 
Dia menyerahkannya pada Tuhan, dan dia menjadi orang yang berbeda. Saya melihat dia minggu demi minggu dengan senyum lebar di wajahnya. Dia tidak marah atau frustasi lagi. Dia menikmati hidupnya dan mempercayai Allah. Lalu sekitar dua tahun kemudian pada pagi hari Minggu itu, tiba-tiba, suaminya berkata, “Aku ingin pergi ke gereja dengan kamu hari ini.”
 
Wanita ini hampir pingsan! Ini benar-benar gagasan dari suaminya sendiri.
 
Dia datang pada hari Minggu itu, dan mereka telah datang bersama-sama sejak saat itu. Itu sudah lebih dari empat tahun yang lalu, dan sekarang mereka berdua hampir tidak pernah melewatkan setiap ibadah gereja. 
 
Teman, ketika Anda melepaskan, hal itu memungkinkan Tuhan untuk bekerja dengan cara yang ajaib dan menakjubkan. 
 
Saya suka apa yang Daud katakan dalam Mazmur 31, “Ke dalam tangan-Mu kuserahkan diriku..” (BIS) 
 
Ini memberitahu bahwa kita tidak harus frustasi untuk membuat sesuatu terjadi. Kita tidak perlu khawatir bahwa mimpi yang Tuhan berikan tidak akan bisa terjadi. Kita dapat tinggal dalam damai mengetahui bahwa masa depan kita berada di dalam genggaman tangan kasihNya.

Sumber: http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2012/11/berserah-bukan-meyerah.html
READ MORE - Cerita Inspiratif: Berserah Bukan Menyerah

Jumat, 28 Maret 2014

Renungan Harian: Pacaran

Bacaan: 2 Korintus 6:14-18

Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya... - 2 Korintus 6:14



Pacaran Alkitabiah nggak seh? Seringkali pertanyaan semacam ini muncul di kalangan anak muda. Usut punya usut, ternyata yang namanya pacaran tuh nggak ada dalam Alkitab. Bentuk hubungan pacaran seperti yang kita kenal sekarang ini pun nggak pernah ada dalam jaman Alkitab dulu. Alkitab hanya menyebutkan hubungan pranikah yang ada di kalangan muda waktu itu adalah bentuk hubungan pertunangan. 

Jaman emang udah berubah. Kita boleh aja mengikuti perkembangan jaman, tapi prinsip-prinsip kebenaran tetap wajib kita pegang. Prinsip pertama, hubungan pacaran/pranikah harus dengan tujuan menuju ke pernikahan. Kalo kita jalan ama cowok sekedar supaya ada gandengan saat malam minggu ‘n ada yang antar jemput tiap saat, kita udah salah dalam prinsip pertama ini. Jadi nggak ada istilahnya TTM or HTS dalam hubungan pacaran anak-anak Tuhan. Kita harus jadi orang yang punya tujuan pasti. Nggak sekedar “ngalir” n jalani hidup sesukanya. 

Prinsip kedua, hubungan pacaran harus dengan orang yang seimbang. Cinta nggak kenal perbedaan, begitu kira-kira kata orang. Tapi soal kehidupan rohani nggak bisa begitu. Terang nggak akan pernah bisa bersatu dengan kegelapan. Pernikahan nantinya nggak cuma sekedar hidup enak ‘n menghasilkan anak. Kalo kita memilih untuk menikah dengan orang yang belum lahir baru, berarti kita memilih untuk mengatur rumah tangga kita sendiri tanpa pertolongan Tuhan. Padahal mana mampu kita mengatasi semuanya sendiri. Tanpa Tuhan kita nggak akan bisa saling mengasihi dengan tulus. Pernikahan akan terancam perceraian bahkan perselingkuhan. Nggak ada perdamaian dan ikatan yang mempersatukan. 

Prinsip ketiga, pacaran harus bisa jaga kekudusan. Biarpun jaman udah berubah, tapi untuk urusan kekudusan nggak bisa ditawar-tawar lagi. Belajar jadi seperti keluarga Nuh yang berani tampil beda di tengah-tengah angkatan yang udah rusak hidupnya. Nah, 3 prinsip udah kita pelajari hari ini. Kalo kamu sedang dalam masa pacaran, lakukan 3 prinsip ini supaya hubunganmu diberkati Tuhan.

