AJARAN KRISTEN SEBAGAI PENUNTUN HIDUP

ajaran kristen tentang banyak hal

Yesus berkata: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku."

Selasa, 27 November 2012

Cerita Inspiratif : Perdebatan Minuman

Di sebuah restoran, adalah kopi, bir, air jernih, dan teh yang saling berdiskusi, berikut diskusi mereka : 

Kopi : 
“Janganlah kamu meremehkan secangkir kopi kecil seperti saya. Hargaku cukup mahal. Orang yang minum saya mendapatkan hasil menakjubkan. Jiwa mereka jadi enteng dan rasa lelah pun akan hilang sehingga tidak lagi ngantuk” 

Bir :
“Mana bisa kopi dibandingkan dengan air seperti saya. Bir adalah minuman terbaik di dunia. Setelah minum, orang akan menjadi bersahabat dan romantis. Selain itu, bir lebih mahal dari kopi, bisa 8x lipat dari harga kopi. Belum termasuk tip lho!”

Kopi : 
“Oke.. Walaupun saya bukan yang terbaik, saya lebih baik dari yang lain. Paling tidak saya harus bertanya kepada segelas air jernih untuk lebih meyakinkan. Ia hanya minuman gratis di meja ini. Ia tidak berharga sama sekali. Haha.. Menggelikan!”

Air jernih : 
“Jangan memandang rendah saya. Walaupun saya lebih tak berharga dibanding kalian dalam restoran ini, di gurun pasir saya adalah minuman yang paling menyenangkan” 

Teh :
“Air jernih masuk akal. Ijinkanlah saya, Merk Special teh Oo Long memberikan penjelasan. Di dunia ini, tidak ada perbedaan nyata atas segala sesuatu yang berharga. Segalanya berharga dan indah apa adanya. Dalam batas-batas nilai uang, teh yang bagus, seperti diriku berharga Rp.50.000.-/ons. Saya tidaklah lebih murah dari kalian berdua. Banyak orang tak peduli pada kopi dan bir, tapi mempunyai minat khusus pada diriku. Dalam menulis dan berpikir, secangkir kopi adalah teman yang baik. Saat bergaul dan perayaan, segelas bir yang baik akan terasa begitu menyenangkan. Dan untuk menghilangkan haus dan menambah cairan tubuh, air jernih adalah yang penting sebagai penyelamat hidup. Maka itu, segala sesuatu di dunia ini memiliki kualitas unik masing-masing. Tak perlu membandingkan dirimu dengan orang lain. Bila kamu air, perankanlah air sebaik-baiknya. Bila kamu kopi, perankanlah kopi sebaik-baiknya” 

Segala sesuatu adalah diri sendiri, tak perlu memutuskan baik vs buruk. Jika kamu adalah segelas air jernih, jangan merasa rendah diri. Air mempunyai artinya sendiri dan kita harus menjadi diri sendiri Read More : Perdebatan Minuman

Sumber : http://renunganhidup.com


READ MORE - Cerita Inspiratif : Perdebatan Minuman

Senin, 26 November 2012

Renungan Harian : Bukan Musuh

Bacaan: Mazmur 4:1-9
Apabila aku berseru, jawablah aku, ya Allah, yang membenarkan aku. Di dalam kesesakan Engkau memberi kelegaan kepadaku.-

Jika saja kita punya sudut pandang yang benar atas setiap masalah yang sedang kita hadapi, tentu kita tak perlu takut, apalagi menjadi alergi dengan masalah. Masalah bukanlah musuh, masalah adalah sahabat. Jika manusia tidak pernah mengenal masalah, saya tak yakin apakah manusia bisa jadi lebih ulet, lebih maju, lebih kreatif dan menjadi lebih baik seperti sekarang ini. Justru karena manusia selalu berhadapan dengan masalah, maka manusia tak lagi statis tapi dinamis, tak lagi pasif tapi aktif, tak lagi konservatif tapi kreatif, tak lagi mandeg tapi terus maju. 

Who Moved My Cheese, tulisan Spencer Johnson menceritakan tentang dua tikus dan dua kurcaci dalam sebuah labirin yang terdapat keju. Saat keju-keju itu dipindahkan tentu ini jadi masalah besar bagi mereka. Dua kurcaci menjadi marah, frustasi dan stress. Sebaliknya, dua ekor tikus bisa menyikapi masalah dengan cara yang tepat. Masalah tak membuatnya merenungi nasib yang malang, namun justru membuatnya keluar dan mulai mengadakan penyusuran di labirin. Sampai akhirnya penyusuran itu menghantarkan mereka ke sebuah pojok labirin yang penuh dengan keju, bahkan jauh lebih banyak daripada yang dulu. Keju yang dipindahkan adalah masalah tapi itu telah menghantarkan mereka ke tempat keju yang lebih banyak lagi!

Demikian juga banyak tokoh-tokoh Alkitab menjadi luar biasa bukan karena keadaan yang biasa-biasa. Mereka menghadapi masalah besar, namun berhasil meresponinya dengan tepat. Seringkali masalah yang kita anggap sebagai musuh sebenarnya adalah pintu menuju kesuksesan. Jika kita memiliki keberanian untuk menghadapi masalah itu dan berusaha untuk membukanya, maka kesuksesan besar sudah menanti. Sebaliknya kalau jiwa kita terlalu kerdil untuk berhadapan dengan masalah itu, maka jalan kesuksesan yang lebih besar juga tak pernah terbuka, tak heran kalau kehidupan kita ya begitu-begitu saja. Padahal seharusnya kehidupan kita terus bergerak maju dan menjadi lebih baik lagi, seperti kata George Knox, "Kalau Anda tidak lagi menjadi lebih baik, Anda tidak lagi baik."

