AJARAN KRISTEN SEBAGAI PENUNTUN HIDUP

ajaran kristen tentang banyak hal

Yesus berkata: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku."

Selasa, 03 November 2015

Renungan Harian: Tuhan Memakai Pekerjaan Anda untuk Mencukupi Hidup Anda

“Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.” Filipi 4:19

Di mana Anda menempatkan rasa aman Anda?

Jika Anda menempatkan rasa aman Anda pada rekening tabungan Anda, atau pada pekerjaan Anda atau pada segala macam investasi yang Anda miliki, artinya Anda adalah seseorang yang tidak memiliki rasa aman, karena semua hal yang Anda andalkan tersebut dapat hilang dengan begitu saja.

Anda harus menempatkan rasa aman Anda pada sesuatu yang tidak akan pernah diambil dari Anda, yaitu Tuhan! Jika Anda menginginkan berkat Tuhan turun atas hidup dan keluarga Anda, maka Anda harus bergantung sepenuhnya kepada kekayaan yang dimiliki oleh Tuhan kita dan bukan bergantung pada kekayaan Anda sendiri seperti pada ayat dari surat Filipi di atas.

Pekerjaan Anda seharusnya bukan menjadi tempat menaruh rasa aman Anda. Pekerjaan Anda merupakan sebuah saluran berkat, tetapi Tuhanlah yang menjadi sumbernya. Jika Anda memahami konsep ini, Anda tidak akan merasa tertekan atau stress sepanjang hidup Anda. Mari kita pahami sekali lagi bahwa pekerjaan yang Anda tekuni sekarang adalah sebuah saluran berkat dimana Tuhanlah yang menjadi sumber dari segala yang Anda butuhkan.


Ketika kita menyalakan keran air di dapur rumah kita, maka air akan mengalir keluar, tetapi jika kerannya kita matikan, maka tidak ada setetes airpun yang mengalir. Jika keadaan yang terjadi seperti ini (tidak ada air yang keluar dari keran) apa yang akan Anda katakan? Apakah Anda akan berkata: “Ya ampun! Tidak ada air yang keluar dari keran. Dunia sudah sangat kekurangan air. Tidak ada air lagi yang tersisa di dunia ini”?

Benarkah demikian? Tentu saja tidak! Jika hal itu terjadi, maka masalah sebenarnya terletak pada salurannya, bukan pada sumbernya. Dunia memiliki banyak sekali cadangan air, tetapi saluran yang mengalirkannya yang bermasalah; biasanya saluran tersebut tersumbat atau karena sebab lain.

Jika salah satu saluran dalam hidup Anda tersumbat oleh sesuatu sehingga tidak dapat mengalirkan berkat Tuhan, maka Tuhan dapat dengan mudah membuka saluran yang lain. Jika Tuhan menutup sebuah pintu dalam hidup Anda, maka Ia akan membuka pintu lainnya untuk memberkati Anda. Kalaupun pintu yang lain tersebut tertutup, Ia dapat membuka jendela untuk memberkati Anda dan Anda dapat keluar melewati semuanya itu.

Sumber: http://www.pelitahidup.com/2015/11/01/tuhan-memakai-pekerjaan-anda-untuk-mencukupi-hidup-anda/#.Vji9iG6P8Zc
READ MORE - Renungan Harian: Tuhan Memakai Pekerjaan Anda untuk Mencukupi Hidup Anda

Selasa, 20 Oktober 2015

Kesaksian: Tongaland, Dulu dan Sekarang

Lebih dari tiga tahun yang lalu Every Home for Christ sama sekali tidak mengetahui apapun tentang suku Tonga -- yang berjumlah sekitar 100.000 orang dan tinggal di bagian tenggara Zimbabwe. Suku ini terdaftar sebagai "suku terabaikan" di buku panduan misi pada saat itu. Sejak saat itu Allah telah merencanakan hal-hal yang mengagumkan dan suku ini sekarang dapat dikeluarkan dari daftar "suku terabaikan". Bagaimana hal itu bisa terjadi? Kisahnya adalah sebagai berikut ....

