AJARAN KRISTEN SEBAGAI PENUNTUN HIDUP

ajaran kristen tentang banyak hal

Yesus berkata: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku."

Selasa, 21 Januari 2014

Kesaksian: Benny Manuhutu, Dari Petinju Profesional Jadi Jagoan Jalanan

Benny Manuhutu, seorang jagoan, di setiap aliran darahnya mengalir darah petarung.

"Dulu waktu di Ambon, kami suka berkelahi. Jadi antar kampung, kami berkelahi. Pada suatu hari ketika saya sedang bertarung dengan pemuda desa lain, aparat kepolisian datang. Ditangkap saya saat itu. Seorang petugas disana akhirnya mengajak saya untuk menekuni dunia tinju saja. Saya pun menerima itu dan naik ke dunia tinju," ujar Benny membuka kesaksiannya.
"Waktu itu pelatih yang mengajar saya tinju adalah (Alm) Eddie Van Rohm. Teknik-teknik bertinju kami pelajari dari beliau seperti jab, straight, hook, upper cut, dan teknik-teknik itulah saya pergunakan saat diatas ring"

Tak lama, Benny akhirnya menjadi juara tinju baru di Indonesia. "Saya juara ketiga se-Indonesia, waktu di Makasar juara kedua. Kalau di Ambon tidak ada lawan di kelas saya."

"Saya memang mau menang terus karena sifat pada dasarnya tinju adalah untuk menguasai. Sifatnya untuk membunuh juga ada."

Keganasannya di ring tinju membuat Benny berhasil dikirim Ke Jakarta untuk mengikuti pekan olahraga nasional ke-6. Namun, PON 1965 tersebut dibatalkan dikarenakan peristiwa G/30-S dan Benny harus menanggung akibat dari peristiwa itu. "PON gak jadi, saya gak pulang. Jadi saya, Freddy Lasut, sama Philip Tuguteru, kita petinju bertiga terjun ke Tanjung Priuk. Mulai dari situ, kami jadi rese"

Sang petinju harus rela jadi tukang parkir di pelabuhan dan hidup dalam kerasnya kehidupan jalanan. "Salah satu pool, namanya NS. Disitu tempat kumpul kami. Saya dan teman-teman tidak pernah bayar pesanan kami karena ada orang lain yang akan bayar. Mengapa bisa seperti itu? Karena kami jagoan disana"

Keberaniannya itu bukanlah datang begitu saja. Sebelum terjun ke dunia perkelahian, ia menanamkan ilmu hitam di tubuhnya. "Untuk jaga-jaga badan, saya selalu pake ikat pinggang yang telah diisi oleh paranormal. Saya percaya banget dengan itu. Tidak ada yang saya percayai selain benda tersebut. Hasilnya memang sementara terbukti sehingga saya pun semakin merajalela "bekerja" di jalanan."

Menikah dan Kehidupan Keluarga Saat itu

Dari Priuk, Benny pindah ke Cawang. Pada 1990, ia pun menikah.

Awalnya kehidupan rumah tangga dengan sang istri, A Jacoba penuh dengan kasih. Namun, berjalan waktu, perangainya sebagai petinju mulai nampak. Tak terhitung sudah berapa banyak istrinya, A Jacoba menerima kata-kata kotor dan pukulan darinya. Bahkan ketika melakukan kekerasan kepada pasangan hidupnya itu tidak ada rasa penyesalan di dirinya, yang muncul hanyalah rasa kepuasan.

Di lain pihak, A. Jacoba yang menjadi obyek kekerasan sang suami tetaplah menjadi wanita yang setia. Tak pernah sekalipun kata-kata perceraian keluar dari mulutnya. Baginya, sekali menikah maka itu adalah pernikahan sekali dan selamanya.

Perlakuan kasar yang ia terima dari sang suami ia balas dengan berdoa kepada Tuhan dan membaca Alkitab. Jauh di relung hatinya yang paling dalam, ia rindu Benny bertobat dan berbalik dari jalan-jalannya yang jahat.

Sementara itu, di saat keadaan rumah tangga yang penuh kekacauan sebuah kejadian malang menimpa putri tercinta keempat dari Benny dan A Jacoba. "Jadi, dia punya kuping itu keluar darah. Dokter berkata itu adalah radang otak dan harus segera dioperasi," ungkap Benny.

