AJARAN KRISTEN SEBAGAI PENUNTUN HIDUP

ajaran kristen tentang banyak hal

Yesus berkata: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku."

Senin, 19 November 2012

Humor : Menang Kartu

Otong : Pak pendeta, anak bapak lagi main kartu tuh !
Pendeta : Ya Tuhanku maafkanlah dia, karena dia tak tahu apa yg dia perbuat
Otong : Tapi menang
Pendeta : Puji Tuhan !
READ MORE - Humor : Menang Kartu

Minggu, 18 November 2012

Renungan Harian : Kekuatan Tuhan Pada Jaring Laba.

Bacaan : 1 Korintus 1:25
Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari pada manusia.

Pada saat Perang Dunia ke 2, ada seorang tentara Amerika yang terpisah dari unitnya di sebuah pulau di Pasifik. Karena pertempuran sangat gencar penuh asap dan tembakan, dia terpisah dari rekan-rekannya. 

Sementara dia sendirian di dalam hutan, dia mendengar tentara musuh mulai mendekati tempat persembunyiannya. Berusaha untuk bersembunyi, dia mulai naik ke sebuah bukit dan menemukan beberapa gua di sana. Secara cepat dia merangkak masuk ke dalam salah satu gua. Dia merasa aman untuk sementara, namun dia menyadari jika tentara musuh melihatnya merayap ke atas bukit, mereka pasti akan segera memeriksa semua gua dan membunuhnya. 

Dalam gua itu, dia mulai berdoa kepada Tuhan,” Tuhan, jika ini kehendak-Mu, tolong lindungi aku. Apapun yang terjadi, aku tetap mencintai-Mu dan mempercayai-Mu. Amin.” 

Setelah berdoa, dia bertiarap dan mulai mendengar tentara musuh mulai mendekatinya. Dia mulai berpikir,”Baiklah, aku kira Tuhan tidak akan menolongku dari situasi ini.” Kemudian dia melihat seekor laba-laba mulai membangun jaring di depan gua persembunyiannya. Sementara dia mengawasi dan mendengar tentara musuh yang sedang mencarinya, lala-laba itu terus membentangkan benang-benang jaring di pintu masuk gua. 

 Dia terkejut dan berpikir,” Yang aku butuhkan sekarang adalah sebuah tembok pertahanan, mengapa Tuhan malah memberi sebuah jaring laba-laba. Pasti Tuhan sedang bercanda.”Dari kegelapan gua, dia melihat musuh mulai mendekat dan memeriksa setiap gua. Dia bersiap-siap untuk melakukan perlawanan terakhirnya, namun ada yang membuatnya heran karena tentara musuh hanya melihat sekilas ke arah gua persembunyiannya setelah itu mereka pergi begitu saja. 

 Tiba-tiba dia menyadari bahwa ternyata jaring laba-laba yang ada di pintu gua telah membuat gua itu terlihat seperti belum ada seseorang yang memasukinya. Karena kejadian itu, dia berdoa dan minta ampun kepada Tuhan karena sudah meragukan pertolongan Tuhan.” Tuhan, ampunilah aku. Aku lupa bahwa di dalam Engkau, jaring laba-laba menjadi lebih kuat dari dinding beton.” 

 Dalam hidup ini pun kita sering menganggap bahwa Tuhan harus menyediakan hal yang besar dan dasyat untuk menolong hidup kita. Tetapi kita sering lupa bahwa di dalam Tuhan hal yang kecil dan remeh bisa dipakai untuk menolong kita.

Sumber : http://renunganhidup.com
READ MORE - Renungan Harian : Kekuatan Tuhan Pada Jaring Laba.

Sabtu, 17 November 2012

Cerita Inspiratif : Cerita Si Penjual Apel

Beberapa tahun lalu sebuah grup salesman menghadiri sebuah konfrensi di Chicago. Mereka telah berjanji kepada istri masing-masing akan tiba di rumah pada hari Jumat malam untuk makan malam bersama. Hal ini membuat mereka terburu-buru mengejar pesawat mereka sambil membawa koper-kopernya. Namun saat menuju tempat boarding pass tanpa sengaja salah seorang salesman itu menyenggol sekotak apel yang dijajakan. Apel-apel itu berhamburan kemana-mana. Namun para salesman itu tetap bergegas mengejar pesawat mereka, karena jika tidak maka mereka akan terlambat. 

