AJARAN KRISTEN SEBAGAI PENUNTUN HIDUP

ajaran kristen tentang banyak hal

Yesus berkata: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku."

Senin, 29 September 2014

Kesaksian: Angelique Widjaja, Bayar Harga Demi Raih Prestasi di Bidang Tenis

Petenis Angelique Widjaja adalah salah satu atlet muda berprestasi Indonesia lewat prestasinya merebut gelar juara Wimbledon Junior  (2001) dan Rolland Garros Junior (2002). Meski sangat berbakat di bidang tenis, yang diakuinya sebagai panggilan hidupnya, namun wanita kelahiran Bandung, 12 Desember 1984 ini tak lekang dari beragam tantangan untuk mencapai puncak prestasi itu.
Angie sapaan akrabnya, mengakui bahwa bakatnya di bidang tenis adalah anugerah yang telah ia terima sejak kecil. Sehingga dengan maksimal Angie akhirnya mampu merebut kedua gelar bersejarah itu di sepanjang karirnya.
"Saya bangga bukan karena saya bisa juara aja, karena diantara yang dua ini (Wimbledon dan Roland Garros) hanya orang Indonesia yang menang, itu hanya saya. Tapi di dalam lubuk hati saya yang paling dalam, itu yang saya paling senang karena saya bisa membanggakan orang tua saya," jelas Angie.
Namun disaat Angie berada di puncak kariernya, tahun 2004 Angie mengalami cedera pada lututnya dan mengharuskannya beristirahat dari lapangan tenis. Hampir setahun lamanya, Angie harus menelan pil pahit berhenti secara total dari lapangan. "Habis operasi pertama itu kan saya harus stop selama hampir setahun, fisikkan dari nol lagi karena nggak pernah kelihatan di lingkungan tenis itu setahun cukup lama. Saya benner-benner latihannya dari titik nol, dari titik yang paling bawah. Latihannya masih kayak orang yang baru main tenis, tapi menurut saya itu harga yang harus saya bayar karena nggak ada sesuatu pun yang bisa saya dapat dengan instan," tuturnya.
Untuk kembali lagi bermain di lapangan, latihan itu pun harus dijalankannya dengan kerja keras demi kembali meraih prestasi dalam bidang tenis. Tahun 2007, Angie kembali merebut juara di ajang tim wanita Indonesia dan memenangkan Asean Games, dilanjutkan dengan prestasinya di ajang ITF di Jakarta sekaligus sebagai akhir dari prestasinya di dunia tenis. Entah alasan apa, ia merasa sangat yakin mengambil keputusan untuk gantung raket saat masih di usia produktif.
"Tuhan memberikan saya kekuatan, ketika saya harus mengambil keputusan itu, saya damai sejahtera sih. Saya nggak pernah menyesal dengan keputusan yang saya ambil".
Setelah pensiun dari lapangan tenis, Angie pun aktif membangun sekolah tenis khusus untuk anak-anak di Jakarta. Ia berharap dengan akademi olahraga ini, tenis dapat menjadi olahraga yang banyak diminati di Indonesia.

Sumber: http://www.jawaban.com/read/article/id/2014/08/04/9/140804193530/Angelique-Widjaja%2C-Bayar-Harga-Demi-Raih-Prestasi-di-Bidang-Tenis
READ MORE - Kesaksian: Angelique Widjaja, Bayar Harga Demi Raih Prestasi di Bidang Tenis

