AJARAN KRISTEN SEBAGAI PENUNTUN HIDUP

ajaran kristen tentang banyak hal

Yesus berkata: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku."

Senin, 30 September 2013

Renungan Harian: Tidak ditentukan Orang Lain

"Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka." 
Lukas 6:35

Dua orang sahabat sedang menghampiri kios koran dan membeli beberapa koran serta majalah. Adanya pembelian harusnya membuat penjual koran tersebut senang. Tapi yang terjadi tidaklah demikian. Dia melayani dengan buruk, tidak sopan, dan dengan muka cemberut. Orang pertama jelas jengkel menerima layanan yang buruk seperti itu. Yang mengherankan, orang kedua tetap enjoy, bahkan bersikap sopan kepada penjual tersebut. Orang pertama bertanya kepada sahabatnya, “Mengapa kamu bersikap sopan kepada penjual menyebalkan itu?” Sahabatnya menjawab, “Mengapa aku harus mengizinkan dia menentukan caraku dalam bertindak?”

Yes! Itulah pointnya! Jangan pernah biarkan orang lain menentukan cara kita bertindak seandainya orang tersebut sedang melakukan hal yang buruk kepada kita. Sayangnya, sering kali kita tidak berbuat demikian. Tindakan kita kerap dipengaruhi oleh tindakan orang lain kepada kita. Kalau mereka melakukan hal yang buruk, kita akan membalasnya dengan hal yang lebih buruk lagi. Kalau mereka tidak sopan, kita akan lebih tidak sopan lagi. Kalau orang lain pelit terhadap kita, kita yang semula pemurah tiba-tiba jadinya sedemikian pelit kalau harus berurusan dengan orang tersebut.

Harus saya akui, kadang kala saya gagal juga dalam hal ini, khususnya saat saya berkendara. Saat ada mobil lain menyerobot jalan dengan seenaknya, saya tiba-tiba jadi jengkel dan berusaha membalasnya dengan gantian menyerobot jalannya. Tindakan saya dipengaruhi oleh tindakan orang lain terhadap saya. Di sisi lain, saya bisa berbuat sedemikian baik, santun, dan luar biasa terhadap orang yang juga melakukan hal yang sama kepada saya. Saat saya merenung-renung tentang hal ini, saya jadi malu sendiri. Mengapa tindakan saya harus dipengaruhi oleh orang lain? Mengapa untuk berbuat baik saja, saya harus menunggu diperlakukan dengan baik oleh orang lain dulu? Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda juga punya “penyakit” seperti saya? Jaga suasana hati, jangan biarkan sikap buruk orang lain kepada kita menentukan cara kita bertindak.

Sumber: http://www.renungan-spirit.com/
READ MORE - Renungan Harian: Tidak ditentukan Orang Lain

Selasa, 24 September 2013

Kesaksian: Vannes Wu

Vanness Wu adalah dulu mantan Ateis (Tidak mengakui kepercayaan adanya TUHAN) dan sekarang Percaya kepada TUHAN YESUS lalu masuk Kristen..

Lihatlah Bagaimana TUHAN YESUS Mengubah Hidup Vaness Wu (Ateis Masuk Kristen)

Ini kisahnya :
Vanness  Wu adalah Artis serial Meteor Garden yang popular di awal 2000-an dan salah satu anggota personel F4 Taiwan  yang terkenal sangat atraktif dan tidak banyak digosipkan terlibat asmara. Semasa hidupnya yang lalu , Vanness Wu belum mengakui keberadaan adanya TUHAN di karenakan hidupnya masih ada gangguan seperti pergaulan bebas,dan masih kebingungan. Tetapi Beberapa tahun kemudian, Vanness Wu berubah menjadi lebih agamis. Sejak  percaya adanya TUHAN YESUS , dia mengklaim dirinya sudah tidak berhubungan dengan gadis-gadis di sekelilingnya. Vanness  tidak marah ketika dirinya digosipkan. Dia bahkan berkata, “Saya akan mendoakan mereka yang tidak percaya kepada saya.” Setelah serial Autumn’s Concerto naik tayang mulai 4 Oktober 2009, namanya kembali menjadi perbincang banyak fans, semua ini berkat rating tinggi yang berhasil diraih! Bahkan Vanness dan Ady An dinobatkan pasangan paling serasi tahun ini!

