AJARAN KRISTEN SEBAGAI PENUNTUN HIDUP

ajaran kristen tentang banyak hal

Yesus berkata: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku."

Senin, 07 Juli 2014

Renungan Harian: Macan dengan Nyali Tikus

Bacaan: II Timotius 1:3-1

Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, - II Timotius 1:7


Salah satu alasan mengapa kita tidak bisa mengembangkan senyum lebih lebar adalah karena kita terlampau dicekam oleh ketakutan kita sendiri. Boleh percaya boleh tidak, namun fakta berkata bahwa ketakutan adalah seperti kanker ganas yang menggerogoti sukacita kita. Semakin kita mengijinkan ketakutan mempengaruhi kehidupan kita, maka semakin sulit kita merasakan sukacita.

Cerita lama dari India menceritakan tentang tikus yang ketakutan karena melihat seekor kucing. Itu sebabnya tikus tersebut pergi kepada tukang sihir untuk menyulapnya menjadi kucing. Setelah tikus tersebut jadi kucing, kembali lagi ia dicekam rasa takut karena melihat anjing. Maka segera saja ia kembali ke tukang sihir dan minta mengubahnya menjadi anjing. Setelah jadi anjing, lagi-lagi ia takut ketika bertemu dengan macan dan minta kepada tukang sihir untuk mengubahnya menjadi macan. Tetapi ketika ia datang lagi dengan keluhan bahwa ia bertemu dengan pemburu, si tukang sihir menolak membantu lagi, “Akan saya ubah kamu jadi tikus lagi, sebab, sekalipun badanmu macan, nyalimu masih tetap nyali tikus.”

Ketika kita percaya kepada Yesus, kita diubah menjadi manusia baru. Hanya sayang, kita seperti cerita klasik tersebut. Kita mengaku sudah menjadi manusia baru, tapi “nyali” kita tidak baru. Daripada mengijinkan Kristus menguasai kehidupan kita, kita lebih mengijinkan ketakutan yang menguasai kita. Bukan iman, tapi rasa kuatir. Bukan keberanian, tapi rasa cemas. Tak heran sukacita kita padam. Tak ada senyum. Tak ada keceriaan. Sebaliknya, kegelisahan dan ketakutanlah yang terpancar dari hidup kita. 

Seandainya kita memiliki nyali Kristus, tentu kita bisa bersukacita dalam segala keadaan. Paulus memiliki nyali Kristus, itu sebabnya penjara tak bisa membendung sukacitanya. Demikian juga situasi dan kondisi yang paling buruk sekalipun tak akan pernah bisa memadamkan sukacita kita, seandainya kita memiliki nyali Kristus. Sungguh ironis kalau kita mengaku sebagai anak Tuhan tetapi tak mampu lagi bersukacita karena situasi dan keadaan yang menantang kita. Bukankah seharusnya kita berani menghadapi setiap tantangan hidup dengan optimisme dan sukacita? Kalau tak bisa tersenyum di tengah tantangan hidup, itu seperti seekor macan dengan nyali tikus.

Hadapilah semua tantangan hidup dengan optimisme dan sukacita.

Sumber:http://www.renungan-spirit.com/ilustrasi-rohani/macan_dengan_nyali_tikus.html
READ MORE - Renungan Harian: Macan dengan Nyali Tikus

Minggu, 29 Juni 2014

Kesaksian Dr. Lie Dharmawan: Jangkau Orang Miskin Dengan Rumah Sakit Apung

Dr Lie Dharmawan adalah sosok dibalik kehadiran Floating Hospital atau rumah sakit apung swasta pertama yang melayani para pasien yang tidak terjangkau di pulau-pulau kecil di Indonesia. Sejak pertama kali diresmikan pada 6 Juni 2013 lalu, rumah sakit ini telah melayani lebih dari 1000 pasien di berbagai pulau di Indonesia.

Rumah sakit apung ini menjadi sebuah kapal yang difungsikan sebagai rumah sakit berjalan. Bersama dr Lie, pelayanan kesehatan di atas kapal ini terus berjalan dengan baik. Mereka bahkan bergerak secara langsung melayani masyarakat tanpa memungut bayaran apapun dari masyarakat yang tidak mampu.