Tapi satu orang diantara mereka berhenti. Dia berhenti sejenak dan mengambil nafas dalam-dalam, dia mencoba mendengarkan suara hatinya, dan ia merasakan belas kasihan pada gadis yang menjual apel-apel itu. Dia segera memberitahu teman-temannya untuk berangkat tanpa dirinya, dia meminta salah satu dari mereka untuk menghubungi istrinya bahwa ia akan terlambat pulang. Pria itu kemudian kembali ke terminal dimana apel-apel tadi berhamburan ke lantai. Pria itu bersyukur telah membuat keputusan yang benar. Gadis penjual apel itu ternyata buta! 

Gadis itu menangis, dan rasa frustasi terlihat jelas diwajahnya. Dia mencoba meraba-raba mencari apel-apelnya. Ia berseru meminta pertolongan untuk mengumpulkan barang dagangannya, namun tidak seorang pun yang peduli. Salesman itu berlutut memunguti apel itu bersama gadis itu, setelah mengumpulkannya, ia membantu menatanya kembali di meja. Saat ia melihat banyak diantara apel itu yang rusak, ia memisahkannya. Saat telah selesai, ia berkata kepada gadis itu, “Ini uang 40 dolar, tolong ambil ini untuk mengganti kerusakan yang terjadi. Apakah kamu baik-baik saja?” Gadis itu menghapus air matanya. Pria itu kemudian berkata, “Aku harap apa yang kami lakukan tidak merusak harimu sedemikian buruk.” 

Ketika pria itu hendak pergi meninggalkan gadis buta itu, gadis itu memanggilnya kembali. ”Tuan..” Pria itu berbalik menatap gadis itu. ”Apakah engkau Yesus?” tanya gadis itu. Pria itu hanya tertegun dan tidak bisa menjawab pertanyaan itu. Perlahan dia pergi ke arah penjual tiket untuk pulang kerumahnya dengan pesawat selanjutnya. Namun pertanyaan gadis itu terus terdengar di telinganya,“Apakah engkau Yesus?” 

Refleksi:
Banyak orang di dunia ini seperti gadis itu, mereka dalam keadaan buta dan membutuhkan pertolongan. Namun kita yang telah dicelikkan oleh Yesus Kristus jarang yang mau berhenti sejenak dan menolong mereka. Jika kita menyatakan mengenal Yesus, seharusnya kita berjalan dan hidup sebagaimana Yesus hidup. Sehingga ketika kehidupan seseorang bersentuhan dengan hidup kita, dia dapat merasakan kasih Yesus itu. Sudahkah hidup kita mencerminkan kehidupan Yesus?

Sumber : http://renunganhidup.com
READ MORE - Cerita Inspiratif : Cerita Si Penjual Apel

Kesaksian : Berkat dari Kerusuhan

Jemmy berasal dari keluarga yang tidak mengenal Tuhan. Ayahnya adalah seorang pengusaha sukses di Medan yang kemudian jatuh miskin karena ditipu karyawannya sendiri. Saat itu Jemmy masih duduk di bangku kelas dua sekolah dasar. Kondisi ekonomi yang sulit membuat ayah Jemmy membawa seluruh keluarganya ke Jakarta. Di sana mereka tinggal di sebuah garasi milik teman ayah Jemmy. 

Selama bertahun-tahun hutang melilit keluarga Jemmy. Tinggal di sebuah garasi menjadi suatu pengalaman pahit yang tak terlupakan bagi Jemmy. Bahkan Jemmy sendiri pun harus bekerja keras untuk membiayai kuliahnya. Namun kesulitan yang harus Jemmy hadapi di dalam keluarganya tidak membuatnya menjadi mundur, melainkan membuat Jemmy mempunyai satu tekad untuk keluar dari masalah ekonomi itu

Pada tahun 1984 Jemmy menikah dengan Ninawati. Setelah 10 tahun, kerja keras Jemmy dan Ninawati terbayar. Usaha Chic's Music yang mereka rintis mulai berkembang. Bertahun-tahun Jemmy berjuang untuk lepas dari lingkaran kemiskinan. Saat usaha mulai berkembang, sebuah kerusuhan mengancam usahanya. 