Direktur wilayah EHC, Pete Simonis, mengetahui banyak hal tentang suku Tonga karena dia pernah terlibat dalam usaha mengabarkan Injil kepada suku ini sejak awal. Dalam berbagai hal, suku Tonga mewakili ribuan kelompok suku terabaikan yang dilayani oleh para pekerja EHC di seluruh dunia. Para pekerja itu harus mengenalkan Injil kepada mereka sebelum dengan penuh percaya diri berkata bahwa mereka telah menjangkau rumah yang terakhir. Beginilah kisah dari Pete Simonis:

Cleopas Chitapa, direktur EHC nasional di Zimbabwe, diminta untuk mengadakan penelitian dan mengumpulkan informasi sehingga dapat dipakai sebuah tim untuk memulai awal pelayanannya di antara suku Tonga. Cleopas bekerja keras untuk melakukan penelitian tersebut namun dia tidak mendapat terlalu banyak informasi. Hal ini sungguh mengherankan. "Saya akhirnya memastikan sebuah tanggal untuk bertemu Cleopas di Harare dan memintanya untuk menyerahkan hasil final penelitiannya sebelum saya tiba: 'Silakan pergi dan bertanya kepada jurusan ilmu humanisme atau universitas antropologi, dan jika mereka tidak mengetahuinya, pergilah ke perpustakaan untuk mencari kliping koran yang terbit secara nasional di negara anda dan lihat apa yang dapat anda temukan.'"

Ketika saya tiba di Harare, Cleopas menyampaikan berita buruk. Universitas tidak dapat memberikan informasi apapun, sedangkan kliping koran hanya menyajikan sedikit cerita yang sama sekali tidak berguna. Pernyataan tersebut kedengarannya sungguh tidak masuk akal. Ada informasi yang melaporkan bahwa menurut rumor ada beberapa orang suku Tonga yang memiliki kaki berkuku dua seperti hewan tertentu dan kanibalisme kemungkinan masih ada di wilayah terpencil 'Tongaland yang Mengerikan!'

Hanya ada satu cara untuk menemukan kebenaran: Cleopas dan saya harus pergi dan mencari fakta itu sendiri! Allah menyediakan mobil yang kami beri nama Yosua (sesuai dengan nama pengintai yang diutus oleh Musa) dan dana untuk membiayai kunjungan penelitian tersebut. Hari terakhir sebelum kami meninggalkan Harare, Allah memberikan terobosan besar. Anak laki-laki saya, Jean, yang mengikuti seminar medis tentang obat-obatan tropis di Harare, kemarin baru saja bertemu seorang gadis Tonga yang cantik, berpendidikan dan pintar, yang juga menghadiri seminar medis tersebut. Sore itu juga, saya pergi menemui gadis itu. Namanya Lydia dan dia tertawa saat mendengar informasi menggelikan yang kami terima mengenai sukunya. Namun dia sungguh senang ketika dia mengetahui tujuan perjalanan kami ke Tongaland. Airmata kebahagiaan merebak di matanya saat dia menjawab: 'Saya seorang Kristen juga. Keluarga saya di Tongaland semuanya telah percaya Yesus. Kakek saya adalah orang pertama yang meletakkan dasar bagi pelayanan misi pertama di Tongaland, di daerah kami, di dekat Mlibizi. Kakek saya telah pulang ke rumah Allah, tetapi nenek saya masih hidup!'