Masalah yang kita anggap sebagai musuh sebenarnya adalah pintu menuju kesuksesan. 

Sumber : http://www.renungan-spirit.com
READ MORE - Renungan Harian : Bukan Musuh

Sabtu, 24 November 2012

Kesaksian : Mantan Novelis Vampir

Pengarang terkenal Interview with the Vampire Anne Rice menyatakan bahwa tak ada kedamaian dan istirahat tanpa Tuhan, dalam sebuah video mengenai kembalinya dia ke iman Kristiani.

Selama 38 tahun, Rice mengatakan dirinya seperti “Atheis yang selalu dibayan-bayangi Kristus,” katanya dalam video berjudul “I Am Second.” Novel-novel vampirnya merupakan refleksi pergulatan batinnya hidup di dunia tak bertuhan yang diciptakannya.

Vampir, ujarnya, adalah metafora bagi yang terbuang dan orang yang merasa terpisah dari Tuhan.

Rice memperoleh ketenaran dan kekayaan dari novel-novel vampirnya, namun dirinya terus merasa tidak puas dengan “dunia dimana keselamatan adalah mustahil,” katanya.

“Dan alasan untuk ketidakpuasan itu sederhana: Saya benar-benar percaya pada Tuhan,” katanya dalam video tersebut. Bukan hanya saya percaya pada Dia tapi saya mengasihi Dia dan saya tidak mau mengakui ini.”

Rice kecil tumbuh di rumah yang menganut Katolik namun menolak iman saat berusia 18 tahun untuk mendapat kebebasan dan mencari pengetahuan.

“Saya dulu merasa ada begitu banyak hal yang terlarang sebagai seorang Kristiani …. Saya sangat merasakan perlunya menjadi bebas,” ingatnya.

Dalam video “I Am Second,” Rice mengatakan ia berulang kali diingatkan “bahwa selama kamu menyangkal Tuhan kamu tidak akan pernah beristirahat. Kamu tidak akan pernah mendapat kedamaian.”

“Anda tidak dapat menyelamatkan diri melalui seni. Anda tidak dapat menyelamatkan diri melalui musik. Anda tidak dapat mendapatkannya melalui jalan-jalan. Anda tidak dapat melakukannya melalui kekayaan,” Rice menuturkan. “Semua usaha anda mencoba dan menyelamatkan diri melalui hal-hal lain pasti akan gagal. Anda menyelamatkan diri anda sendiri atau Tuhan menyelamatkan anda dan anda berbalik pada-Nya.”

Setelah lebih dari empat dekade menyangkal Tuhan, Rice mengatakan dia akhirnya siap untuk menyerahkan diri pada Tuhan. Dia kembali ke gereja Katolik pada 1998.

“Saya menyerahkan semua keraguan,” katanya. “Dengan tidak sempurna, saya kembali.”

Kembali pada Kristus mengubah segalanya. Salah satunya, dia tidak dapat lagi menulis tentang vampir.

“Saya bukan [lagi] orang yang berada di dunia tak bertuhan, sangat jauh,” katanya.

Sekarang Rice menulis buku “untuk Tuhan dan didedikasikan bagi Yesus Kristus.”

“Saya telah berubah dan saya harus melakukan ini,” tegasnya. “Saya harus menulis untuk Dia.”

Buku-buku rohaninya berjudul Christ the Lord: Out of Egypt, Christ the Lord: The Road to Cana, dan Angel Time: The Songs of the Seraphim.

Rice adalah selebriti terbaru yang memberikan kesaksian video di “I Am Second,” sebuah gerakan yang bertekad mengangkat Kristus dengan mendeklarasikan bahwa Ia adalah pertama dan kita kedua.

Selebriti lain yang memberi kesaksian termasuk mantan pelatih NFL Indianapolis Colts Tony Dungy; mantan gitaris/pendiri band metal Korn, Brian “Head” Welch; dan pemain baseball Texas Rangers Josh Hamilton.

E3 Partners Ministry meluncurkan kampanye penjangkauan “I Am Second” pada 22 Desember 2008 di daerah Dallas-Fort Worth di Amerika. Kampanye itu awalnya hanya untuk menjangkau mereka yang ada di Texas utara namun saat mereka meluncurkan situs, responnya sangat populer. Sampai saat ini, situs kampanye itu telah menerima lebih dari 2 juta kunjungan dari 211 negara. 

Sumber : www.iamsecond.com
READ MORE - Kesaksian : Mantan Novelis Vampir

Jumat, 23 November 2012

Humor : Ke Gereja Lain Saja

Untuk kesekian kalinya Ny. Sally datang ke pendetanya dan melaporkan,“Pak pendeta, saya sangat takut! Joe bilang bahwa ia akan melukaiku bila saya terus datang ke gereja Anda.” “Ya, ya, anakku,” jawab Pendeta Markus yang agak bosan mendengar laporan itu berulang-ulang. “Saya akan selalu berdoa untuk Anda, Bu. Berimanlah – Tuhan akan selalu melindungi Anda.”

“Oh ya, Pak, dia memang tidak melakukan apapun hingga sekarang, tetapi … “

“Tetapi apa anakku?”