Sabtu, 27 Juli 1996

Ketakutan melanda kota Jakarta. Konflik kekuasaan terhadap dua kubu politik pecah. Korban pun berjatuhan. Tak sedikit dari mereka adalah warga sipil. Jemmy Suhadi adalah salah satu di antaranya. 

Beberapa hari sebelummya Jemmy memang sudah mendengar akan ada penyerangan ke kantor PDI, kantor yang hanya berjarak 1 km dari toko alat musik Jemmy. Tapi Jemmy hanya menanggapinya dengan biasa karena ia tidak menyangka kalau keadaannya akan separah itu karena memang belum pernah terjadi kerusuhan apalagi sampai terjadi peristiwa pembakaran. 
Pada saat itu toko Jemmy sedang mendapat order yang banyak karena sebagaimana lazimnya setiap tahun, menjelang tanggal 17 Agustus, pembeli di toko Jemmy pasti sangat ramai dikunjungi orang. Biasanya mereka membutuhkan alat band maupun sound system yang akan dipakai di perayaan-perayaan 17-an. Waktu itu Jemmy juga mendapat order yang besar sehingga pada waktu kejadian, Jemmy sedang mengumpulkan barang-barang yang akan ia kirim ke pembelinya. 
Pukul 1 siang Jemmy sudah mulai menyuruh sebagian karyawannya pulang terutama wanita sampai tinggal sembilan orang yang masih bekerja di toko itu. Pukul 5 sore, massa mulai berpencar. Mereka mulai bergerak ke arah pertokoan. Dengan membabi buta mereka mulai merusak beberapa bangunan. Karyawan Jemmy pun mulai panik. Ditambah lagi keadaan yang gelap gulita karena lampu sudah mati sejak pukul 4 sore. Massa sudah sangat banyak dan bergerak semakin dekat ke toko Jemmy. Dengan cepat Jemmy menyuruh karyawannya untuk menutup pintu besi tokonya dan segera mencari tempat perlindungan. Ruko di sebelah toko Jemmy pun sudah dijarah. Keadaan sudah semakin gawat. 

Jam 5 sore massa sudah membakar toko di ujung jalan, sederetan dengan toko Jemmy. Pada waktu itu Jemmy dan seluruh karyawannya sudah tidak dapat berbuat apa-apa lagi. Dengan penuh ketakutan dan kepanikan, Jemmy bersembunyi di dalam ruko yang gelap total karena lampu yang sudah padam. Mereka hanya dapat mendengar teriakan massa yang histeris, "Bakar!! Bakar!! Bunuh!! Bongkar!!". Teriakan-teriakan itu semakin membuat Jemmy dan seluruh karyawannya ketakutan. Stress pun melanda mereka karena mereka sudah tidak tahu lagi apa yang seharusnya mereka perbuat. 

Amukan massa di depan toko Jemmy pun terdengar semakin tidak terkendali. Malam kian mencekam saat massa mulai menerobos masuk ke dalam toko. Hati Jemmy tergerak untuk berdoa.
"Saya hanya minta satu hal kepada Tuhan, Jangan sampai satu pun di antara kami yang mati."
Tiba-tiba Jemmy seperti mendapatkan suatu hikmat. Dengan segera ia meminta seluruh karyawannya untuk naik ke atap dan berusaha untuk keluar dari plafon. Tepat pada saatnya mereka semua dapat keluar dari toko tanpa kekurangan sesuatu apapun karena kira-kira pada pukul 8 malam, toko Jemmy sdah dijebol, habis dijarah dan dibakar orang. 
Sabtu kelabu, 27 Juli 1996, usaha dan seluruh impian Jemmy habis dijarah dan dibakar massa. Yang tersisa hanyalah hutang, kesedihan dan trauma yang mendalam. Akankah pengalaman pahitnya di masa kecil akan kembali terulang? 
Bangkit Dari Keterpurukan

Secara jujur Jemmy mengakui kalau ia tidak dapat menerima keadaan itu. Selama tujuh tahun Jemmy merintis usaha dari nol, dan hanya dalam satu malam semuanya habis lenyap begitu saja. Jemmy mengalami kerugian kurang lebih 1 milyar akibat kerusuhan itu. Sekalipun ia harus menjual seluruh harta miliknya, tidak akan cukup untuk melunasi hutangnya. Jemmy benar-benar tidak percaya dengan kejadian yang menimpanya saat itu. Ia tidak dapat mempercayai bahwa hal itu dapat terjadi atas hidupnya. 