Lydia memberikan informasi yang berharga tentang suku Tonga dan dia membuatkan peta kasar. Dengan pujian dalam hati, keesokan harinya Cleopas dan saya berangkat pagi-pagi sekali, dan ketika matahari terbenam sore harinya, kami telah berada di pusat wilayah Tongaland! Kami bersyukur kepada Allah untuk alat transportasi yang disediakannya, tetapi terlebih bersyukur saat bertemu dengan orang- orang yang mengagumkan. Neneknya Lydia buta, namun dia sangat senang karena Allah telah menuntun kami ke sini. Nenek itu berkeinginan agar cucunya membawa kami ke makam suaminya, yang perlu menempuh perjalanan panjang melewati ladang jagung menuju ke sebuah pohon besar. Di sana kami mengucap syukur kepada Allah untuk lelaki bernama Jack (kakeknya Lydia) yang telah mengundang Allah ke Tongaland lima dekade yang lalu. Kami melihat bahwa sudah ada sekitar 100 orang percaya di wilayah itu, buah dari pelayanan misi pertama dimulai dari tempat ini. Kami tidak dapat bertemu dengan pendeta dari sebuah gereja kecil yang ada di dekat tempat itu, tetapi keluarganya menceritakan tentang dia -- seorang pria bernama Robson Mkuli. Kami bertemu dia dan menjalin persahabatan dengannya.

Cleopas kembali sesudah beberapa bulan dan mengatur acara pelatihan penginjilan di gerejanya Robson. Pelatihan itu diikuti sekitar 40 orang. Robson agak merasa skeptis dengan metode kami untuk memberitakan Injil dari rumah ke rumah. Dia menjelaskan bahwa dia dan para pekerjanya tidak mendapatkan hasil, karena selama 25 tahun mereka telah gagal untuk menjangkau orang-orang di sekitar mereka dengan Injil. "Lalu, kami mulai mengimplementasikan pendekatan EHC," Robson menjelaskannya. "Dan puji Tuhan! Saat ini, kami telah memulai empat gereja baru di Kasompole, Mabonolo, Manseme, dan Dangamuse. Mohon kirimkan kepada kami lebih banyak literatur dan Perjanjian Baru!"

Banyak pendeta seperti Robson dilatih. Banyak pria dan wanita mulai ikut berpartisipasi untuk mengabarkan Injil ke semua rumah di Tongaland. "Allah menyertai kami sampai saat ini. Dalam jangka waktu 3 bulan di tahun 1999, 11.184 lembar literatur telah didistribusikan ke 7.461 rumah dan 4.693 orang membuka hati untuk menerima Yesus!" Sedikitnya ada 323 gereja rumah telah dimulai sejak sore itu lebih dari 3 tahun yang lalu ketika Cleopas dan saya tiba di Tongaland. Dan, yang lebih membahagiakan lebih dari 12.000 orang Tonga telah menerima Injil! Saat ini, kami dengan sukacita melaporkan bahwa hampir sebagian besar wilayah Tongaland telah dijangkau Injil. "Kami bersyukur kepada Allah untuk ratusan orang percaya yang telah menolong dengan cara memberikan sepeda kepada lebih dari 30 pekerja, membagikan puluhan ribu buklet Injil dan Alkitab. Kami sungguh berterima kasih karena Allah telah memakai para pekerja EHC untuk memberikan sedikit nilai tambah kepada investasi besar yang telah dikerjakan Allah dalam kehidupan orang-orang Tongaland selama bertahun-tahun, bahkan jauh sebelum kami tiba."

Sumber: Fax of the Apostles, July 2002
READ MORE - Kesaksian: Tongaland, Dulu dan Sekarang