“Ya Pak, sekarang ia bilang bila saya tetap datang ke gereja Anda, ia akan melukai ANDA!” “Kalau begitu,” kata pendeta, “Mungkin lebih baik kalau Anda datang ke gerejanya Pendeta Lukas saja.”
READ MORE - Humor : Ke Gereja Lain Saja

Kamis, 22 November 2012

Cerita Inspiratif : Pentingnya Sebuah Proses

Di suatu sore, seorang anak datang kepada ayahnya yg sedang baca koran… “Oh Ayah, ayah” kata sang anak…

“Ada apa?” tanya sang ayah…..

“Aku capek, sangat capek… Aku capek karena aku belajar mati matian untuk mendapat nilai bagus sedang temanku bisa dapat nilai bagus dengan menyontek…aku mau menyontek saja!"

"Aku capek. sangat capek... Aku capek karena aku harus terus membantu ibu membersihkan rumah, sedang temanku punya pembantu, aku ingin kita punya pembantu saja!"

"Aku capek, sangat capek… Aku capek karena aku harus menabung, sedang temanku bisa terus jajan tanpa harus menabung…aku ingin jajan terus!"

"Aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga lisanku untuk tidak menyakiti, sedang temanku enak saja berbicara sampai aku sakit hati..."

"Aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga sikapku untuk menghormati teman teman ku, sedang teman temanku seenaknya saja bersikap kepada ku…

"Aku capek ayah, aku capek menahan diri…aku ingin seperti mereka… mereka terlihat senang, aku ingin bersikap seperti mereka ayah!" sang anak mulai menangis…

Kemudian sang ayah hanya tersenyum dan mengelus kepala anaknya sambil berkata "Anakku ayo ikut ayah, ayah akan menunjukkan sesuatu kepadamu”, lalu sang ayah menarik tangan sang anak kemudian mereka menyusuri sebuah jalan yang sangat jelek, banyak duri, serangga, lumpur, dan ilalang… Lalu sang anak pun mulai mengeluh."ayah mau kemana kita?? Aku tidak suka jalan ini, lihat sepatuku jadi kotor, kakiku luka karena tertusuk duri. badanku dikelilingi oleh serangga, berjalanpun susah krn ada banyak ilalang… aku benci jalan ini ayah”. Sang ayah hanya diam. 

Sampai akhirnya mereka sampai pada sebuah telaga yang sangat indah, airnya sangat segar, ada banyak kupu kupu, bunga bunga yang cantik, dan pepohonan yang rindang…

“Wwaaaah… tempat apa ini ayah? aku suka! aku suka tempat ini!” sang ayah hanya diam dan kemudian duduk di bawah pohon yang rindang beralaskan rerumputan hijau.

“Kemarilah anakku, ayo duduk di samping ayah” ujar sang ayah, lalu sang anak pun ikut duduk di samping ayahnya. "Anakku, tahukah kau mengapa di sini begitu sepi? padahal tempat ini begitu indah…?”

"Tidak tahu ayah, memangnya kenapa?”

"Itu karena orang orang tidak mau menyusuri jalan yang jelek tadi, padahal mereka tau ada telaga di sini, tetapi mereka tidak bisa bersabar dalam menyusuri jalan itu”

"Ooh… berarti kita orang yang sabar ya yah?"

"Nah, akhirnya kau mengerti”

"Mengerti apa? aku tidak mengerti”

"Anakku, butuh kesabaran dalam belajar, butuh kesabaran dalam bersikap baik, butuh kesabaran dalam kujujuran, butuh kesabaran dalam setiap kebaikan agar kita mendapat kemenangan, seperti jalan yang tadi… bukankah kau harus sabar saat ada duri melukai kakimu, kau harus sabar saat lumpur mengotori sepatumu, kau harus sabar melawati ilalang dan kau pun harus sabar saat dikelilingi serangga… dan akhirnya semuanya terbayar kan? ada telaga yang sangatt indah.. seandainya kau tidak sabar, apa yang kau dapat? kau tidak akan mendapat apa apa anakku, oleh karena itu bersabarlah anakku”

"Tapi ayah, tidak mudah untuk bersabar ”

"Aku tau, oleh karena itu ada ayah yang menggenggam tanganmu agar kau tetap kuat… begitu pula hidup, ada ayah dan ibu yang akan terus berada di sampingmu agar saat kau jatuh, kami bisa mengangkatmu, tapi… ingatlah anakku… ayah dan ibu tidak selamanya bisa mengangkatmu saat kau jatuh, suatu saat nanti, kau harus bisa berdiri sendiri… maka jangan pernah kau gantungkan hidupmu pada orang lain, jadilah dirimu sendiri… seorang pemuda yang kuat, yang tetap tabah dan teguh karena ia tahu ada Tuhan besertanya, maka kau akan dapati dirimu tetap berjalan menyusuri kehidupan saat yang lain memutuskan untuk berhenti dan pulang… maka kau tau akhirnya kan?”

"Ya ayah, aku tau.. aku akan dapat surga yang indah yang lebih indah dari telaga ini … sekarang aku mengerti … terima kasih ayah , aku akan tegar saat yang lain terlempar” Sang ayah hanya tersenyum sambil menatap wajah anak kesayangannya. 

Sumber : http://renunganhidup.com
READ MORE - Cerita Inspiratif : Pentingnya Sebuah Proses

Rabu, 21 November 2012

Renungan Harian : Memandang Muka

Bacaan : Yakobus 2:1-13
Nats : Yakobus 2:9a
Tetapi, jika kamu memandang muka, kamu berbuat dosa.