Siapa sangka, dibalik pelayanan rumah sakit apung inilah dr Lie  memberikan hidupnya untuk dipakai melayani sesama. Ia pun memutuskan  untuk meninggalkan kenyamanan hidup dan jabatannya sebagai kepala ruang bedah di salah satu rumah sakit di Jakarta. Ia mengaku diilhami oleh kesulitan hidup yang dialaminya dan keluarga. Kehidupan yang serba terbatas tanpa seorang ayah, menumbuhkan tekat dalam diri dr Lie untuk melayani orang-orang yang tidak mampu. "Bohong kalau ada orang mengatakan saya mencintaiMu Tuhan tapi tidak bisa melihat penderitaan orang-orang kecil," terang Lie.

Profesinya sebagai dokter menjadi satu dari banyak karunia yang telah dianugerahkan Tuhan dalam hidupnya. "Tuhan memainkan peranan yang sangat besar bagi saya. Saya sudah banyak mengalami kasih Tuhan. Sebagai anak yang tidak punya ayah, saya sudah berdoa bertahun-tahun setiap pagi ke gereja, saya ingin menjadi seorang dokter yang sekolah di Jerman dan Tuhan mengabulkan itu," ujar dr. Lie.

Sejak memutuskan untuk keluar dari Rumah Sakit, Dr Lie mengambil langkah untuk melayani setiap orang yang tidak mampu di berbagai kepulauan yang tidak dapat dijangkau oleh pemerintah. Ia menilai bahwa melayani sesama serupa dengan melayani Tuhan. Melalui dr Lie, Indonesia memiliki rumah sakit apung pertama yang telah banyak menolong orang-orang yang tidak mampu. Tindakan dr Lie menggenapi firman Tuhan dalam Yohannes 4: 20 bahwa, "Jikalau seorang berkata: "Aku mengasihi Allah", dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barang siapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya".

Sumber:http://www.jawaban.com/index.php/spiritual/detail/id/9/news/140330222114/limit/0/Dr-Lie-Dharmawan-Jangkau-Orang-Miskin-Dengan-Rumah-Sakit-Apung.html
READ MORE - Kesaksian Dr. Lie Dharmawan: Jangkau Orang Miskin Dengan Rumah Sakit Apung

Minggu, 22 Juni 2014

Humor: Gigi Terakhir

Di dalam pelajaran Biologi, seorang guru SMU bertanya kepada murid-muridnya.
"Gigi yang kita peroleh paling akhir dinamakan gigi apa, anak-anak?" tanya sang guru.
Seorang murid menjawab dengan lantang, "Gigi palsu!"


"Buanglah kebodohan, maka kamu akan hidup, dan ikutilah jalan pengertian." 
(Amsal 9:6)

[Sumber diambil dan disunting dari: Manna sorgawi, Oktober 2007]
READ MORE - Humor: Gigi Terakhir

Cerita Inspiratif: Kisah Burung Rajawali

Tahukah Anda bahwa burung rajawali adalah burung yang paling panjang usianya?
 
Seekor burung rajawali bisa mencapai umur hingga 70 tahun. Tapi untuk mencapai umur tersebut adalah sebuah pilihan bagi seekor rajawali, apakah dia ingin hidup sampai 70 tahun atau hanya sampai 40 tahun.

Ketika burung rajawali mencapai umur 40 tahun, maka untuk dapat hidup lebih panjang 30 tahun lagi, dia harus melewati transformasi tubuh yang sangat menyakitkan. Dan pada saat inilah seekor rajawali harus menentukan pilihan untuk melewati transformasi yang menyakitkan itu atau melewati sisa hidup yang tidak menyakitkan namun singkat menuju kematian.

Pada umur 40 tahun paruh rajawali sudah sangat bengkok dan panjang hingga mencapai lehernya sehingga ia akan kesulitan memakan. Dan cakar-cakarnya juga sudah tidak tajam. Selain itu bulu pada sayapnya sudah sangat tebal sehingga ia sulit untuk dapat terbang tinggi.

Bila seekor rajawali memutuskan untuk melewati transformasi tubuh yang menyakitkan tersebut, maka ia harus terbang mencari pegunungan yang tinggi kemudian membangun sarang di puncak gunung tersebut. Kemudian dia akan mematuk-matuk paruhnya pada bebatuan di gunung sehingga paruhnya lepas. Setelah beberapa lama paruh baru nya akan muncul, dan dengan menggunakan paruhnya yang baru itu ia akan mencabut kukunya satu persatu-satu dan menunggu hingga tumbuh kuku baru yang lebih tajam. Dan ketika kuku-kuku itu telah tumbuh ia akan mencabut bulu sayap nya hingga rontok semua dan menunggu bulu-bulu baru tumbuh pada sayapnya. Dan ketika semua itu sudah dilewati rajawali itu dapat terbang kembali dan menjalani kehidupan normalnya. Begitulah transformasi menyakitkan yang harus dilewati oleh seekor rajawali selama kurang lebih setengah tahun.