Jumat, 02 Oktober 2015

Humor: Siulan

Seorang pria, yang telah menghabiskan seluruh hidupnya di pedalaman, berkunjung ke rumah temannya di kota. Pria ini sama sekali belum pernah melihat kereta api maupun relnya. Suatu hari, saat dia berdiri di tengah rel, dia mendengar siulan keras, tetapi dia tidak tahu dari mana sumbernya. Tak pelak lagi, dia ditabrak oleh kereta api yang lewat dan terlempar ke seberang rel. Untungnya, kereta itu berjalan lambat sehingga dia hanya mengalami luka-luka ringan, sedikit patah tulang dan memar-memar.
Setelah beberapa minggu dirawat di rumah sakit, luka-lukanya telah sembuh. Sore harinya, dia menghadiri pesta yang diadakan di rumah temannya. Saat di dapur, pria ini mendengar teko air mengeluarkan siulan. Pria ini langsung mengambil tongkat besi yang ada di rak dan langsung memukul teko air itu sampai menjadi lempengan logam yang tidak jelas bentuknya. Temannya yang mendengar suara gaduh, segera berlari ke dapur.
"Mengapa kamu menghancurkan tekoku yang bagus ini?" tanya temannya dengan marah.
Pria pedalaman tadi menjawab, "Teman, kamu harus segera membunuh makhluk ini selagi kecil. Kalau tidak, saat besar nanti dia bisa membunuh orang."

"Sebab orang yang tak berpengalaman akan dibunuh oleh keengganannya, dan orang bebal akan dibinasakan oleh kelalaiannya."
READ MORE - Humor: Siulan

Cerita Inspiratif: Kebahagiaan Sejati

Di sebuah pinggir kota sore hari seorang ibu penjaja pecel sedang mengemasi barang dagangannya yang sudah habis. Kemudian datang seorang tukang becak dan membantu mengemasi dan menaikan barang ibu tersebut ke atas becaknya. Kedua orang tua itu adalah seorang suami istri yang setiap hari bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Sesampai di rumah sang anak laki-laki tertuanya masih duduk di depan tv, Andi namanya. Andi tampak tenang-tenang saja tidak membantu menurunkan barang-barang dagangan orangtuanya. Andi memang anak satu-satunya.

Baru saja duduk dan beristirahat Andi langsung berbicara, ” Mak, motorku sudah jelek, aku mau ganti yang baru, di sekolah malu sama teman-teman, dan juga motornya sangat boros”. Meskipun mereka kesusahan mereka selalu memperhatikan anak kesayangannnya. “Tunggu sebulan lagi ya nak, nanti bapak dan ibu cari uang tambahan buat beli motormu”.

Hari berganti hari, si bapak bekerja siang dan malam, si ibu bekerja dari pagi sampai sore. Akhirnya sebulan mereka sudah bisa membelikan motor yang agak baru dan bagus untuk dipakai Andi, anaknya.

Begitu seterusnya sampai anaknya lulus kuliah dan bekerja di perusahaan terkemuka. Bapak dan ibu ini masih saja bekerja. Karena si Andi sudah bekerja, maka uang simpanan mereka di tabung. Suatu ketika Andi yang sudah lama bekerja memutuskan untuk berhenti dan membuka usaha baru. Tidak sungkan-sungkan dia meminta tambahan modal usahanya.

Beberapa tahun kemudian Andi sudah menjadi orang sukses. Namun dia selalu lupa untuk menyisihkan sedikit uang kepada orang tuanya. Malah lebih akrab dan sering membantu teman-temannya atau relasi-relasinya dari pada membahagiakan kedua orang tuanya.

Sampai akhirnya satu-persatu orang tuanya meninggal. Andi masih sendiri dan tetap menikmati kekayaannya untuk diri sendiri.

Pada suatu saat Andi bertemu dengan calon istrinya, dan merencakan pernikahan. Semua sudah siap, tinggal waktu pemberkatan Andi kebingungan karena kedua orang tuanya sudah tiada. Sedangkan dia tidak tahu harus meminta kepada siapa untuk mendampingi dia menikah.

Akhirnya dia pulang ke rumahnya, dia bertanya-tanya kepada tetangga sebelah dan menayakan apakah ada mau mendampingi mereka menikah? Tetapi karena tetangga tahu kelakuan Andi, mereka tidak mau. Malah tetangganya memberi tahukan bahwa sebenarnya Andi itu anak angkat .