Seorang wanita gelandangan bernama Clemente diperkosa beramai-ramai oleh tiga pemuda berandalan di Puerto Rico. Tepatnya pada perayaan malam pergantian tahun 2006. Yang memprihatinkan, meski banyak orang yang melihat kejadian itu, tidak satupun dari antara mereka yang mau menolongnya. Tangis dan jerit Clemente tak juga menyentuh belas kasihan mereka. Justru kejadian itu menjadi tontonan live bagi mereka.

Sikap apatis memang sudah menjadi karakteristik manusia di akhir jaman ini. Alkitab berkata bahwa kasih banyak orang akan menjadi dingin digantikan dengan cinta akan diri sendiri. Selain apatis, tentu saja hal yang membuat mereka urung menolong Clemente adalah karena wanita malang ini tak lebih dari gelandangan saja! Jika saja Clemente adalah wanita dari keluarga terhormat, kaya, atau terkenal, mungkin kisah hidupnya akan berbeda. 

Kita sudah terbiasa memandang muka. Memandang seseorang dari warna kulit atau rasnya, kekayaannya, popularitasnya, potensinya atau bahkan dari keyakinan yang dianutnya. Kita akan melihat merek apa yang menempel pada bajunya? Kita akan memperhatikan seperti apa kendaraannya? Kita akan mempersoalkan dimana kawasan tempat tinggalnya? Pemandangan yang sama juga terjadi di gereja Tuhan. Sejujurnya bukankah mereka yang kaya, yang berpotensi, yang memiliki jabatan penting akan lebih diprioritaskan dibandingkan dengan yang lain? 

Jangan memandang muka, jika melakukannya maka kita akan berdosa. Mari belajar dari Yesus. Ia peduli dengan pelacur. Ia mau berkunjung kepada preman pemungut cukai macam Zakheus. Ia menyembuhkan pengemis yang lumpuh. Ia mencelikkan Bartimeus, orang pinggiran. Bahkan Ia juga peduli dengan orang gila sekalipun. Sungguh, Yesus tidak memandang muka. Jika Guru kita saja tidak memandang muka, masakan kita sebagai murid masih membeda-bedakan?

Kita diciptakan dalam kesamaan, mengapa kita memandangnya dalam keberbedaan?

Sumber : http://www.renungan-spirit.com

READ MORE - Renungan Harian : Memandang Muka

Kesaksian : Mr. T

Untuk anda yang dulu senang menonton "The A Team" pasti anda mengenal sosok Sgt. B. A. Baracus, dialah Mr. T. Dia juga memerankan petinju tangguh dalam "Rocky 3". Dia mungkin sudah sedikit tua, dan semua rantai emasnya telah hilang (dia berhenti memakainya setelah badai Katrina, dia merasa itu akan menjadi dosa terhadap Allah bila melakukannya, sementara begitu banyak orang yang menderita). Tetapi ciri khas Mohawknya dan wajah yang cemberut tidak pernah berubah. Mr T telah kembali dan lebih baik dari pada sebelumnya. Dia bertumbuh kuat di dalam  iman dan sekarang dia punya acara baru, "I Pity The Fool" ditayangkan Rabu malam pukul 10, di TV Land, di mana ia memotivasi para pekerja untuk menjadi lebih baik di pekerjaan mereka, mempertemukan keluarga yang sudah lama  terpisah, dan membantu mengilhami orang untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi.

Mr T baru-baru ini berbicara pada Beliefnet tentang bagaimana iman Kristennya untuk membantu orang lain di acara itu, pentingnya doa dalam hidupnya, mengapa ia orang yang bodoh, dan melalui "Ujian Ayub" ketika didiagnosis terkena kanker.

Bisakah Anda ceritakan sedikit tentang kehidupan rohani Anda?

Saya dibaptis ketika saya berusia empat tahun. Tetapi ketika anda masih muda anda benar-benar tidak mengerti hal itu. Lalu aku dibaptis ulang pada tahun 1977. Sebagai seorang Kristen anda memaafkan dan kita memberi makan yang lapar, dan memberi pakaian kepada yang telanjang, dan kita mengunjungi orang sakit, dan menghibur orang yang kesepian. Jika saya seorang pengikut sejati Tuhan dan Juru Selamat-ku Yesus Kristus, saya harus melakukan hal-hal yang anda seharusnya kita lakukan. Kita tidak bisa mengatakan, "Saya percaya kepada Yesus" dan kemudian tidak memaafkan seseorang atau menyimpan dendam terhadap seseorang. Jangan salah paham, jika seseorang melompati saya, saya akan melawan, tapi saya tidak membenci orang karena mereka berbeda dengan saya atau karena saya tidak suka dengan cara mereka berpakaian. Itulah energi negatif. Kemudian ada kontradiksi kepada Allah yang saya layani, Allah yang maha kasih. Dia mengampuni saya, dan saya harus berbuat baik kepada orang-orang yang mengkhianatiku.

Pada tahun 1979, sebelum aku menjadi terkenal, ada kontes yang disebut "The Toughest Bouncer" di Amerika. Akudulu adalah pengawal untuk beberapa selebriti dan juga orang-orang lain, dan ketika saya sedang tidak menjadi pengawal, saya bekerja di sebuah tempat disko sebagai penjaga pintu atau bouncer. Ketika saya mulai latihan untuk kontes, saya menelepon pendetaku, Pendeta Henry Hardy dari Gereja Komunitas Cosmopolitan [di Chicago]. Aku sudah bergereja di sana sejak tahun 1977. Aku berkata, "Pendeta Hardy,  ada sebuah kontes, dan ketika saya memenangkan kontes ini saya akan memberi anda uang, sehingga anda dapat membeli makanan dan pakaian bagi orang-orang yang kurang beruntung di masyarakat." Saya menang dua tahun berturut-turut-itu, lebih dari $ 10.000. Saya tidak punya mobil, tapi saya diberkati. Jadi saya memberikan uang itu tanpa imbalan, dan kemudian berkat saya kembali dalam bentuk "Rocky III."