Berhenti mempermainkan Cinta

Saat Vanness  mengumumkan bahwa dia berhenti bermain cinta, rumor asmaranya tidak berhenti disitu sampai dia menyatakan, “Saya merasa begitu aneh. Saya mengatakannya dengan keras, tapi tetap saja tidak ada yang mendengarnya. Tetapi saya akan berkata kepada diriku sendiri untuk tidak marah dengan semua ini.” Dia merasa perlu lebih banyak mendoakan siapa saja yang salah paham padanya. Jika melihat seorang gadis cantik, dia akan pura-pura tidak melihatnya, tapi hanya akan memuji kecantikannya saja. Hanya itu saja, dia tidak akan berbuat lebih jauh lagi. Vanness  sangat mengerti hal itu, tujuan berikutnya adalah menemukan pasangan yang akan hidup bersamanya.

Percaya kepada TUHAN YESUS Maka hidupnya  akan Bahagia

Menjadi seorang bintang idola populer identik dengan sering pergi ke klub hampir tiap malam dan mabuk. Ketika dalam keadaan down, dia akhirnya menemukan dimana  dirinya benar-benar memiliki sebuah agama, yang telah mengubahnya menjadi manusia yang bertanggung jawab dan matang untuk menghadapi kehidupan ini. Vanness tidak hanya berhenti minum dan  menuruti hawa nafsunya,  tetapi juga kebiasaan buruknya sebagai seorang pemuda yang arogan..
Dia kembali dengan penampilan  dan imej yang baru (mungkin seperti yang diperlihatkannya dalam serial Autumn’s Concerto, red). Dia mengambil peran sebagai seorang laki-laki dewasa dalam serial idola  Autumn’s Concerto, yang membuat banyak orang terkesan dengan  penampilannya. Aktingnya juga jauh lebih matang, kalau tidak mau dikatakan lebih unggul dibandingkan rekan F4 lainnya.

Yang Kulakukan Adalah Benar

Mengakui adanya TUHAN YESUS  selama hampir 2 tahun ini,  Vanness  Wu  masih memiliki segala macam keraguan. Dalam hal ini, dia dapat menjawab semua pertanyaan dengan mudah. Dia berkata, “Percaya kepada TUHAN YESUS menjadikan perasaanku tentram, mengetahui siapa aku, dan mengetahui bagaimana menjaga kepercayaan yang sudah diyakini. Belajar bagaimana cara bersyukur, memberiku kekuatan yang besar, menjadikan aku seperti dilahirkan kembali untuk membawa perdamaian dan harapan. Jadi, aku tidak akan terlalu keras  memikirkan bagaimana komentar orang tentang saya. Karena aku tahu bahwa apa yang diperbuat adalah benar.”  Bahkan saudara  Vanness Wu,  Geoffrey berkomentar, di masa lalu, jika  Vanness  Wu marah, dia akan  menghantam dinding untuk melampiaskan amarahnya. Tetapi sekarang,  dia hanya akan diam berjalan kembali kekamarnya. Mereka juga tidak minum (minuman keras,red) lagi.

Cinta Sejati

Vanness  Wu adalah seorang yang  memberi  banyak hal tanpa keraguan. Dia suka untuk selalu berada disamping kekasihnya, ingin bersamanya setiap waktu, memintanya untuk melakukan segala sesuatu bersama. Dia bahkan berfikir, siapapun yang memberi banyak hal dalam suatu hubungan adalah makna dari mencintai satu sama lain dengan lebih,  Itulah yang dinamakan cinta. Kemudian perlahan-lahan, Vanness Wu  menyadari, jika terus membandingkan siapa yang  memberikan lebih banyak cinta dalam suatu hubungan, maka hal itu hanya tipuan belaka, itu bukanlah cinta sejati.

Ketika ditanya tentang hubungan cinta, Vanness Wu  berhenti sejenak untuk berpikir lalu berkata, “Anda tidak dapat mengubah seseorang dan tidak punya hak untuk melakukan hal itu kepada siapa pun. Misalnya, jika  aku mampu  mencampur es krim dan nasi gurih, Tetapi tidak bisa memaksa orang lain untuk memakannya. Karena, dia mungkin berpikir itu baik untuk dimakan dengan cara ini. Mencintai seseorang itu tidak mencoba mengubahnya, tapi memahaminya, Bagaimana cara membuat keduanya enjoy dalam melakukan segala sesuatu bersama, tidak peduli sedih atau bahagia, baik atau buruk.