Dalam kondisi yang panik, Benny teringat dengan adiknya yang bekerja di sebuah perusahaan minyak. Ia pun akhirnya menyuruh A. Jacoba untuk pergi kesana dan meminjamkan uang kepadanya.

Perintah itu pun dilaksanakan oleh sang istri. Bersama dengan putrinya yang sakit, A Jacoba mendatangi rumah adik Benny. Setiba disana, bukannya uang yang didapat, melainkan kata-kata nasihat dari sang adik yang meminta agar abangnya sendiri yang datang kesitu karena kepala rumah tangganya adalah abangnya, bukan istrinya.

Hal itu pun disampaikan A. Jacoba kepada Benny. Dengan segera, Benny bersama istri pun pergi ke rumah adiknya. Ketika ketiganya bertemu, mereka pun berbicara dari hati ke hati. Di tengah perbincangan, sebuah kalimat yang tak pernah terduga keluar dari mulut sang adik. "Dia bilang, kamu dan istri pulang, bertobat, berdoa kepada Tuhan, itu saja yang bisa menolong kamu"

Bertobat dan Hidup Baru

Pertemuan singkat itu ternyata benar-benar membuat dirinya tersentak. Perlahan, ia menunjukkan perubahan. Ia pun mulai mengikuti apa kata-kata dari sang adik.

Ia dan istri berdoa kepada Tuhan untuk kesembuhan putri keempatnya itu.  Mukjizat terjadi. Darah yang keluar dari kuping anaknya berhenti keluar.

Benny begitu takjub dengan apa yang dialaminya di dalam Tuhan. Walau begitu, perilaku kasarnya tetap belum 100% berubah. Suatu ketika, saat sedang bermain catur dengan seorang teman, ia menjadi naik pitam kepada rekannya tersebut. Pasalnya, temannya tersebut dianggap telah melakukan kecurangan.

Tidak terima dengan hal tersebut, Benny memukul temannya tersebut. Bersamaan dengan peristiwa itu, keadaan putrinya yang keempat yang mulanya telah membaik menjadi parah kembali.

Benny yang mengetahui hal ini pun langsung menuju ke rumah. Ia pun segera pergi ke kamar dimana putrinya yang sakit itu berada. Dilihat disana ada istri, adiknya, dan seorang pendeta. Mereka pun secara bersama-sama berdoa kepada Tuhan untuk kesembuhan putrinya tersebut. Akan tetapi, kali ini yang terjadi, putrinya justru menghembuskan nafas terakhir.

"Saya hancur, saya mundur, benar-benar mundur. Pendeta saja sudah bilang putri saya sudah meninggal. Di saat suasana sedih seperti itu, adik saya berkata putri saya belum meninggal. Ia berkata bahwa putri saya hanya tidur sementara. Ia pun berdoa kepada Tuhan. Saya dan orang-orang yang ada disitu pun turut melakukannya."

Tiga jam berlalu, putri keempat dari Benny dan A. Jacoba menunjukkan tanda-tanda kehidupan: tangannya bergerak, nafasnya ada kembali, dan terakhir matanya terbuka. Mereka sangat bersukacita melihat hal itu.

Putri Benny dan A. Jacoba itu pun akhirnya bercerita kepada orang-orang yang berkumpul di kamarnya tesebut tentang perjalanan singkat dirinya ke surga. Ia berkata bagaimana surga itu begitu indah. Namun menurutnya, ada satu yang kurang di surga yakni ia tidak dapat bertemu ayah dan ibunya.

Mendengar itu, Benny seperti dicemeti oleh Tuhan. Ia tahu ini adalah tanda untuk ia bertobat sungguh-sungguh.

Selang beberapa hari, lewat ajakan sang adik, Benny dan istri datang ke pertemuan ibadah. Disitu, ia akhirnya menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat secara pribadi.  

Masih ada satu ganjalan dalam pertobatan Benny. Jimat ikat pinggang yang telah menjadi jimatnya selama bertahun-tahun belum dilepaskan. Meski berat, ia memutuskan untuk menghadiri ibadah pelayanan pelepasan di Cempaka Putih. Di sana lah, ia mengakhiri hubungan dengan iblis dan menghancurkan segala jimat yang ia miliki.