Kesaksian: Yoris Sebastian

Yoris Sebastian adalah sosok muda yang sudah banyak memetik kesuksesan di bidang industri kreatif. Pemenang International Entrepreneur muda di Inggris tahun 2006 ini pernah menjadi General Manager termuda di Hard Rock Café Indonesia disaat masih berusia 26 tahun.
Sejak usia 34 tahun, Yoris mendirikan sebuah perusahaan bernama OMG creative consulting. Yoris juga berbakat dalam bidang menulis, dimana dirinya sudah menghasilkan tiga buku.
Sepanjang menaiki tangga kesuksesan itu, Yoris memanfaatkan ide-ide kreatif yang muncul saat menjalani masa-masa inkubasi (masa tunas, red). Masa inkubasi menghantarkan pria muda ini menjadi seorang pemikir dan penulis kreatif.  “Kalau saya sih percaya yang namanya inkubasi. Nah, masa inkubasi ini yang membantu saya. Dengan begitu, saya jarang tidak punya ide karena inkubasi tadi,” ujar Yoris.
Proses inkubasi, kata Yoris, adalah masa dimana dirinya punya banyak waktu untuk menelurkan ide-ide kreatif untuk setiap proyek yang ia terima, termasuk dalam menulis. Dalam masa-masa itulah, Yoris berani berpikir di luar dari biasanya atau out of the box. “Kalau misalnya bikin buku, writer’s blog. Kayak buku pertama saya, saya bikin tiga tahun. Dua tahunnya inkubasi. Saya malah mulai nulis bukunya setengah tahun terakhir”.
Kendati sudah menelurkan beragam ide-ide kreatif yang sudah diakui banyak orang, Yoris tetaplah seorang tokoh sukses yang pernah mengalami kegagalan. Ide kreatif bisa saja gagal, namun Yoris bukanlah pribadi yang mudah menyerah. “Saya tidak terlalu meratapi kegagalan, tapi baik sukses maupun tidak sukses, lalu kita catat. Siap sukses dan siap gagal”.
Sebagai pribadi yang telah dikenal luas meneluskan karya-karya kretaifnya, Yoris tetap menyadari bahwa sumber kreatif itu adalah Sang Pencipta. Hal ini dituliskannya secara gamblang di buku ketiganya yang berjudul ‘101 Creative Notes’, bahwa doa dan bekerja adalah satu kesatuan yang harus berjalan beriringan.
“Di buku saya ‘101 Creative Notes’: Manusia berusaha, Tuhan juga yang menentukan. Kita manusia harus tetap berusaha, baru dilangkah 101 Tuhan yang menentukan,” ujarnya.
Sebagai tokoh inspiratif muda Indonesia, Yoris mengajak para generasi muda untuk tetap terus mengasah kreatifitasnya. “Kreatifitas itu adalah skill yang bisa dilatih, dan bukan faktor bawaan. Selama kita menyukai kreatifitas dan mau melatihnya. Mudah-mudahan kreatifitas itu dapat dimanfaatkan untuk manfaat bagi sesama dan secara umum untuk Indonesia”.

Sumber: http://www.jawaban.com/read/article/id/2014/09/22/9/140922192526/Yoris-dan-Ide-ide-Kreatif-Suksesnya
READ MORE - Kesaksian: Yoris Sebastian

Humor: Kereta Mogok

Sebuah kereta api dengan dua mesin melakukan perjalanan dari Jakarta ke Yogyakarta. Satu jam kemudian, masinis memberikan pengumuman kepada penumpang, "Para penumpang yang terhormat, saya memiliki satu berita buruk dan satu berita baik. Berita buruknya adalah salah satu mesin kereta ini rusak. Berita baiknya, kereta ini memiliki dua mesin sehingga masih dapat melanjutkan perjalanan."
Kereta itu pun melanjutkan perjalanan tanpa hambatan. Beberapa jam kemudian, sang masinis kembali muncul dan memberikan pengumuman, "Para penumpang yang terhormat, saya memiliki satu berita baik dan satu berita buruk. Berita buruknya mesin kedua kita tidak berfungsi. Berita baiknya, Anda sedang menumpang kereta api, bukan pesawat terbang."

Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita 

Sumber: Make Them Laugh Help Them Learn, halaman 128
READ MORE - Humor: Kereta Mogok

Humor: Nenek Beriman

Ada seorang nenek yang terkenal memiliki keberanian untuk bersaksi tentang imannya. Dia sering kali berdiri di halaman rumahnya dan berteriak "PUJI TUHAN!!"