Setelah saya memberikan uang itu untuk gereja saya, saya mendapat panggilan satu setengah bulan kemudian. Mereka mengatakan,"Sylvester Stallone yang membuat "Rocky III," dan dia tertarik pada Anda". Kemudian mereka mengirimkan saya script, dan saya mengikuti audisi, dan mendapatkan peran. Saya ingin berpikir bahwa berkat itu datang karena saya telah memberi tanpa pamrih. Karena aku diajarkan bahwa ketika Anda memberi, Tuhan akan mencurahkan berkat-berkat-Nya kepada anda dan anda bahkan tidak akan memiliki cukup ruang untuk menyimpannya. Dan itulah apa yang telah terjadi sejak itu. Saya memberitahu semua orang, saya mendapatkan begitu banyak karena saya memberikan begitu banyak. Saya berikan secara bebas, saya memberikan seluruh waktu saya, memberikan semua uang saya, memberikan semua jiwaku. Saya mencoba untuk memotivasi orang. Saya mencoba menginspirasi mereka.

Apa yang Anda doakan?

Saya bangun setiap pagi dan berkata, "Bapa, beri aku kekuatan saat ini, bukan kekuatan sehingga saya bisa mengangkat 500 kilogram, tapi beri aku kekuatan, Tuhan, jadi ketika saya berbicara, kata-kata saya mungkin memotivasi, mungkin menginspirasi seseorang, Tuhan, ketika mereka melihat saya, biarkan mereka melihat-Mu. Ketika mereka mendengar saya, Tuhan, biarkan mereka mendengar-Mu. Dalam nama-Mu yang kudus saya berdoa.. "

Saya berkata kepada Tuhan, "ketika mereka melihat saya, biarkan mereka melihat Tuhan" jadi anda tahu saya tidak bisa keluar dari bar strip dengan beberapa wanita di lengan saya. Dan saya katakan "Tuhan, ketika mereka mendengar saya, biarkan mereka mendengar-Mu Tuhan - yang berarti saya tidak bisa mengatakan kepada mereka lelucon jahat yang dulu biasa saya gunakan. Karena Alkitab mengatakan, setiap kali Kristus melihat ciptaan baru, yang lama sudah berlalu. Aku bukan orang yang sama seperti dulu, saya tidak dibangkitkan dari neraka atau semacamnya. Saya seorang pria yang diubahkan. Saya mengatakan bahwa Allah tetap di dalamku dan saya tetap di dalam-Nya. Aku membiarkan Tuhan tinggal dalam diriku. Jadi saya memberitahu orang-orang, ketika saya melangkah keluar, saya mewakili Tuhan yang saya layani, saya mewakili ibu yang mencintai saya dan yang dulu mengetuk pintu tetangga sehingga aku bisa punya uang untuk pergi ke sekolah.

Bagaimana menjadi seorang selebriti membantu Anda dalam kegiatan anda?

Status selebriti saya memberi saya kesempatan, memberikan saya mimbar untuk berkhotbah dan menjangkau orang-orang. Bahkan tidak hanya berkhotbah tapi hanya memimpin, memotivasi mereka dengan menjadi seorang pemimpin.

Di Los Angeles Saya membawa makanan dan pakaian ke "Midnight Mission" tempat penampungan tunawisma. Saya sudah di sana sejak berperan dalam "Rocky", saya ke sana secara diam-diam dan tidak pernah memanggil pers dan mengatakan, "Lihat saya membantu orang-orang!"

Ibu saya mengatakan kepada saya, "Nak, tidak ada orang lain yang tahu selain Tuhan." Dan itulah tentang saya - menjangkau masyarakat, menangis dengan mereka, memberi mereka harapan. Mengunjungi rumah sakit, mengunjungi anak-anak yang terkena kanker, mengunjungi orang dewasa, dan hal-hal seperti itu. Itulah yang saya lakukan. Dan jadi semacam pertunjukan mencerminkan hal-hal seperti itu, memberi saya kesempatan untuk meningkatkan semangat masyarakat, menginspirasi mereka untuk membantu orang lain, untuk memberi mereka harapan.

Acara ini disebut "I Pity the Fool", tapi kami tidak menyebut orang-orang bodoh (semua orang tahu bahwa itu kata-kataku). Tidak ada maksud untuk menghina sama sekali, saya menjamin bahwa ketika orang melihat acara ini mereka akan terkejut dan mereka akan menjadi ketagihan karena acara ini tidak seperti apa yang orang-orang pikirkan. Ini adalah reality show [tapi] kami tidak makan cacing, kami tidak telanjang, kami tidak berhubungan seks dengan siapa-siapa, kami tidak bergulat dengan babi atau hal-hal semacamnya. Acara ini tentang hal yang biasa saya lakukan, hanya saja kali ini dengan kamera.