Kini, Benny dan keluarga menjalani lembaran kehidupan yang baru, kehidupan yang penuh dengan kebahagiaan. "Kalau saya tidak terima Tuhan Yesus, kehidupan saya tidak akan seperti ini, dilindungi, dijaga, diberkati. Oleh sebabnya, saya bersyukur kepada Tuhan Yesus atas semua hal yang saya terima sekarang ini. Saya berterima kasih kepada-Nya karena telah memberi kesempatan hidup yang baru untuk saya".

Sumber: http://www.jawaban.com/index.php/spiritual/detail/id/9/news/111222054213/limit/0/Kisah-Nyata-Benny-Manuhutu-Dari-Petinju-Profesional-Jadi-Jagoan-Jalanan.html
READ MORE - Kesaksian: Benny Manuhutu, Dari Petinju Profesional Jadi Jagoan Jalanan

Kamis, 16 Januari 2014

Humor: Tidak Mood

Seorang anak kecil berusia 4 tahun diajak ibunya ke gereja. Selesai kebaktian, mereka bersalaman dengan pendeta di depan pintu. Sambil menatap anak itu, Pak Pendeta berkata, "Halo, apa kabar? Sudah umur berapa, nih?" Anak itu tidak menjawab.
Pak pendeta mendekatkan kepalanya, "Umurmu berapa, Sayang?" tanyanya.
Si anak mengangkat empat jari tangannya. Pak pendeta tersenyum. "Itu berapa?" tanyanya lagi.
Si anak diam. Pak pendeta bertanya lagi, "Nak, kamu bisa omong, tidak?"
Anak itu memandang Pak Pendeta dan berkata, "Pak Pendeta bisa berhitung, tidak?" 

Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik - 1 Tesalonika 5:21

Sumber: http://kgpmmesiasranomut.blogspot.com/p/humor-rohani.html
READ MORE - Humor: Tidak Mood

Senin, 23 Desember 2013

Cerita Inspiratif: Biarlah Tuhan Yang Mengemudikan Hidup Kita

Kita tidak pernah mempertanyakan ke mana sopir bus kota yang kita tumpangi akan membawa busnya. Tetapi kita sering mempertanyakan Tuhan, kemana Dia akan membawa hidup kita ?

Seorang ayah mengajak puterinya, Asa, 6 tahun, mengendarai mobil menuju ke sebuah museum. Sudah lama Asa menginginkannya. Si Ayah kebetulan hari itu mengambil cuti dan sengaja mengantar anaknya ke tempat yang sudah lama diimpikan Asa itu tanpa didampingi Bunda.

Di perjalanan, tak hentinya Asa bertanya kepada si Ayah, "Ayah tahu tempatnya?", tanya Asa yang duduk di samping kemudi Ayah.

"Tahu, jangan kuatir ..., " jawab Ayah sembari tersenyum.

"Emang Ayah tahu jalan-jalannya ?"

"Tahu, jangan kuatir ..."

"Benar, tidak kesasar Ayah ?"

"Benar, jangan kuatir ...," jawab Ayah tetap dengan sabar.

"Nanti kalau Asa haus, bagaimana ?"

"Tenang, nanti Ayah beli air mineral ..."

"Terus kalau lapar?"

"Tenang, Ayah ajak mampir Asa ke restoran ..."

"Emang ayah tahu tempat restorannya ?"

"Tahu, sayang ..."

"Emang ayah bawa cukup uang ?"

"Cukup, sayang ..."

"Kalau Asa pengin ke kamar kecil ?"

"Ayah antar sampai depan pintu toilet wanita ..."

"Emang di musium ada toiletnya ?"

" Ada , jangan kuatir ..."

"Ayah bawa tissue juga ?"

"Bawa, jangan kuatir ...," kata ayah sembari membelokkan mobilnya masuk jalan tikus, karena macet.

"Kok Ayah belok ke jalan jelek dan sempit begini ?"

"Ayah cari jalan yang lebih cepat ... supaya Asa bisa menikmati museum lebih lama nanti ..."

Tidak berapa lama, Asa kemudian tidak bertanya-tanya lagi. Giliran sang Ayah yang bingung,
"Kenapa Asa diam, sayang?"

"Ya, Asa percaya Ayah deh! Ayah pasti tahu, akan antar dan bantu Asa nanti!"

Kita ini seperti Asa si anak kecil ini. Kita bertanya banyak hal mengenai apa yang kita hadapi dan terjadi dalam hidup kita. Terlalu banyak khawatir apa yang akan kita hadapi. Padahal sesungguhnya Tuhan "sedang mengemudi" buat kita semua.