Tetangga nenek tersebut adalah seorang atheis yang sangat kesal dengan tingkah laku si nenek. Setiap kali si nenek berteriak, "PUJI TUHAN!", si atheis akan balas berteriak, "Tidak ada Tuhan!"
Suatu hari, si nenek tidak memiliki uang sepeser pun untuk membeli makanan. Dia berteriak "PUJI TUHAN! TUHAN, SAYA MEMBUTUHKAN MAKANAN! KIRANYA ENGKAU MENGIRIMKAN SAYURAN."

Keesokan harinya, si nenek keluar dan menemukan sekantong sayur-sayuran, lalu berteriak "PUJI TUHAN!" Tiba-tiba, si atheis muncul dari balik pagar dan berkata, "Aha! Aku sudah bilang 'kan kalau Tuhan itu tidak ada. Sayuran itu aku yang beli, bukan Tuhan!"

Si nenek lalu berbalik masuk ke rumahnya sambil berdoa "PUJI TUHAN, Engkau bukan saja mengirimiku sayuran, Engkau bahkan menyuruh iblis yang membayarnya. Puji Tuhan!"

Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! (Filipi 4:4)

Sumber: http://jokes.christiansunite.com/Faith/A_Very_Faithful_Woman.shtml 
READ MORE - Humor: Nenek Beriman

Humor: Pascaoperasi

Seorang pendeta baru saja siuman setelah menjalani operasi. Ia dibawa ke kamar pemulihan dan ditempatkan bersama dua orang lainnya. Sang pendeta bergumam dengan lega, "Syukurlah, semuanya sudah berlalu. Terima kasih Tuhan."
Orang di sebelah kanannya berkata, "Pak Pendeta, sebaiknya Bapak jangan terlalu yakin dulu. Kemarin, mereka meninggalkan karet busa di dalam perut saya. Jadi, saya harus menjalani operasi lagi."
Orang di sebelah kirinya berkata, "Saya juga harus dioperasi ulang. Mereka meninggalkan gunting di dalam perut saya."
Pak pendeta berkata, "Saya yakin itu tidak akan terjadi pada saya. Dokternya adalah anggota jemaat saya. Ia pasti akan mengerjakannya dengan hati-hati. Tadi, dia mengatakan bahwa semua peralatan operasi lengkap, enggak ada yang kurang."
Tiba-tiba pintu terbuka. Dokter yang mengoperasi si pendeta masuk dengan wajah panik dan berkata, "Suster, apa Anda melihat handphone saya?"

Anak-anakku, waspadalah terhadap segala berhala. (1 Yohanes 5:21)

Sumber: Senam Mulut Bikin Imut, halaman 79
READ MORE - Humor: Pascaoperasi

Humor: Siapa yang Pintar

Bejo adalah seorang pemuda yang putus sekolah. Ia berteman dengan Tono, seorang pemuda yang super jenius. Suatu hari, mereka pergi bersama-sama menggunakan kendaraan umum. Karena bosan, Tono, si jenius, punya ide.

Tono: Ayo, kita bermain biar tidak bosan. Aku akan menanyakan sesuatu dan kalau kamu tidak dapat menjawabnya, kamu harus memberiku uang seribu rupiah. Akan tetapi, kalau kamu bertanya kepadaku dan aku tidak bisa menjawabnya, aku harus memberimu uang lima ribu rupiah.

Tono yakin bahwa dia akan menang karena dia lebih pintar dari Bejo sehingga ia tahu kalau Bejo tidak akan bisa menjawab pertanyaannya.

Bejo: Oke, siapa takut?
Tono: Apa arti teori Pythagorian?
Bejo: Wah, kalau itu aku nggak tahu, Bro!
 
Dan, sesuai kesepakatan, Bejo memberikan uang seribu rupiah kepada Tono.

Bejo: Sekarang giliranku. Apakah ini: dia punya tiga kaki ketika naik ke bukit, tetapi punya empat kaki ketika turun dari bukit?
Tono (sambil berpikir keras): Hmmmm ... aku menyerah. Aku tidak tahu jawabannya.