Saya menggunakan status selebriti saya untuk menginspirasi orang, untuk memberi mereka harapan. Saya memberitahu mereka di mana saya dibesarkan-di South Side Chicago. Saya memberitahu mereka bagaimana saya lahir dan dibesarkan di ghetto, tapi jiwa ghetto tidak ada di dalam diriku. Tentang bagaimana aku mencintai dan menghormati ibu saya, bagaimana ibu saya mengajar kami untuk berdoa sebelum makan, dan mengingatkan kita untuk bersyukur atas apa yang kita miliki. Dia mengatakan jika anda dapat menghargai hal kecil yang anda miliki, Tuhan akan memberi anda lebih banyak lagi. Dan itulah yang saya pikir terjadi ketika saya melihat kembali kehidupan saya.

Apakah menurut anda bahwa iman anda selama ini telah membantu anda membantu orang lain, terutama melalui pertunjukan ini?

 Tentu saja. Setiap kali iman saya semakin kuat dan kuat. Dan tes yang sesungguhnya dari iman saya [adalah ketika] aku harus melalui "Ujian Ayub" saya pada tahun 1995, ketika saya didiagnosis mengidap kanker. Saya ingat sebelum itu, kembali pada tahun 1984, 1983 dan 1982, saat anak-anak kecil datang dan menemui saya. Ada seorang anak kecil yang sedang sekarat dan [yang] permintaan terakhirnya melalui Make-A-Wish Foundation adalah untuk bertemu dengan saya. Namanya adalah Ryan, dan ia memiliki cystic fibrosis. Saat itulah hidup saya benar-benar berubah.

Saya menelepon pendeta saya lagi, pendeta yang sama yang saya berikan uang setelah saya memenangkan kontes bouncer, dan saya memanggilnya pada tahun 1983. Aku berkata,"Pendeta Hardy, ada anak yang sekarat. Apa yang harus saya katakan padanya?".

Aku tahu aku tidak bisa memberitahu anak ini hal yang sama yang aku katakan kepada semua anak kecil lainnya: "Hei, teman kecil, pegang otot-otot di punggungku dan aku akan membawamu berkeliling dan kita akan menangkap semua orang jahat." Saya tidak bisa berbicara seperti itu padanya. Aku butuh sebuah kata dari Tuhan, aku perlu untuk menemukan kata-kata itu dan itulah sebabnya saya menelepon pendeta saya.

Pendeta saya berkata,"T, ternyata anak ini telah melihat kebaikan dalam dirimu yang bahkan kau sendiri tidak dapat melihatnya." Dan aku tidak.... Maksudku, saya akan berdoa sebelum makan, dan saya bahkan akan mengucapkan sebuah doa pendek sebelum saya pergi tidur. Tapi aku merasa bahwa Tuhan sedang membawa segala sesuatunya ke tingkat yang lebih tinggi.

Dan aku melihat si kecil Ryan, dan juga anak-anak kecil lainnya yang akan dibawa kepada saya melalui
Starlight Foundation atau Make-A-Wish Foundation. Saya akan datang kepada mereka, menghabiskan waktu bersama mereka, bermain dengan mereka, bernyanyi bersama mereka, berdoa bersama mereka, memeluk mereka. Dan setiap kali mereka akan pergi, saya akan menangis. Saya akan berterima kasih kepada Tuhan karena saya dapat melihat mereka.

Ada sebuah inspirasi khusus dalam saya setelah itu. Lalu aku berdoa, dan dalam hati kecilku, aku hanya berterima kasih kepada Tuhan, [bertanya] bagaimana saya bisa berbuat lebih banyak lagi? Karena setiap kali saya pergi ke tempat penampungan tunawisma saya meninggalkan mereka, dan aku meninggalkan mereka menangis. Suatu kali ada seorang wanita di sana dengan putrinya yang menunggu untuk melihat saya dan wanita itu berkata, "Saya hanya ingin memelukmu dan berkata, terima kasih untuk tidak melupakan kami". Dan dia mulai menangis, dan aku mulai menangis, dan kau tahu aku tidak pernah melupakan mereka.

Ketika saya masih di SMA, saya ingin menjadi seperti pemain sepak bola ini, namanya adalah David Deacon Jones. Dia dulu bermain dengan Los Angeles Rams. Mereka memanggilnya Deacon, karena ketika ia masih kuliah ia akan berdoa sebelum pertandingan. Aku berkata, "Wow saya suka itu," jadi saya mulai berniat untuk melakukan itu. Jadi saya akan berdoa di SMA. Dan kemudian hal-hal itu melekat dengan saya. Saya akan pergi dan bertemu orang-orang dan mereka akan mengatakan, "Oh Mr T, bisakah anda berdoa untuk saya?" Dan aku akan mengatakan, "Aku akan sangat senang untuk melakukannya."

Aku orang berdosa yang telah diselamatkan oleh kasih karunia. Oleh kasih karunia Allahlah aku ada di sini. Kita semua telah berdosa dan jatuh dari kemuliaan Allah. Saya pulang ke rumah dan saya meminta Tuhan untuk mengampuni saya karena dosa-dosa saya. Setiap hari saya meminta pembersihan baru. Aku berkata, "Tuhan, biarkan saya menunjukkan kebaikan kepada seseorang, biarlah saya memberikan harapan seseorang. Biarkan aku menjadi cahaya di ujung terowongan untuk seseorang." Saya memberitahu orang-orang, mereka bilang aku seorang petani, aku menanam benih harapan, benih inspirasi, saya menanam benih sehingga mereka dapat mulai berdoa dan percaya lagi.