Burung rajawali ini ibarat kita sebagai manusia. Ketika sebuah masalah datang dalam kehidupan kita dan kita dihadapkan pada pilihan-pilihan yang harus diambil, dan sering dari pilihan yang kita ambil tersebut kita harus melewati suatu transformasi kehidupan yang menyakitkan bagi jiwa dan tubuh kita. Namun ditengah kesulitan tersebut kita harus ingat ada Tuhan yang menyertai kita, ada masa depan yang Tuhan sediakan untuk kita diakhir perjuangan kita, suatu kehidupan 30 tahun lebih panjang, suatu kehidupan yang lebih baik, suatu pemulihan hubungan, suatu kesembuhan, suatu sukacita ....., suatu yang saudara impikan selama ini.
 
Sumber: http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2012/10/kisah-burung-rajawali.html
READ MORE - Cerita Inspiratif: Kisah Burung Rajawali

Kamis, 29 Mei 2014

Cerita inspiratif: Kisah Segelas Susu

Adalah anak lelaki miskin yang kelaparan dan tak punya uang. Dia nekad mengetuk pintu sebuah rumah untuk minta makanan. Namun keberaniannya lenyap saat pintu dibuka oleh seorang gadis muda. Dia urung minta makanan, dan hanya minta segelas air.
 
Tapi sang gadis tahu, anak ini pasti lapar. Maka, ia membawakan segelas besar susu. “Berapa harga segelas susu ini?” tanya anak lelaki itu.
 
“Ibu mengajarkan kepada saya, jangan minta bayaran atas perbuatan baik kami,” jawab si gadis.
 
“Aku berterima kasih dari hati yang paling dalam… ” balas anak lelaki setelah menenggak habis susu tersebut. 
 
Belasan tahun berlalu… 
 
Gadis itu tumbuh menjadi wanita dewasa, tapi didiagnosa punya sakit kronis. Dokter di kota kecilnya angkat tangan. Gadis malang itu pun dibawa ke kota besar, di mana terdapat dokter spesialis.
 
Dokter Howard Kelly dipanggil untuk memeriksa. Saat mendengar nama kota asal wanita itu, terbersit pancaran aneh di mata sang dokter.
 
Bergegas ia turun dari kantornya menuju kamar wanita tersebut. Dia langsung mengenali wanita itu. Setelah melalui perjuangan panjang, akhirnya wanita itu berhasil disembuhkan. Wanita itu  pun menerima amplop tagihan Rumah Sakit. Wajahnya pucat ketakutan, karena dia tak akan mampu bayar, meski dicicil seumur hidup sekalipun. Dengan tangan gemetar, ia membuka amplop itu, dan menemukan catatan di pojok atas tagihan…
 
“Telah dibayar lunas dengan segelas susu …” Tertanda, dr. Howard Kelly.
 
(dr. Howard Kelly adalah anak kelaparan yang pernah ditolong wanita tersebut. Cerita disadur dr buku pengalaman dr. Howard dalam perjalanannya melalui Northern Pennsylvania, AS) 
 
Begitulah … 
 
Jangan ragu berbuat baik dan jangan mengharap balasan. Pada akhirnya, buah perbuatan akan selalu mengikuti kita.  
 
We will harvest what we plant..
source: http://www.ceritakristen.org/menuai-apa-yang-ditabur
READ MORE - Cerita inspiratif: Kisah Segelas Susu

Renungan Harian: Hidup untuk Kerja

Bacaan: Amsal 31:10-31

...berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu
Kejadian 2:2

Seorang anak bertanya pada ibunya, “Ma, kenapa mama tidak mau bermain bersamaku?”, “Karena mama tidak punya waktu” jawab ibu anak tersebut. Dialog pun berlanjut. “Mengapa mama tidak punya cukup waktu?”, “Karena mama harus kerja". “Kenapa mama harus kerja?”, “Agar mama mendapat uang”, “Mengapa mama ingin mendapat uang?”, “Agar bisa memberi kamu makan”. Si anak terdiam sejenak. Kemudian ia berkata lagi, “Mama, saya tidak lapar,” *(Willi Hoffsuemmer). 