Selama satu bulan sesudah peristiwa itu, Jemmy terlihat seperti orang yang bingung. Tidak banyak bicara dan sepertinya untuk berdoa pun Jemmy sudah tidak mampu lagi. Jemmy benar-benar sudah kehilangan semangat hidupnya. Tapi Jemmy patut bersyukur karena memiliki istri yang luar biasa. Ninawati senantiasa menguatkan Jemmy dan tak pernah berhenti berdoa untuknya. Sampai pada suatu hari Jemmy menerima satu firman Tuhan dari 1 Petrus 1:6-7 yang menyadarkan Jemmy bahwa dirinya begitu berharga di mata Tuhan. Karena kalau Tuhan tidak sayang kepadanya, ia pasti akan mati terbakar juga pada saat kerusuhan itu. Hal itulah yang membuat Jemmy bangkit kembali. 

Setelah berdoa, Tuhan memberikan kekuatan kepada Jemmy dan Jemmy benar-benar merasakan penyertaan Tuhan saat ia menemui para suppliernya. Dengan terus terang Jemmy mengatakan kalau dirinya saat ini terlibat hutang yang sangat besar. Namun apa yang Jemmy takutkan ternyata tidak terjadi. Para suppliernya tidak menuntutnya untuk segera melunasi hutangnya namun justru membuka tangan dan berniat membantu Jemmy untuk kembali bangkit di dalam usahanya. Jemmy sangat yakin dan percaya semua ini hanya karena perkenanan Tuhan di dalam hidupnya. 

Hal yang luar biasa pun terjadi. Hanya dalam waktu empat bulan, Jemmy telah mempunyai tempat usaha yang baru. Toko musik baru yang jauh lebih besar, lebih mewah dan isinya lebih lengkap daripada sebelum kejadian. Hutang Jemmy yang nilainya sekitar 500 juta pun dapat dilunasinya dalam waktu kurang dari tiga tahun. Peristiwa kerusuhan itu ternyata bukanlah menjadi akhir dari Chic's Music, melainkan menjadi titik awal usaha Jemmy yang semakin berkembang lebih maju lagi.
"Hal yang Tuhan ajarkan kepada saya adalah apa yang tidak mungkin bagi manusia, tapi bagi DIA tidak ada yang mustahil. Tuhan mengubahkan yang tadinya tidak bisa menjadi bisa. Saya jauh lebih dekat dengan Tuhan dan merasakan kalau saya ini begitu disayang oleh DIA. Kebaikan Tuhan itu luar biasa, tidak pernah melupakan saya. Saya benar-benar merasakan luar biasanya penyertaan DIA di dalam hidup saya," ujar Jemmy menutup kesaksiannya. 

Sumber Kesaksian :
Jemmy Suhadi/www.jawaban.com
READ MORE - Kesaksian : Berkat dari Kerusuhan

Jumat, 16 November 2012

Humor : Tidak Mau Bayar

Seorang anak meminta kepada ayahnya untuk di belikan sebuah pohon natal. Setiap tahun si anak merengek minta di belikan pohon natal dan ayahnya selalu mengatakan, " Saya tidak akan mau mengeluarkan uang untuk sebuah pohon natal!"

Tetapi karena anaknya selalu merengek-rengek, maka sang ayah segera mengambil kapaknya dan pergi meninggalkan rumahnya.

Tidak lama kemudian ia kembali lagi dengan membawa sebatang pohon natal. Si anak berteriak kegirangan, "Ayah cepat sekali menebang pohonnya." Sang ayah menjawab,  "Ayah tidak menebangnya, ayah mengambilnya di penjual pohon natal." "Lho...lalu buat apa ayah membawa kapak segala?" "karena ayah tidak mau membayarnya."

Sumber : http://forumkristen.com
READ MORE - Humor : Tidak Mau Bayar

Kamis, 15 November 2012

Cerita Inspiratif : Kontes Kecantikan

Sebuah perusahaan produk kecantikan yang sukses meminta orang2 untuk mengirim surat singkat tentang wanita-wanita cantik yang mereka kenal. Dalam beberapa minggu banyak foto yang masuk ke perusahaan itu.