Dan sulit bagi beberapa orang untuk dapatkan percaya. Mereka mengatakan,"Tapi aku sudah terluka oleh begitu banyak orang dan oleh beberapa gereja, atau oleh hal-hal lain." Saya menjelaskan bahwa pengkhotbah mungkin mencoba untuk menyakiti Anda, gereja mungkin mencoba untuk memperlakukan anda dengan salah, tapi itu bukan Tuhan. Tuhan tidak melakukan hal itu kepada Anda. Itu orang lain. Karena Tuhan akan tetap mencintai anda bahkan jika anda menyerah pada diri-Nya.

Apakah pernah ada waktu atau memang pernah ada saat ketika Anda merasa imanmu tergelincir sedikit?

 Saya tidak akan mengatakan saya berada dalam kondisi 100% sepanjang waktu, tapi aku tidak pernah benar-benar goyah. Aku menangis, aku makan, aku marah, aku berkata, aku bertindak acuh. Itu adalah "Ujian Ayub" saya. Ayub berkata, "Lihatlah, Ia hendak membunuh aku, tak ada harapan bagiku, namun aku hendak membela perilakuku di hadapan-Nya." Saat aku akan melalui ujian ini, jika saja saya tidak membaca kitab Ayub, saya mungkin akan hancur berantakan. Saya bisa saja mengatakan, "Allah macam apa yang melakukan hal seperti ini?" Tapi tidak, saya mengerti Ayub, saya membacanya. Aku tahu apa yang ia lalui. Teman-temannya dan istrinya datang dan berkata, "Kau bodoh. Tinggalkan saja Tuhanmu." Dan dia berkata, "Tidak wanita, kau berbicara seperti orang bodoh."

Kisah Ayub memberiku kekuatan ketika aku menderita kanker. Aku berkata, "T, jika kaubertahan, Allah akan melipat gandakan apa yang hilang dari padamu". Itulah apa yang diajarkan di gereja dan itulah yang terjadi pada Ayub. Ayub memperoleh lebih dari pada apa yang hilang dari pad. Ayub berkatanya,
"Lihatlah, Ia hendak membunuh aku, tak ada harapan bagiku, namun aku hendak membela perilakuku di hadapan-Nya." Tuhan yang memberi dan Tuhan yang mengambilnya kembali. Terpujilah nama-Nya yang kudus. "Dan begitulah saya hidup. Kau tahu aku datang tanpa apa pun, aku akan mati tanpa apa pun. Tapi di antara kedua titik itulah yang menjadi inti segalanya.

Orang-orang ingin mengambilmu jauh dari imanmu. Mereka mengatakan,"Tuhan macam apa itu?" Ini seperti berbicara dengan iblis ketika seseorang muncul dengan sifat negatifnya. Mereka mengatakan,"Wow, Mr T. kabarnya kau terkena kanker, saya pikir kau akan menjadi orang terakhir yang dapat kanker mengingat semua hal yang kau lakukan.." Saya tahu orang inibersifat negatif tentang kanker saya. Saya mengatakan kepadanya, "Jangan khawatir tentang saya, saudaraku. Saya tidak menangis tentang hal itu, jangan khawatirkan hal itu.. Aku baik-baik saja. Jangan biarkan kankerku mengganggumu". Tapi dia begitu negatif. Ia mengatakan, "Hei, kenapa? Tuhan macam apa yang melakukan ini kepadamu?


Aku berkata kepada diriku sendiri, "Syukurlah saya cukup tahu hal-hal tentang Alkitab. Syukurlah saya sudah membaca tentang orang-orang seperti dia.."


Jadi bagaimana anda menghindari dari hal-hal negatif itu?


 Saya menggunakan Mazmur 23. Aku pergi dengan apa yang dikatakan David. "Ya, meskipun aku berjalan melalui lembah kekelaman". Daud berkata "melalui", itu berarti ada jalan keluar di sisi lain. Dia tidak mengatakan, "Dan ya aku berjalan ke gua ini dan tidak kembali." Dia berkata, "Ya, meskipun aku berjalan melalui lembah kekelaman, saya tidak takut pada si jahat." Kenapa kau tidak takut, David? "Engkau besertaku." Siapa engkau? Engkau adalah Tuhan. Jadi jika Tuhan besertaku, siapakah yang dapat melawanku?

Kedengarannya seperti jika anda bukan seorang selebriti anda akan menjadi pengkhotbah.


 Tepat. Saya menyukai apa yang salah satu eksekutif dari "I Pity the Fool" katakan,"Mr. T, ini adalah mimbar Anda."

Saya berbicara kepada anak-anak tentang menjadi baik dan hal-hal semacamnya. Itu membuat saya tahu bahwa saya berada di jalan yang benar. Jadi jika saya terus menanam, akhirnya mereka akan datang berkumpul. Lihat, tidak semua orang akan datang dengan segera. Seperti semua bunga yang tidak mekar di musim semi. Beberapa mekar di musim gugur. Beberapa bahkan mekar di musim dingin. Jadi inilah masudnya. Jika aku seorang hamba Tuhan, itulah yang harus saya lakukan, saya harus menunggu. Apa yang seorang hamba lakukan? Seorang hamba melayani. Dia melayani tuannya. Saya seorang hamba. Pekerjaanku adalah untuk melayani mereka yang kurang beruntung.