Dialog seperti itu mungkin pernah kita temui di kehidupan sehari-hari. Anak kita ingin supaya kita bisa menjadi teman mainnya dan memberikan sebagian waktu kita untuknya. Namun terkadang pekerjaan di kantor sudah menunggu untuk segera dikerjakan. Alhasil anak kita hanya mendapatkan kekecewaan dan bukan waktu kita untuknya.

Hidup memang harus bekerja, namun hidup bukanlah untuk pekerjaan saja. Artinya, kita juga harus pandai dan bijak mengatur waktu untuk anak dan keluarga. Jangan pernah beranggapan bahwa keluarga akan berterima kasih karena kita telah memberikan banyak kecukupan dalam materi dan finansial. Justru saat mereka terbiasa hidup tanpa kedekatan dengan kita, itu adalah hal yang akan berdampak buruk bagi perjalanan sebuah keluarga. 

Sekarang saatnya mengganti cara pandang kita terhadap pekerjaan dan keluarga. Pekerjaan memang penting karena menyangkut kebutuhan keluarga. Tetapi jangan sampai kebahagiaan keluarga yang tentunya adalah satu tujuan kita bekerja justru dikorbankan demi pekerjaan itu sendiri. Aturlah waktu untuk mengajak keluarga berlibur atau minimal tiap hari luangkan waktu untuk berbincang soal aktivitas yang dilalui sehari ini. Jadilah orang yang tidak hanya disukai dan berprestasi di tempat kerja, tetapi juga di keluarga. Ingat, kehadiran Anda di tengah keluarga menentukan seberapa besar respon keluarga pada Anda. Tempatkan posisi Anda di tengah keluarga, seperti Allah telah menempatkan Anda di sebuah keluarga yang menunggu perhatian dan kasih sayang Anda.

Keluarga lebih membutuhkan kehadiran kita, melebihi banyaknya uang yang kita beri.

Sumber: http://www.renungan-spirit.com/ilustrasi-rohani/hidup_untuk_kerja.html
READ MORE - Renungan Harian: Hidup untuk Kerja

Renungan Harian: Sexy Brainy Gal

Bacaan: I Timotius 2:9-10
Nats:
I Timotius 2:10

tetapi hendaklah ia berdandan dengan perbuatan baik, seperti yang layak bagi perempuan yang beribadah.


Monika emang cute 'n asik banget. Dimanapun doi selalu jadi pusat perhatian cowok-cowok keren. Padahal wajah 'n body nya bisa dibilang biasa-biasa aja. Dandanannya nggak terlalu trendy tapi selalu enak buat diliat. Banyak cowok suka diskusi dengannya 'n nyaman tiap kali ngobrol dengannya. Beda dengan Mirna yang selalu tampil cling setiap hari. Pakaiannya modis 'n sexy, bahkan bisa dibilang selalu tampil berani menonjolkan bagian-bagian tubuhnya yang emang aduhai itu. Doi emang juga selalu jadi sorotan cowok-cowok juga, tapi dengan mata yang beda. Para cowok lebih cenderung pengen ngelaba tiap kali deket ama Mirna. Habisnya, penampilannya emang selalu menggoda sih... 

Mereka berdua emang punya cara yang berbeda untuk mendapatkan perhatian cowok. Mirna lebih suka mengekspose penampilan fisiknya yang emang oke banget. Sementara Monika lebih memilih untuk memperlihatkan isi kepalanya dengan humor-humor segarnya, ide-ide cemerlangnya 'n obrolannya yang santai tapi terkesan mendalam. Keduanya bisa dibilang sama-sama tampil sexy, tapi dengan gaya dan pilihan yang berbeda. 

Sexy fisik sih oke-oke aja karena hal itu juga merupakan anugerah buat kita. Tapi anugerah tetap harus dijaga supaya nggak jadi bumerang yang bisa mencelakai kita, kan? Pakai baju mini justru bisa mengundang bahaya bagi diri sendiri, dan dosa bagi orang lain. (Kasihan juga kan para cowok, masa harus merem terus seh?) Nah, kalo sexy brainy gal, itu baru asik. Cowok bisa melihat keseksian kita bukan dari body kita, tapi dari pikiran kita, tutur kata 'n tingkah laku kita. Cewek dengan wawasan luas, smart, 'n wise pasti bikin cowok terpesona. Daripada jadi cewek cakep yang tulalit, mendingan kita mengasah diri untuk menampilkan inner beauty kita. Se7?

Sumber: http://www.renungan-spirit.com/mudaremaja/sexy_brainy_gal.html
READ MORE - Renungan Harian: Sexy Brainy Gal