“Dari faktor suka, seseorang membina hubungan khusus.  Vanness  merasa jalan terbaik adalah yang pertama memahami karakter setiap orang dan meletakkan diri anda sebagai dirinya dan melakukan yang terbaik untuknya. Tahun lalu,  Vanness  mengakui dia jatuh cinta kepada seseorang,  lalu dia akan menyatakan cinta padanya.  Sekarang, Vanness merasa cara ini bukan sikap yang tepat.  Vanness  sekarang selalu melihat kedepan  untuk membentuk keluarganya sendiri. Melakukan yang terbaik untuk karirnya dan semua orang di sekelilingnya. Vanness  lebih lanjut menekankan bahwa pasangannya harus memiliki agama yang sama seperti dirinya, agar memiliki keyakinan yang sama, dapat tumbuh dan bekerja keras untuk masa depan mereka bersama. “Waktu Vanness untuk keluarga, sangat minim. Jadi,vanness harus pintar-pintar mengatur jadwalnya yaitu Baik jadwal dalam KKR (Kebangkitan Kerohanian Kristen), serta jadwal show."

Memulai Hidup Baru

Memikirkan kembali masa lalunya, Vanness  mengaku bahwa dia telah  melakukan suatu hal yang tidak seharusnya dilakukan, tetapi dia tidak mau berpikir bagaimana jika dia bisa mulai semuanya lagi. Pada kenyataannya, dia ingin menghadapinya dengan positif dan mengatakan bahwa “Mengapa tidak menghadapi pentas sekarang, kemudian berusaha untuk memulai dari awal lagi? Ketika dihadapkan dengan situasi yang sama, belajar bagaimana menghadapi dengan sikap lebih dewasa dan bijaksana.

Hanya mulai dari dimana Anda telah jatuh,  anda akan mendapatkan kesempatan untuk memulai lagi.” Vanness  berharap bahwa semakin banyak orang tahu apa yang telah dia lalui dan tentang perubahan tersebut, itu semakin baik. Dulu dia  berpikir bahwa dia tidak punya masa depan dan sebagainya. Tetapi, Sekarang  Vanness  sangat kuat keyakinannya, bahwa jika  memberikan semua yang dia bisa, maka dia akan memetik buahnya.


Vanness Wu adalah mantan Ateis dan sekarang Percaya kepada TUHAN YESUS lalu masuk Kristen...

Sumber: http://nkh-communities.blogspot.com
READ MORE - Kesaksian: Vannes Wu

Jumat, 20 September 2013

Humor: Kelelahan

Sepulang dari kebaktian Natal, seorang istri pendeta berbaring di sofa karena kelelahan. Ia menumpahkan kekesalannya, "Aduuuh, saya benar-benar merasa capek."
Sang suami memandangnya dan berkata, "Saya heran dengan kamu. Saya telah memimpin dua kebaktian Natal kemarin malam. Hari ini memberi lima kali khotbah. Lalu, kenapa kamu yang merasa kelelahan, Bu?"
Dengan wajah masam sang istri menjawab, "Masalahnya, saya harus duduk mendengarkan semua khotbah itu, kan?"

Janganlah lekas-lekas marah dalam hati, karena amarah menetap dalam dada orang bodoh
(Pengkhotbah 7:9) 

Sumber: http://kgpmmesiasranomut.blogspot.com
READ MORE - Humor: Kelelahan

Rabu, 11 September 2013

Cerita Inspiratif: Batang Kayu yang Kuat

Seorang wisatawan di Italia memperhatikan pekerjaan para penebang kayu. Mereka sering menancapkan besi tajam ke dalam batang kayu, lalu menarik dan memisahkan batang kayu itu dengan batang kayu yang lain, dan selanjutnya dihanyutkan di sungai yang mengalir dari sebuah pegunungan. Dengan perasaan ingin tahu ia bertanya kepada para penebang kayu itu, "Mengapa kalian berbuat demikian?"