Tetangga itu bercerita, “Dulu ada orang membuang bayi ke selokan pojok kota. Bapak dan ibu kamu memang sudah lama tidak di karuniai anak, ibu kamu yang setiap pagi berangkat berjualan menemukan kamu, dan akhirnya dirawat. Dulu waktu kecil kamu menderita deman dan sakit tinggi, namun karena dirawat dengan baik akhirnya kamu sekarang menjadi orang yang sehat dan cakep seperti sekarang ini”.

Terkejutlah Andi, ternyata dia sudah begitu tidak mempedulikan kedua orang tua angkatnya yang dari kecil sampai besar sudah membesarkan dan mendidiknya hingga sukses sekarang ini.

Andi menyadari dan merenungkan, apalah arti semua kesuksesan dan kekayaan tersebut. Kalau orang yang mereka sayangi tidak bisa ikut merasakan kebahagiaan seperti dirinya. Jauh lebih besar adalah bisa memberikan rasa sayang dan cinta kepada mereka dari pada memberikan harta dan kekayaan. Karena harta akan sirna ketika kita mati, tapi kasih sayang dan cinta akan tetap ada di hati selamanya, dan apa yang bisa kita perbuat ketika orang-orang yang kita sayangi tetapi kita tidak bisa melakukan balasan apa-apa lagi?

Kekayaan, kesejahteraan, kebahagian akan abadi apabila kita bisa membalas kebaikan mereka yang telah mengasihi kita, karena mereka juga berperan serta dalam proses kesuksesan kehidupan kita ini.

Sumber: http://renungan-harian.com/kebahagiaan-sejati-kristen
READ MORE - Cerita Inspiratif: Kebahagiaan Sejati

Rabu, 09 September 2015

Renungan Harian: Jadilah Teladan Melalui Perbuatanmu, Bukan Perkataanmu

“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” Matius 5:16

Segala sesuatu yang kita lakukan menghasilkan benih dan memberi dampak pada anak cucu kita, sebagai generasi masa depan. Alkitab mengatakan, “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” (Matius 5:16). Perhatikan bahwa orang-orang di sekitar kita mungkin tidak perlu untuk mendengarkan apa yang menjadi pendapat dan pemikiran Anda, tetapi mereka pasti akan memperhatikan cara hidup kita. Kita harus selalu berusaha untuk hidup dan melakukan segala sesuatu dengan cara yang benar; yang membawa kemuliaan bagi nama Bapa di Surga

Satu contoh yang paling nyata dan mudah adalah anak-anak kita. Kita dapat terus menerus memberitahu mereka sepanjang hari mengenai bagaimana seharusnya mereka bertindak, mengerjakan sesuatu atau meresponi sesuatu, namun kenyataannya, mereka akan melakukan segala sesuatu seperti yang kita (orang tua) lakukan, bukan melakukan apa yang kita katakan. Ketika mereka beranjak dewasa nanti, mereka akan meniru semua yang kita lakukan termasuk, gaya hidup kita, pilihan-pilihan yang sudah kita ambil selama menjadi orang tua mereka dan bagaimana kita memaknai dan menjalani hubungan; baik dengan orang yang kita kasihi maupun dengan orang lain. Anak-anak akan melakukan segala sesuatu seperti yang dilakukan orang tuanya; yaitu berdasarkan apa yang mereka lihat dan mereka alami.

Itulah sebabnya sangat penting bagi setiap kita (terutama sebagai orang tua) untuk memberi contoh dan teladan yang tidak hanya baik, tetapi juga benar sesuai dengan Firman Tuhan kepada anak-anak dan keluarga kita. Tunjukkan pada mereka arti dari hidup benar sesuai dengan Firman Tuhan. Sebagai orang tua, kita melukis sebuah lukisan dengan gaya hidup kita dan anak-anak membingkainya sesuai dengan persepsi mereka masing-masing! Oleh karena itu, lukislah sesuatu yang akan membuat anak-anak kita merasa bangga ketika mereka harus memberi bingkai pada lukisan tersebut karena segala tindakan kita sebagai orang tua membentuk masa depan mereka!