Sumber: http://www.renungan-spirit.com/mudaremaja/pacaran.html
READ MORE - Renungan Harian: Pacaran

Selasa, 04 Maret 2014

Kesaksian: Amy Grant

Hari itu adalah satu malam hangat di bulan September di Forth Worth tahun 1978. Seorang penyanyi dan penulis lagu naik ke panggung untuk penampilan perdananya yang dibayar. Dia menyanyikan semua lagu dalam daftarnya, dan saat dia masih berdiri di sana memikirkan apa yang akan dia lakukan selanjutnya, seseorang di antara kerumunan penonton berkata, "Nyanyikan lagi!" Jadi dia menyanyi lagi. Selama hampir 30 tahun, lagu-lagu Amy Grant telah banyak menginspirasi para fansnya dan menetapkan arah karirnya. "Amy Grant Live", sebuah proyek yang mengajak para penonton ke dalam sebuah perjalanan musik dan yang mengingatkan kita akan kekuatan dari lagu-lagu itu, kemurnian dari pesannya, dan bakat Amy Grant yang tidak tertandingi. 
 
"Hari itu adalah Sabtu terakhir di bulan September dan rekaman saya baru keluar pada musim semi selama tahun senior saya," kenang Grant akan penampilan perdananya yang dibayar di panggung. "Saya ingat ada banyak orang di sana dan saya terkejut melihat orang-orang terus berdatangan. Ada 11 lagu dalam album rekaman. Saya menyanyikan semuanya dan menyanyikan beberapa lagu tambahan. Saya berpikir, ‘Oh Tuhan, orang-orang ini membayar 7 dolar dan saya hampir tidak melakukan apapun...'"

Apa yang para penonton itu lihat dalam diri gadis berusia 17 tahun itu, dan apa yang para fans tanggapi selama ini, adalah keinginan hati Grant untuk selalu memberikan orang lain lebih dari apa yang mereka harapkan, untuk selalu bisa membagikan hatinya dengan cara yang transparan, yang melenyapkan jarak antara panggung dan deretan tempat duduk. Itu adalah satu-satunya cara yang dia tahu. Dan kualitas itulah yang telah mendukung kesuksesannya selama bertahun-tahun.

Grant telah menjual lebih dari 25 juta album di seluruh dunia, memenangkan 6 Grammy Awards dan 21 Gospel Music Association Dove Awards. Dia dikenal sebagai perintis dari penyanyi Kristen yang kesuksesannya dalam radio membuka pintu bagi para artis Kristen lainnya. Pengaruhnya baru-baru ini dirayakan dengan sebuah bintang di Walk of Fame yang legendaris itu di Hollywood, yang membuat Grant menjadi satu-satunya artis yang berakar dari musik Kristen kontemporer menerima kehormatan seperti itu. (Artis-artis musik gospel lainnya yang menerima bintang termasuk Andrae Crouch dan Al Green).

"Time Again" dari "Amy Grant Live" direkam dalam bentuk CD dan difilmkan dalam bentuk DVD di Bass Hall Fort Worth, tempat yang sempurna untuk mengabadikan hubungan dekat yang selalu Amy jalin dengan para penontonnya. CD itu memuat lagu-lagu hits seperti "Lead Me On", "Stay For Awhile", "Baby Baby", "Every Heartbeat", dan satu versi studio baru dari "In A Little While," yang telah dirilis sebagai single nomor satu dalam proyek tersebut. 

Aransemennya diinspirasi oleh penampilan dari Tommy Sims. "Suatu malam di Nashville saya akan menjadi bagian dari penulis lagu bersama Wayne Kirkpatrick, Gordon Kennedy dan Tommy Sims," kenang Grant. "Waktu itu giliran Tommy untuk menyanyi dan dia berkata, ‘Aku tidak menulis lagu ini, Amy yang menulis lagu ini bersama dengan beberapa teman, dan aku selalu menyukainya.' Lalu dia mulai menyanyikan "In a Little While" dan saya sangat menyukai penampilannya. Saya pulang ke rumah dan berusaha menemukan kord gitar sebagus yang saya bisa dan mulai memainkannya."