"Semua batang kayu ini mungkin kelihatannya sama saja dalam pandangan Anda," mereka menjelaskan. "Tetapi sebenarnya tidaklah demikian. Batang-batang kayu yang saya biarkan hanyut adalah batang-batang yang berasal dari pohon-pohon kayu yang tumbuh di lembah-lembah. Pohon-pohon kayu itu terlindung dari hembusan angin topan, sehingga kayunya tidak padat. Tapi batang kayu yang kuat adalah batang yang berasal dari pohon kayu yang tumbuh di atas gunung-gunung. Sejak masih kecil mereka telah ditiup angin kencang. Hal ini membuat mereka makin lama makin padat berisi. Kami memilih batang-batang pohon seperti itu untuk dipakai secara khusus. Kayu seperti itu terlalu bagus untuk dijadikan papan biasa."

Tuhan sering mengijinkan pencobaan dan angin kesusahan menggoncang hidup kita agar kita dikuatkan untuk dapat dipakai secara khusus dalam ladang pekerjaanNya.

"Aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan, dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat."
(2 Korintus 12:10).
 
Sumber: http://inspirasi-kristen.blogspot.com
READ MORE - Cerita Inspiratif: Batang Kayu yang Kuat

Jumat, 30 Agustus 2013

Renungan Harian: Polisi Tidur

Bacaan: Roma 8:28
"Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah."

Gimana rasanya kalo ngelewatin jalan yang banyak polisi tidurnya? Duh... sebel deh! Kalo bisa mendingan kita pilih lewat jalan lain. Apalagi kalo kita pas kebetulan naik mobil sedan yang pendek, polisi tidur bagaikan momok perusak. Tapi taukah kita untuk apa polisi tidur itu dibuat? Polisi tidur dibuat untuk memaksa pengemudi kendaraan menurunkan kecepatan kendaraannya demi mencegah terjadinya kecelakaan. Biasanya jalanan yang diberi polisi tidur adalah jalan kompleks perumahan yang tentu saja banyak orang berseliweran disana. Meski membuat para pengendara merasa kurang nyaman, tapi polisi tidur bisa mencegah terjadinya kecelakaan.
Saat kita menemui hambatan dalam hidup ini, sadarkah kita bahwa sebenernya beberapa dari hambatan itu bisa merupakan polisi tidur bagi kita. Apa yang nampaknya seperti sebuah penghalang yang memperlambat keberhasilan, ternyata dibuat demi kebaikan kita sendiri. Saat kita putus pacar, saat enggak diterima di univ idaman, saat ekonomi keluarga bangkrut, saat semua nampaknya menghambat cita-cita kita, ternyata enggak sepenuhnya benar.
Meski nampaknya menjadi penghalang, “polisi tidur” ternyata justru membantu kita meraih keberhasilan. Adanya hambatan seringkali membuat pikiran kita menjadi lebih matang. Kita menjadi lebih dewasa dan mandiri. Penghalang juga mengasah kita menjadi lebih kreatif. Kita enggak mundur dan menyerah begitu aja, tapi menciptakan jalan keluar lain yang mungkin enggak terpikirkan sebelumnya. Penghalang pun mampu membuat diri kita jadi lebih bijak dan rendah hati. Kita mengakui bahwa ada kuasa yang lebih besar dari diri kita yakni Tuhan, yang bisa melakukan apa aja dalam hidup kita demi kebaikan kita. So, daripada ngedumel saat menemui polisi tidur dalam hidup kita, mendingan kita bersyukur dan melihat sisi positif dari semuanya itu.

Sumber: http://www.renungan-spirit.com/
READ MORE - Renungan Harian: Polisi Tidur

Jumat, 23 Agustus 2013

Kesaksian Ahok

Kesaksian Basuki Tjahaja Purnama
Saya lahir di Gantung, desa Laskar Pelangi, di Belitung Timur, di dalam keluarga yang belum percaya kepada Tuhan. Beruntung sekali sejak kecil selalu dibawa ke Sekolah Minggu oleh kakek saya. Meskipun demikian, karena orang tua saya bukan seorang Kristen, ketika beranjak dewasa saya jarang ke gereja.