Tidak pernah ada kata terlambat untuk merubah sebuah lukisan yang sedang Anda kerjakan. Anda dapat menciptakan suatu visi dan tujuan hidup yang dapat Anda wariskan turun temurun kepada generasi selanjutnya. Melalui teladan Anda, Anda tidak hanya berinvestasi kepada anak-anak Anda, tetapi juga kepada keturunan mereka kelak.

Mungkin saat ini Anda belum memiliki anak, tetapi, tentu saja ada anak-anak lain dalam lingkup hidup Anda. Anda dapat mengatakan kepada keponakan Anda atau putra-putri dari teman dan sahabat Anda betapa berharganya mereka. Katakan bahwa mereka sangat istimewa di mata Allah. Perkataan iman Anda membawa dampak besar dalam kehidupan mereka kelak. Tindakan dan teladan kitalah yang akan membawa dampak besar, dan kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi ketika kita berhasil memberi pengaruh dan dampak baik walaupuan hanya kepada satu orang saja!

 “Anak-anak cucu akan beribadah kepada-Nya, dan akan menceritakan tentang TUHAN kepada angkatan yang akan datang.” Mazmur 22:30

Sumber:http://www.pelitahidup.com/2015/08/10/jadilah-teladan-melalui-perbuatanmu-bukan-perkataanmu/#.VfEJvX2P8Zc
READ MORE - Renungan Harian: Jadilah Teladan Melalui Perbuatanmu, Bukan Perkataanmu

Rabu, 26 Agustus 2015

Kesaksian: Harapan Seorang Pemabuk

Berikut ini adalah kesaksian dari salah seorang misionaris (pendeta dari Korea) yang melakukan pelayanannya di Afrika Selatan.
 
Ladang misiku adalah suatu wilayah di Naral, yang ada di bagian timur Afrika Selatan. Saat ini, aku bekerja di dua tempat yaitu di suatu daerah perkotaan bernama Kwamashu dan daerah pertanian bernama Ruganda. Sehubungan dengan kebijaksanaan apartheid yang diberlakukan di Afrika Selatan, banyak daerah perkotaan -- terdiri atas kota- kota mono-ethnis yang didiami orang-orang "campuran" (keturunan dari pasangan yang berbeda ras), orang-orang Indian dan orang-orang berkulit hitam -- berkembang pesat di daerah-daerah pinggiran kota- kota, tempat di mana penduduk asli Afrika (keturunan Eropa) tinggal. Kota Kwamashu terkenal dengan tindak-tindak kekerasan yang terjadi hampir setiap hari sebelum dilangsungkannya pemilihan bersejarah di negara Afrika yang melibatkan setiap ras yang ada di negara tersebut, tepatnya pada tanggal 28 April 1994. Menyadari resiko yang harus dihadapi karena situasi kekerasan yang ada di Kwamashu, beberapa peristiwa tertentu terus menguatkanku untuk meneruskan pelayanan misi di kota tersebut. 

Salah satu dari peristiwa-peristiwa tersebut terjadi ketika aku sedang melakukan penginjilan dari rumah ke rumah di sebuah desa di Kwamashu. Pada sebuah rumah yang aku kunjungi, aku menjumpai dua orang pria sedang minum bersama. Kami mulai berbincang-bincang dan aku memperkenalkan diri kepada mereka sebagai pendeta Korea. Nampaknya mereka tertarik dengan pembicaraan tentang gereja dan mereka mulai melontarkan banyak pertanyaan yang berkaitan dengan kekristenan. Untuk menanggapi rasa ingin tahu mereka, aku mulai mensharingkan Injil -- berita keselamatan yang diberikan kepada mereka melalui pengorbanan Yesus Kristus. Selain itu aku juga mensharingkan tentang pentingnya berpartisipasi dalam kehidupan bergereja untuk menguatkan dan menumbuhkan ke kedewasaan mereka dalam iman. Meskipun kedua pria tersebut dalam keadaan benar-benar mabuk, mereka mengundangku untuk datang lagi, sebagai ungkapan kerinduan mereka untuk mengetahui lebih banyak lagi tentang Injil. 