Tono lalu memberikan uang lima ribu rupiah kepada Bejo.

Tono: Jadi, apa jawabannya, Bejo?
Bejo: Aku juga tidak tahu! (Sambil menyerahkan uang seribu rupiah kepada Tono.)

Dan, permainan berakhir karena bus sudah tiba di tempat tujuan mereka.

Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh! 

Sumber: http://jokes.christiansunite.com/Miscellaneous/Super_Genuis.shtml
READ MORE - Humor: Siapa yang Pintar

Sabtu, 27 September 2014

Cerita Inspiratif: Tangan Ibuku

Beberapa tahun yang lalu, ketika ibu saya berkunjung, ia mengajak saya untuk berbelanja bersamanya karena dia membutuhkan sebuah gaun yang baru. Saya sebenarnya tidak suka pergi berbelanja bersama dengan orang lain, dan saya bukanlah orang yang sabar, tetapi walaupun demikian kami berangkat juga ke pusat perbelanjaan tersebut.

Kami mengunjungi setiap toko yang menyediakan gaun wanita, dan ibu saya mencoba gaun demi gaun dan mengembalikan semuanya. Seiring hari yang berlalu, saya mulai lelah dan ibu saya mulai frustasi. Akhirnya, pada toko terakhir yang kami kunjungi, ibu saya mencoba satu stel gaun biru yang cantik terdiri dari tiga helai. Pada blusnya terdapat sejenis tali di bagian tepi lehernya, dan karena ketidaksabaran saya, maka untuk kali ini saya ikut masuk dan berdiri bersama ibu saya dalam ruang ganti pakaian.

Saya melihat bagaimana ia mencoba pakaian tersebut, dan dengan susah mencoba untuk mengikat talinya.Ternyata tangan-tangannya sudah mulai dilumpuhkan oleh penyakit radang sendi dan sebab itu dia tidak dapat melakukannya.

Seketika ketidaksabaran saya digantikan oleh suatu rasa kasihan yang dalam kepadanya. Saya berbalik pergi dan mencoba menyembunyikan air mata saya yang mengalir keluar tanpa saya sadari.

Setelah saya mendapatkan ketenangan lagi, saya kembali masuk ke kamar ganti untuk mengikatkan tali gaun tersebut. Pakaian ini begitu indah, dan dia membelinya.

Perjalanan belanja telah berakhir, tetapi kejadian tersebut terukir dan tidak dapat terlupakan dari ingatan saya. Sepanjang sisa hari itu, pikiran saya tetap saja kembali pada saat berada di dalam ruang ganti pakaian tersebut dan terbayang tangan ibu saya yang sedang berusaha mengikat tali blusnya. Kedua tangan yang penuh dengan kasih, yang pernah menyuapi saya, memandikan saya, memakaikan baju, membelai dan memeluk saya, dan terlebih dari semuanya, berdoa untuk saya, sekarang tangan itu telah menyentuh hati saya dengan cara yang paling membekas dalam hati saya.

Kemudian pada sore harinya, saya pergi ke kamar ibu saya, mengambil tangannya, menciumnya dan, yang membuatnya terkejut,memberitahukannya bahwa bagi saya kedua tangan tersebut adalah tangan yang paling indah di dunia ini.

Saya sangat bersyukur bahwa Tuhan telah membuat saya dapat melihat dengan mata saya yang baru betapa bernilai dan berharganya kasih sayang yang penuh pengorbanan dari seorang ibu. Saya hanya dapat berdoa bahwa suatu hari kelak tangan saya dan hati saya akan memiliki keindahannya tersendiri.

Dunia ini memiliki banyak keajaiban, Segala ciptaan Allah yang begitu agung; Tetapi tak satu pun yang dapat menandingi keindahan tangan ibu.

(Bev Hulsizer)

source: http://kasih-yesus-dihidupku.blogspot.com/2010/03/tangan-ibuku.html
READ MORE - Cerita Inspiratif: Tangan Ibuku