Kadang Ia membawa ke "gang sempit" yang barangkali tidak enak, tetapi itu semua untuk menghindari "kemacetan" di jalan yang lain. Kadang Ia memperlambat "kendaraan-Nya", kadang mempercepat. Semuanya ada maksudnya.

Ada baiknya kalau kita menyerahkan hal-hal yang di luar jangkauan kita kepada-Nya. Biarkan Dia berkarya atas hidup Anda, biarkan Dia mengemudikan hidup Anda, sebaliknya fokuskan hidup Anda kepada hal-hal yang Anda bisa kerjakan di depan mata, dengan berkat kemampuan yang Anda sudah miliki.
Sumber: http://www.klinikrohani.com/2008/01/biarlah-tuhan-yang-mengemudikan-hidup.html
READ MORE - Cerita Inspiratif: Biarlah Tuhan Yang Mengemudikan Hidup Kita

Senin, 25 November 2013

Renungan Harian: Kesungguhan

Bacaan: Pengkhotbah 9:10-12

Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga,... - Pengkhotbah 9:10


Sebelum buku Being Happy! tulisan Andrew Matthews laris sedemikian rupa, naskah tersebut sudah mengalami penolakan berkali-kali dari penerbit, apalagi buku tersebut ditulis oleh pengarang baru yang belum punya nama. Karena tidak ada yang mau, maka Andrew Matthews menggandeng penerbit kecil melakukan penjualan langsung ke konsumen! Membawa mikrofon sendiri ke hampir tiap toko buku, promosi di banyak SMU dan Universitas, di pabrik, di penjara, bahkan di mal-mal. Dari toko ke toko, dari kota ke kota, dari negara ke negara, sampai akhirnya buku tersebut memasuki pasar internasional. Ketika ditanya bagaimana ia bisa menjual buku sampai jutaan copy dan diterjemahkan dalam banyak bahasa, Andrew Matthews menjawab, “Saya promosi buku ini selama enam tahun, terbang beribu-ribu mil, berceramah 500 kali, diwawancarai ribuan kali dan .. kehilangan tas 23 kali!”

Kisah sukses yang sangat inspiratif tersebut memunculkan satu rahasia sukses yaitu kesungguhan. Setiap usaha yang dilakukan dengan penuh kesungguhan akan selalu berakhir dengan kesuksesan. Bahkan ketika usaha tersebut kelihatannya kurang berprospek, memiliki pangsa pasar yang kecil, persaingan yang ketat, bahkan marjin yang tipis, namun jika dijalankan dengan serius dan penuh kesungguhan, usaha tersebut pasti berhasil. Sebaliknya sebuah usaha dengan prospek sebagus apapun, namun jika tidak dijalankan dengan kesungguhan, hasilnya tidak akan pernah maksimal.
Usaha sekecil apapun menuntut kesungguhan, sikap yang profesional, layanan konsumen bak hotel berbintang, dan sumber daya manusia yang benar-benar berkompeten di bidangnya. Hanya dengan cara ini, usaha tersebut bisa berkembang dan menjadi besar. Jika hari ini kita belum mencapai kesuksesan, siapa tahu itu karena diri kita yang belum memiliki kesungguhan dan belum memaksimalkan potensi diri. Firman Tuhan mengajarkan kepada kita untuk mengerjakan tugas dan pekerjaan kita dengan kualitas yang terbaik, sebab hanya itulah kunci untuk kita bisa meraih keberhasilan.

Setiap usaha selalu membutuhkan kesungguhan untuk mencapai kesuksesan.
READ MORE - Renungan Harian: Kesungguhan

Rabu, 30 Oktober 2013

Kesaksian: Bong Chandra

Bong Chandra, pemuda usia 24 tahun ini dikenal sebagai “Motivator Termuda di Asia”. Ia berhasil menjadi seorang milyader di usia yang sangat muda, tentu saja hal tersebut membuatnya menjadi idola banyak orang. Namun siapa sangka bahwa perjalanannya menuju kesuksesan ternyata penuh liku. Berikut adalah wawancara tim Solusi Life dengan Bong Chandra.