Setelah menyelesaikan kunjungan di desa tersebut, aku kembali ke gereja untuk mengadakan PA bersama-sama anggota-anggota gereja lainnya. Begitu aku bersiap-siap hendak pulang setelah PA, salah satu dari dua orang pria peminum yang aku kunjungi tadi datang menghampiriku. "Misionaris Kim," katanya memanggilku, "Apakah anda memiliki waktu luang malam ini?" "Saya ingin anda menceritakan lebih banyak lagi tentang Injil kepada saya dan tunangan saya," lanjutnya menjelaskan. Salah satu anggota gereja yang kebetulan ikut mendengarnya sangat terkejut. Demikian pula aku yang merasa ragu karena Kwamashu bukanlah kota yang aman. Namun demikian, aku terima juga undangan tersebut. Matahari telah terbenam dan hembusan angin mengantarkan kami memasuki Wilayah "J" di kota Kwamashu -- wilayah yang paling berbahaya di kota Kwamashu. Setelah kami tiba di rumah pria pemabuk itu, dia mulai memperkenalkan anggota keluarganya yaitu ibu, adik, kakak, dan juga tunangannya. "Ini tunangan saya," katanya kepada saya, "Dulu ia biasa pergi ke gereja yang dipimpin oleh misionaris dari Barat. Bahkan waktu dia kecil, dia juga pernah mengikuti Sekolah Minggu. Tetapi sekarang ia tidak mau melakukannya lagi. Tolong sharingkan Injil kepadanya dan bantulah dia untuk memulai kehidupan kristennya lagi." Begitu mendengar permintaan tersebut, sebuah doa terucap dalam hatiku,
"Oh Tuhan, Engkau sungguh Allah yang Mahakuasa."
Aku benar-benar heran saat melihat bagaimana Allah membuat diriku memiliki keberanian untuk memasuki daerah berbahaya tersebut, sehingga seorang pemabuk dan tunangannya dapat mendengar berita Injil. Aku berdoa memuji Tuhan yang telah mengatur dunia dengan kuasa-Nya. 

Bahan diambil dan diterjemahkan dari:
Judul Majalah: Living Life, Volume 3, Number 12
Judul Artikel: The Drunkard's Wish
Penerbit : Tyrannus International Ministry, 1994
Halaman : 110
READ MORE - Kesaksian: Harapan Seorang Pemabuk

Selasa, 11 Agustus 2015

Humor: Bagaimanakah Manusia itu Dilahirkan

Seorang anak bertanya kepada ayahnya, "Bagaimana manusia itu dilahirkan?"

Maka, ayahnya berkata kepadanya, "Adam dan Hawa membuat bayi, dan bayi-bayi mereka akhirnya menjadi dewasa dan membuat bayi, dan seterusnya."

Anak tersebut kemudian pergi kepada ibunya, lalu menanyakannya pertanyaan yang sama. Ibunya berkata kepadanya, "Tadinya, kita adalah monyet, kemudian kita berevolusi menjadi seperti kita sekarang ini."

Anak tersebut berlari kembali kepada ayahnya dan berkata, "Ayah berbohong kepadaku!" Ayahnya kemudian menjawabnya, "Tidak, ibumu tadi sedang berbicara tentang anggota-anggota dari keluarganya."

Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. 

READ MORE - Humor: Bagaimanakah Manusia itu Dilahirkan