Saya melanjutkan SMA di Jakarta dan di sana mulai kembali ke gereja karena sekolah itu merupakan sebuah sekolah Kristen. Saat saya sudah menginjak pendidikan di Perguruan Tinggi, Mama yang sangat saya kasihi terserang penyakit gondok yang mengharuskan dioperasi. Saat itu saya walaupun sudah mulai pergi ke gereja, tapi masih suka bolos juga. Saya kemudian mengajak Mama ke gereja untuk didoakan, dan mujizat terjadi. Mama disembuhkan oleh-Nya! Itu merupakan titik balik kerohanian saya. Tidak lama kemudian Mama kembali ke Belitung, adapun saya yang sendiri di Jakarta mulai sering ke gereja mencari kebenaran akan Firman Tuhan.

Suatu hari, saat kami sedang sharing di gereja pada malam Minggu, saya mendengar Firman Tuhan dari seorang penginjil yang sangat luar biasa. Ia mengatakan bahwa Yesus itu kalau bukan Tuhan pasti merupakan orang gila. Mana ada orang yang mau menjalankan sesuatu yang sudah jelas tidak mengenakan bagi dia? Yesus telah membaca nubuatan para nabi yang mengatakan bahwa Ia akan menjadi Raja, tetapi Raja yang mati di antara para penjahat untuk menyelamatkan umat manusia, tetapi Ia masih mau menjalankannya! Itu terdengar seperti suatu hal yang biasa-biasa saja, tetapi bagi saya merupakan sebuah jawaban untuk alasan saya mempercayai Tuhan. Saya selalu berdoa “Tuhan, saya ingin mempercayai Tuhan, tapi saya ingin sebuah alasan yang masuk akal, cuma sekedar rasa doang saya tidak mau," dan Tuhan telah memberikan PENCERAHAN kepada saya pada hari itu. Sejak itu saya semakin sering membaca Firman Tuhan dan saya mengalami Tuhan.

Setelah saya menamatkan pendidikan dan mendapat gelar Sarjana Teknik Geologi pada tahun 1989, saya pulang kampung dan menetap di Belitung. Saat itu Papa sedang sakit dan saya harus mengelola perusahaannya. Saya takut perusahaan Papa bangkrut, dan saya berdoa kepada Tuhan. Firman Tuhan yang pernah saya baca yang dulunya tidak saya mengerti, tiba-tiba menjadi rhema yang menguatkan dan mencerahkan, sehingga saya merasakan sebuah keintiman dengan Tuhan. Sejak itu saya kerajingan membaca Firman Tuhan. Seiring dengan itu, ada satu kerinduan di hati saya untuk menolong orang-orang yang kurang beruntung.

Papa saat masih belum percaya Tuhan pernah mengatakan, “Kita enggak mampu bantu orang miskin yang begitu banyak. Kalau satu milyar kita bagikan kepada orang akhirnya akan habis juga.” Setelah sering membaca Firman Tuhan, saya mulai mengerti bahwa charity berbeda dengan justice. Charity itu seperti orang Samaria yang baik hati, ia menolong orang yang dianiaya. Sedangkan justice, kita menjamin orang di sepanjang jalan dari Yerusalem ke Yerikho tidak ada lagi yang dirampok dan dianiaya. Hal ini yang memicu saya untuk memasuki dunia politik.

Pada awalnya saya juga merasa takut dan ragu-ragu mengingat saya seorang keturunan yang biasanya hanya berdagang. Tetapi setelah saya terus bergumul dengan Firman Tuhan, hampir semua Firman Tuhan yang saya baca menjadi rhema tentang justice. Termasuk di Yesaya 42 yang mengatakan Mesias membawa keadilan, yang dinyatakan di dalam sila kelima dalam Pancasila. Saya menyadari bahwa panggilan saya adalah justice. Berikutnya Tuhan bertanya, "Siapa yang mau Ku-utus?" Saya menjawab, “Tuhan, utuslah aku”.