Bagaimana sih ceritanya hingga Anda bisa sukses seperti sekarang ini?
Saya dibesarkan di keluarga yang biasa saja. Orangtua saya seorang pengusaha. Namun saya dibesarkan dalam keadaan penuh kelemahan. Dalam artian yang pertama adalah kelemahan fisik. Waktu saya lahir, saya terkena penyakit flek paru-paru. Jadi waktu kecil saya suka kejang. Akhirnya hal itu membuat tubuh saya sangat kurus, dan hal tersebut membuat saya tidak percaya diri dan kuper.
Hingga pada tahun 1998, pada saat saya kelas 6 SD Indonesia mengalami krisis ekonomi dan kerusuhan. Salah satu yang kena adalah pabrik papa saya. Papa saya bankrupt, sehingga mulai dari kelas 6 SD sampai 2 SMA saya hidup sangat kekurangan.
Saya juga melihat bagaimana ayah saya dari punya pabrik, kerja dengan mesin, kebetulan pabrik kue, jadi buat adonan kue sendiri. Bagaimana keringatnya, bagaimana beliau masuk ke pasar-pasar basah, panas, pada hal usia beliau sudah 50 tahun lebih saat itu.
Saya seringkali juga hanya makan seadanya, dan juga hutang sana dan hutang sini. Bahkan seringkali kalau saya terima telephone di rumah diminta bilang papi ngga ada, mami ngga ada. Karena yang telephone adalah penagih hutang. Listrik dan telephone kami juga sering di putus.
Masa-masa paling pahit bagi saya adalah saat kami sekeluarga harus mengumpulkan uang-uang receh yang ada di sudut-sudut jendela, pojok-pojok lemari. Uang receh bisa buat apa sih? Tapi saking berharganya uang-uang receh itu bisa kami buat bayar listrik atau telephone.