Sims dan Bannister menjadi co-produser dari lagu itu. "Versi Tommy dari lagu itulah yang benar-benar membuat saya tertarik," kata Grant. "Sangat menyenangkan untuk kembali dan mengerjakannya lagi." Lagu "Time Again" mewakili hampir 30 tahun dari perjalanan dalam area emosional baik bagi artis maupun pendengarnya. "Mereka terekam dengan baik... Mereka adalah sebuah perjalanan dan saya tidak dapat mendengarkan sebuah lagu tanpa memikirkan begitu banyak pengalaman saat menuliskannya, saat merekamnya, dan juga terkadang saat pembuatan videonya. Saya ingat berada di menara jam New York untuk shooting sebuah video. Saya melihat kota itu saat matahari terbenam. Saya berbicara kepada beberapa burung merpati, ‘Bisakah kamu mempercayai ini? Aku ada di atas sini, di puncak sebuah gedung raksasa di New York?' Lagu-lagu telah memberi saya begitu banyak kesempatan..."

Para fans juga dapat mengenang semua pengalaman mereka dalam "Time Again" Amy Grant Live, DVD yang merekam penampilan Grant di Bass Hall, dan juga adegan-adegan "behind the scene", sarapan bersama fans club Amy, komentar audio khusus oleh Amy, dan footage inovatif dari kamera seorang fans. "Kami mengadakan kontes di website kami dan seseorang telah terpilih untuk mempunyai video kamera dan semua akses masuk," kata Amy. "Mereka berada di ruang ganti, belakang panggung, dan dimana-mana. Itu menarik." Untuk rekaman konser dalam DVD tersebut, Amy membawa penonton ke dalam ruangan yang didesain seperti ruang tamu dimana dia menempatkan beberapa barang dari rumah aslinya seperti sofa, lukisan, dan beberapa barang lainnya.

Saya merasa proyek ini ditandai dengan hubungan antara penyanyi atau penulis lagu dan penonton, dan saya rasa Anda akan merasakannya saat Anda menonton videonya," kata Amy. Hubungan antara artis dan penonton manapun berkembang selama periode tertentu. Itu bukan tentang presentasi yang hebat, tapi tentang ke-terbiasa-an. Itulah sebabnya mengapa semuanya mulai dari dekorasi panggung sampai cara kami mengerjakan lagu itu membawa pesan ke-terbiasa-an dan hubungan serta persahabatan. Itu lebih sedikit tentang presentasi dan jauh lebih banyak tentang berbagi pengalaman yang sama. Selama bertahun-tahun, Amy Grant telah menciptakan begitu banyak kenangan dengan penontonnya. Entah itu menolong sebuah keluarga seperti dalam acara TV NBC "Three Wishes" baru-baru ini atau bernyanyi bersama dalam sebuah simfoni lokal dalam tur musim gugurnya di tahun 2006, Amy Grant adalah tentang berbagi pengalaman dan menyentuh kehidupan.

"Saya tidak pernah membayangkan bagaimana semua ini terjadi," dia mengenang perjalanan karir, dan semua kesuksesannya. "Itu seperti kisah dalam Alkitab tentang seorang anak laki-laki dengan roti dan ikan. Saya selalu merasa seperti bahan mentah, sangat sederhana, sangat mendasar... Tapi saat saya datang kepadaNya, saya hanya berkata, ‘Tuhan, apapun yang mau Kau lakukan dengan apa yang Kau berikan kepadaku, silahkan...' Saya merasa seperti hal yang ajaib telah terjadi dan saya masih heran setiap kali saya memikirkannya."

Sumber: http://www.jawaban.com/index.php/entertain/detail/color/red/id/204/news/080416194308/limit/0/Amy-Grant.html
READ MORE - Kesaksian: Amy Grant