Di dalam segala kekuatiran dan ketakutan, saya menemukan jawaban Tuhan di Yesaya 41. Di situ jelas sekali dibagi menjadi 4 perikop. Di perikop yang pertama, untuk ayat 1-7, disana dikatakan Tuhan membangkitkan seorang pembebas. Di dalam Alkitab berbahasa Inggris yang saya baca (The Daily Bible – Harvest House Publishers), ayat 1-4 mengatakan God’s providential control, jadi ini semua berada di dalam kuasa pengaturan Tuhan, bukan lagi manusia. Pada ayat 5-10 dikatakan Israel specially chosen, artinya Israel telah dipilih Tuhan secara khusus. Jadi bukan saya yang memilih, tetapi Tuhan yang telah memilih saya. Pada ayat 11-16 dikatakan nothing to fear, saya yang saat itu merasa takut dan gentar begitu dikuatkan dengan ayat ini. Pada ayat 17-20 dikatakan needs to be provided, segala kebutuhan kita akan disediakan oleh-Nya. Perikop yang seringkali hanya dibaca sambil lalu saja, bisa menjadi rhema yang menguatkan untuk saya. Sungguh Allah kita luar biasa.

Di dalam berpolitik, yang paling sulit itu adalah kita berpolitik bukan dengan merusak rakyat, tetapi dengan mengajar mereka. Maka saya tidak pernah membawa makanan, membawa beras atau uang kepada rakyat. Tetapi saya selalu mengajarkan kepada rakyat untuk memilih pemimpin: yang pertama, bersih yang bisa membuktikan hartanya dari mana. Yang kedua, yang berani membuktikan secara transparan semua anggaran yang dia kelola. Dan yang ketiga, ia harus profesional, berarti menjadi pelayan masyarakat yang bisa dihubungi oleh masyarakat dan mau mendengar aspirasi masyarakat. Saya selalu memberi nomor telepon saya kepada masyarakat, bahkan saat saya menjabat sebagai bupati di Belitung. Pernah satu hari sampai ada seribu orang lebih yang menghubungi saya, dan saya menjawab semua pertanyaan mereka satu per satu secara pribadi. Tentu saja ada staf yang membantu saya mengetik dan menjawabnya, tetapi semua jawaban langsung berasal dari saya.

Pada saat saya mencalonkan diri menjadi Bupati di Belitung juga tidak mudah. Karena saya merupakan orang Tionghoa pertama yang mencalonkan diri di sana. Dan saya tidak sedikit menerima ancaman, hinaan bahkan cacian, persis dengan cerita yang ada pada Nehemia 4, saat Nehemia akan membangun tembok di atas puing-puing di tembok Yerusalem.

Hari ini saya ingin melayani Tuhan dengan membangun di Indonesia, supaya 4 pilar yang ada, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika bukan hanya wacana saja bagi Proklamator bangsa Indonesia, tetapi benar-benar menjadi pondasi untuk membangun rumah Indonesia untuk semua suku, agama dan ras. Hari ini banyak orang terjebak melihat realita dan tidak berani membangun. Hari ini saya sudah berhasil membangun itu di Bangka Belitung. Tetapi apa yang telah saya lakukan hanya dalam lingkup yang relatif kecil. Kalau Tuhan mengijinkan, saya ingin melakukannya di dalam skala yang lebih besar.

Saya berharap, suatu hari orang memilih Presiden atau Gubernur tidak lagi berdasarkan warna kulit, tetapi memilih berdasarkan karakter yang telah teruji benar-benar bersih, transparan, dan profesional. Itulah Indonesia yang telah dicita-citakan oleh Proklamator kita, yang diperjuangkan dengan pengorbanan darah dan nyawa. Tuhan memberkati Indonesia dan Tuhan memberkati Rakyat Indonesia.
Sumber: http://kesaksian-life.blogspot.com

READ MORE - Kesaksian Ahok

Senin, 19 Agustus 2013

Humor: Karakter Yudas

Sutradara: Bontor, mengapa kamu tidak mau memerankan tokoh Yudas dalam pementasan kita nanti? Padahal Tonton saja mau menjadi
tokoh Petrus.
Bontor : Masalahnya, Tonton itu memang keras kepala sehingga ia bisa
menjalani perannya dengan baik.
Sutradara: Lha, memangnya kamu tidak bisa memerankan tokoh Yudas?
Bontor : Sebenarnya, saya bisa memerankannya, tetapi takut melakukannya. Bukankah tokoh Yudas itu mata duitan?
Sutradara: Takut?
Bontor : Saya juga mata duitan, jadi saya takut kalau nantinya
terlalu menjiwai peran itu.

Sumber: http://humor.sabda.org/karakter_yudas
READ MORE - Humor: Karakter Yudas