Bagaimana dengan prestasi di sekolah?
Saya tidak punya prestasi sama sekali di sekolah . Seringkali saya hanya fotokopi buku pelajaran karena tidak mampu beli buku baru. Saya hampir tidak naik kelas waktu SMA kelas 2 semester pertama. Raport saya merah 11 pelajaran dari 13 mata pelajaran. Saya menangis, saya sedih sekali. Itu adalah titik paling rendah dalam hidup saya.
Ternyata Bong Chandra pun pernah merasa iri…
Wajar, namanya juga anak muda waktunya aktualisasi diri. Mereka bisa punya handphone baru, saya ngga bisa. Mereka bisa pergi sama keluarganya, saya ngga bisa.
Saat itu ada teman saya yang ngga ada jemu-jemunya menjenguk saya, bukan karena saya sakit, tapi untuk mengajak saya ke gereja. Waktu itu ngga tahu kenapa saya merasa ini saat yang tepat. Akhirnya saya putuskan untuk ke gereja. Di sana saya sadar bahwa selama ini saya masih mengandalkan kekuatan saya sendiri.
Kadang saya bertanya, untuk apa sih Tuhan ciptakan kesulitan. Kenapa Tuhan ciptakan masa-masadown. Akhirnya saya menemukan (jawabannya), ternyata kalau tidak ada masa-masa sulit, tidak ada masa down, manusia akan mengandalkan dirinya sendiri, itu yang saya yakini yang dulunya saya belum yakin.
Ketika mengalami masa sulit, manusia sudah tidak bisa mengandalkan dirinya sendiri, tidak bisa mengandalkan orangtuanya, orang lain, maka manusia mulai mencari satu pribadi, itulah yang saya alami.
Bong menemukan satu pribadi itu dalam diri Tuhan Yesus Kristus. Mulai saat itulah paradigmanya mulai berubah.
Kita manusia ini bukan apa-apa, dalam artian kita ini bisa hidup karena anugrah. Kita bisa sehat, bisa makan karena anugrah. Jadi jangan lagi mengandalkan manusia. Jangan lagi percaya sepenuhnya sama manusia. Tapi andalkan dan percayakan sepenuhnya sama Tuhan.
Sekali lagi hidup ini seperti permainan catur. Tuhan baru bisa majukan pionnya kalau kita majukan pionnya. Karena kalau kita majukan pion, satunya hanya diam kan tidak bisa. Jadi kita berharap sepenuhnya pada Tuhan, tapi kita harus berusaha jadi yang terbaik. Jadi dua keseimbangan ini yang menjadi paradigma yang baru ketika saya mengenal Kristus.
Perlahan Bong mulai bangkit..
Yang membuat saya bangkit adalah orang-orang yang saya cintai. Yaitu orang tua saya, adik, pasangan saya dan lain sebagainya. Jadi yang membuat saya bangkit adalah alasan yang kuat, karena saya percaya motivasi terbesar bukanlah ketika kita berjuang untuk diri kita sendiri tapi berjuang untuk orang lain. Saya berkomitmen untuk tidak egois lagi. Dalam arti, saya siap bayar harganya. Dulunya saya nyaman, diam di rumah. Kemudian sudah uangnya terbatas, malah habiskan uangnya ke warnet. Main game, sama teman-teman main basket. Saya bilang, mulai hari ini saya tidak mau egois berpikir untuk diri saya, dan saya mau bangkit, bukan untuk saya tapi untuk mereka.
Demi keluarganya Bong rela bekerja keras..
Saya pernah gonta-ganti pekerjaan, dari pertama serabutan. Saya jualan baju, saya jual parfum, apapun yang bisa saya jual. Saya punya prinsip, lebih baik susah sekarang.
Dan saya bersyukur, karena keluarga kami bankrut dan kami punya keterbatasan, jadi keluarga kami sangat dekat. Yang kedua adalah saya bersyukur, karena hidup saya dari kecil sudah sulit, saya jadi anak yang tidak manja.
Jadi saya balik, dari awalnya saya iri sama teman-teman saya, teman-teman saya harus iri sama saya. Karena apa? Karena mereka tidak mengalami kesulitan yang saya rasakan. Karena mereka tidak mengalami kesulitan, mereka tidak tumbuh sekeras saya. Saya percaya ketika kita tumbuh dalam lingkungan yang keras, maka Tuhan akan menjadikan kita lebih keras.
Kerasnya tekad Bong itulah yang membuat ia tidak pernah menyerah. Berbagai bisnis seperti MLM dan event organizer ia jalani. Untung dan rugi juga silih berganti. Namun ia tidak pernah putus asa.
Luar biasanya, setiap saya jatuh Tuhan angkat saya lebih tinggi. Jadi setiap kali saya jatuh, mentalnya bukannya sama atau lebih rendah, tapi lebih tinggi. Ketika saya pernah jatuh, ternyata Tuhan mempertemukan saya dengan bisnis property.
Di bisnis property inilah Bong Chandra berhasil mencapai kesuksesannya. Ia berhasil menjadi milyader di usia muda dan berhasil mewujudkan impian orangtuanya untuk ke luar negeri. Saat dipuncak keberhasilannya, ia ingin orang lain berhasil juga. Karena itulah ia menjadi seorang motivator. Apa yang menjadi kepuasan Bong saat ia menjadi motivator?
Paling puas adalah saat saya mendapatkan email, atau mendapat mention di twitter saya yang mengatakan hidupnya berubah, mereka jadi memiliki semangat lagi. Pernah saya mendapat email dari orang yang dulu katanya pernah dibilang hampir gila sama orang-orang, dan akhirnya mereka bisa temukan jati diri yang baru. Ada yang pernah hampir bunuh diri, saya bisa bantu mereka. Itulah salah satu yang membuat saya senang memberi motivasi.
Apa arti kesuksesan bagi Bong Chandra?
Buat saya sukses adalah saya bisa menjadi lebih baik dari yang kemarin, itulah yang pertama. Yang kedua, sukses adalah ketika kita bisa mengalahkan diri sendiri. Dalam artian, manusia itu Tuhan kasih potensi yang sangat luar biasa. Jika manusia itu tidak bisa melawan dirinya sendiri maka potensinya akan terhambat. Sukses adalah ketika kita bisa menggunakan talenta yang Tuhan kasih, kita develop sehingga kita bisa bermanfaat bagi banyak orang.
Dimana peran Tuhan dalam kesuksesan Bong Chandra?
Peran Tuhan Yesus sangat-sangat besar. Terutama dalam filosofi-filosofi hidup saya dalam membangun bisnis. Sebagai contoh, dalam Alkitab ada yang mengatakan barang siapa yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan sorak-sorai. Saya pegang firman Tuhan itu, dan saya lakukan. Dalam artian, ternyata apa yang kita tabur walaupun itu susah, tenang saja, hanya waktu yang akan menentukan segala sesuatunya akan indah pada waktunya. Yang kedua juga, apa yang Tuhan bilang: siapa yang mau lebih tinggi, dia harus mau menjadi yang lebih melayani. Dari situ saya belajar harus senyum kepada orang-orang siapapun itu. Dari situ saya bisa belajar rendah hati.