Salah satu surat itu menarik perhatian para karyawan perusahaan tersebut, dan surat itu pun disampaikan kepada presiden direktur. Penulisnya adalah seorang laki2 yang berasal dari keluarga broken home, dan tinggal di wilayah kumuh. Berikut ini adalah cuplikan suratnya:

"Diujung jalan, tidak jauh dari rumahku, tinggal seorang wanita cantik. aku mengunjunginya tiap hari. Ia membuatku merasa menjadi anak paling penting di dunia. Kami suka main checker dan ia mau mendengarkan masalah-masalahku. Ia bisa memahamiku dan kalau aku pulang, ia selalu berseru dari gerbang kalo ia bangga akan diriku.

Si anak mengakhiri suratnya dan berkata “Di foto ini bisa dilihat bahwa dialah wanita yang paling cantik bagiku, mudah2an aku punya istri secantik dia nanti”. Merasa terkesan oleh suratnya sang Presiden direktur minta melihat foto wanita tersebut. Sekretarisnya menyodorkan foto wanita tua yang ompong, duduk sambil tersenyum di sepatu roda. Rambutnya yang jarang dan beruban disanggul ke belakang. Binar2 di matanya menutupi kerut di wajahnya.

“Kita tidak bisa menggunakan foto ini”, kata sang Presiden direktur sambil tersenyum. “sebab ia bisa menunjukkan pada dunia bahwa untuk menjadi cantik, orang tidak perlu menggunakan produk kita

Sumber : http://renunganhidup.com
READ MORE - Cerita Inspiratif : Kontes Kecantikan

Selasa, 13 November 2012

Renungan Harian : Tidak Ditentukan Orang Lain

Bacaan: Lukas 6:35a
Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka.


Dua orang sahabat sedang menghampiri kios koran dan membeli beberapa koran serta majalah. Adanya pembelian harusnya membuat penjual koran tersebut senang. Tapi yang terjadi tidaklah demikian. Dia melayani dengan buruk, tidak sopan, dan dengan muka cemberut. Orang pertama jelas jengkel menerima layanan yang buruk seperti itu. Yang mengherankan, orang kedua tetap enjoy, bahkan bersikap sopan kepada penjual tersebut. Orang pertama bertanya kepada sahabatnya, “Mengapa kamu bersikap sopan kepada penjual menyebalkan itu?” Sahabatnya menjawab, “Mengapa aku harus mengizinkan dia menentukan caraku dalam bertindak?”

Yes! Itulah pointnya! Jangan pernah biarkan orang lain menentukan cara kita bertindak seandainya orang tersebut sedang melakukan hal yang buruk kepada kita. Sayangnya, sering kali kita tidak berbuat demikian. Tindakan kita kerap dipengaruhi oleh tindakan orang lain kepada kita. Kalau mereka melakukan hal yang buruk, kita akan membalasnya dengan hal yang lebih buruk lagi. Kalau mereka tidak sopan, kita akan lebih tidak sopan lagi. Kalau orang lain pelit terhadap kita, kita yang semula pemurah tiba-tiba jadinya sedemikian pelit kalau harus berurusan dengan orang tersebut.

Harus saya akui, kadang kala saya gagal juga dalam hal ini, khususnya saat saya berkendara. Saat ada mobil lain menyerobot jalan dengan seenaknya, saya tiba-tiba jadi jengkel dan berusaha membalasnya dengan gantian menyerobot jalannya. Tindakan saya dipengaruhi oleh tindakan orang lain terhadap saya. Di sisi lain, saya bisa berbuat sedemikian baik, santun, dan luar biasa terhadap orang yang juga melakukan hal yang sama kepada saya. Saat saya merenung-renung tentang hal ini, saya jadi malu sendiri. Mengapa tindakan saya harus dipengaruhi oleh orang lain? Mengapa untuk berbuat baik saja, saya harus menunggu diperlakukan dengan baik oleh orang lain dulu? Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda juga punya “penyakit” seperti saya? Jaga suasana hati, jangan biarkan sikap buruk orang lain kepada kita menentukan cara kita bertindak.

Sumber : http://www.renungan-spirit.com
READ MORE - Renungan Harian : Tidak Ditentukan Orang Lain