Prinsip-prinsip apa yang dijalankan Bong Chandra dalam bisnisnya?
Yang pertama adalah prinsip kebenaran, dalam arti kita tidak boleh kompromi. Yang kedua adalah kerjasama.

Apa pesan Bong Chandra untuk hadapi tahun 2012?
Saya percaya bahwa di dalam Tuhan kita bukanlah manusia yang lama tapi manusia yang baru. Jadi saya percaya di dalam Tuhan setiap hari adalah tahun yang baru. Untuk tahun yang baru selalu ada masalah yang baru. Tahun yang baru selalu ada berkat yang baru. Pelajari, evaluasi apa yang sudah terjadi di tahun 2011. Jangan jadikan suatu kegagalan sebagai akar pahit, jadikan kegagalan sebagai kuliah. Ketika saya ingat uang kuliah yang saya bayar begitu besar, maka saya tidak mau menyia-nyiakan ketika masuk ke tahun yang baru. Demikian juga dengan Anda. Terima kasih, sukses untuk Anda semua, God bless you all.

Sumber: http://nkh-communities.blogspot.com
READ MORE - Kesaksian: Bong Chandra

Minggu, 20 Oktober 2013

Humor: Memalukan

Seorang wanita diundang menghadiri sebuah pesta prasmanan. Ia mengajak seorang pria untuk mendampinginya, namun perilaku pria itu membuatnya malu.
"Sudah empat kali kau bolak-balik mengambil daging panggang dan lobster," tegurnya. "Apa kau tidak malu?"
"Kenapa mesti malu?" kata pria itu. "Aku bilang pada mereka, aku mengambilkannya untukmu."

Sumber: http://kgpmmesiasranomut.blogspot.com/

Janganlah merencanakan kejahatan terhadap sesamamu, sedangkan tanpa curiga ia tinggal bersama-sama dengan engkau.
(Amsal 3:29)
READ MORE - Humor: Memalukan

Selasa, 08 Oktober 2013

Cerita Inspiratif: Kekuatan dan Keberanian

Dibutuhkan kekuatan untuk meyakini sesuatu,
Dibutuhkan keberanian untuk memiliki keraguan.

Dibutuhkan kekuatan untuk menyesuaikan diri,
Dibutuhkan keberanian untuk tampil beda.

Dibutuhkan kekuatan untuk merasakan kepedihan seorang teman,
Dibutuhkan keberanian untuk merasakan pedihan Anda sendiri.

Dibutuhkan kekuatan untuk menyembunyikan kepedihan Anda sendiri,
Dibutuhkan keberanian untuk menunjukkannya pada orang lain.

Dibutuhkan kekuatan untuk waspada,
Dibutuhkan keberanian untuk menurunkan kewaspadaan Anda.

Dibutuhkan kekuatan untuk menaklukan,
Dibutuhkan keberanian untuk menyerah.

Dibutuhkan kekuatan untuk bersabar menerima penghinaan,
Dibutuhkan keberanian untuk menghentikan mereka. 

Dibutuhkan kekuatan untuk berdiri sendiri,
Dibutuhkan keberanian untuk bersandar pada seorang teman.

Dibutuhkan kekuatan untuk mencintai,
Dibutuhkan keberanian untuk dicintai.

Dibutuhkan kekuatan untuk bertahan hidup,
Dibutuhkan keberanian untuk menjalani hidup.

Oleh David L. Griffith (Hak Cipta 1998)


Anda membutuhkan baik kekuatan maupun keberanian untuk menjalani kehidupan ini, namun Anda butuh kebijaksanaan untuk menentukan kapan harus menggunakan keberanian dan kapan harus menggunakan kekuatan. Jika tidak, keduanya bisa berdampak negatif bagi kehidupan Anda.


Amsal 8:12-14
Aku, hikmat, tinggal bersama-sama dengan kecerdasan, dan aku mendapat pengetahuan dan kebijaksanaan. Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat. Padaku ada nasihat dan pertimbangan, akulah pengertian, padakulah kekuatan.

Inspirationalarchive.com
READ MORE - Cerita Inspiratif: Kekuatan dan Keberanian