Jika Tuhan telah menyentuh saya, saya harus menyentuh orang lain. Allah telah mengampuni saya, jadi saya harus mengampuni orang yang berbuat salah terhadap saya. Jika Yesus bisa mengampuni semua hal-dengan mahkota duri di atas kepala-Nya di kayu salib saya katakan ... dengan semua hal yang orang lakukan, tidak ada yang telah menyalibkanku, tidak ada yang menempatkan paku di tanganku, di telapak tanganku, atau tombak di sisiku, atau mahkota duri di kepalaku. Jika Yesus mengampuni, maka saya harus mengampuni. Jika saya tidak memaafkan, saya bukan pengikut. Jika saya tidak berbuat baik, jika saya tidak berbagi, saya bukan pengikut, saya pembohong. Saya tidak boleh serakah.


Ceritakan lebih banyak tentang bagaimana Anda membantu orang-orang di acara Anda.

Acara saya pada dasarnya tentang apa yang saya lakukan  di kehidupan nyata. Sebelum pertunjukan, aku akan pergi ke sekolah untuk berbicara dan memberikan guru nomor telepon rumah saya sehingga mereka bisa menelepon dan saya bisa memeriksa dan bertanya bagaimana kabar anak-anak. Apakah mereka melakukan pekerjaan rumah mereka? Apakah mereka bertengkar dan berdebat dan hal-hal seperti itu? Apakah mereka membahas tentang beberapa hal yang saya bicarakan ketika sedang berada di sana? Saya harus menindaklanjuti hal-hal tersebut. Dengan orang-orang di acara itu, apakah itu melibatkan keluarga atau dealer mobil, saya memberi mereka semua nomor saya. Lalu aku menindaklanjuti dan bertanya perubahan apa yang telah mereka buat? Apakah mereka melakukan tugas mereka?

Jika saya membantu orang-orang di acara itu, dan hanya mendapatkan peringkat dan pergi tanpa memiliki hubungan pribadi denganmu atau menghubungimu setelah pertemuan itu, itu akan seperti saya memerkosa anda. Dan saya bukan tipe pria seperti itu.


Apa hal yang paling mengejutkan yang Anda pelajari sementara anda sudah berkeliling membantu orang dalam acara?


 Kadang-kadang, orang-orang hanya perlu sedikit dorongan, terkadang itu hanya berupa tepukan di punggung. Semua orang butuh itu, dan itulah yang saya coba bawa. Saya membawa kasih. Aku berkata, "Kau akan baik-baik saja, jangan menyerah." Hal-hal kecil seperti itu membuat perbedaan. Hanya saja seperti ibu saya berkata, "Sebuah kebaikan kecil memiliki perjalanan yang panjang."

Mengapa anda pikir lebih baik untuk menyayangi si bodoh daripada mencelanya?


 Aku senang kau mengungkit itu. Jika saya menyayangi seseorang, sebenarnya saya menunjukkan pengampunan. Ayub meminta kasih sayang. Jika Anda menyayangi seseorang, anda tidak akan merasa kasihan pada mereka, tapi anda akan memotong tali yang mengikat mereka. Jika kau ingin mencela seseorang, kau dapat melakukannya dengan kata-kata baik, kata-kata yang menyemangati, mengangkat mereka bukannya menghancurkan mereka. Menjadi positif dengan mereka, membiarkan mereka tahu kita punya waktu, kita tidak akan terburu-buru, kita akan menghabiskan waktu kita dengannya. Orang tidak bisa berubah dalam semalam. Saya mencoba untuk membuat mereka percaya pada diri mereka sendiri. Itulah kuncinya. Jika mereka tidak percaya pada diri sendiri, maka mereka akan menyerah. Aku mencoba untuk memberi mereka alasan untuk terus berjalan.

Siapa yang paling menginspirasi anda dalam hidup?


 Ibu saya dan Allah yang saya layani. Sebagai faktanya, saya selalu mengutip ucapan ibu saya tentang semua hal-hal kecil yang dia katakan. Jika saya harus menelepon ibuku hari ini, kami akan berbicara dan saya akan mengatakan kepadanya, "Oke Ma, aku mencintaimu. Aku akan menjumpaimu segera" Kemudian telepon akan tenang selama beberapa detik dan dia akan berkata,"Jangan lupa untuk berdoa". Dan saya memberitahukan kepada orang-orang bahwa sangatlah penting ia mengatakan hal itu kepadaku, karena saya bisa lupa, saya bisa tergelincir dan menjadi begitu sibuk dengan semua orang di sekitarku yang memanggilku dan membuat saya berpikir saya begitu hebat bahwa saya kehilangan waktu saya dan saya bisa lupa berdoa.Aku ingat ada sebuah puisi, aku lupa bagaimana kelanjutannya, tetapi pengarang puisi itu mengatakan harinya mulai memburuk, dan dia harus bekerja dan semuanya memburuk, dan dia berkata, "Aku lupa untuk berdoa." Dia mengatakan bahwa ketika dia berdoa, semuanya berjalan dengan baik, tapi ketika dia berhenti berdoa, neraka terbuka.

Ini seperti sebuah pesawat televisi. Jika Anda cabut, TV itu tidak akan menyala. Tetapi ketika Anda pasang, anda terhubung ke sumber daya-listrik. Ini berarti bahwa bukan TV-nya yang rusak-anda harus memasangnya, anda harus menghubungkan kembali. Itulah yang harus kita semua lakukan, berhubungan kembali. Kita, sebagai orang berdosa, terputus dari Allah. Setiap pagi ketika Anda bangun, ada tarik tambang, iblis ingin jiwamu dan Tuhan ingin jiwamu.


Ketika seorang anak Tuhan pulang, setan sedih, tetapi Allah bersukacita. Jadi ketika anak Allah memberi jiwanya kepada setan, Allah murka. Kita harus menjaga mata kita pada hadiah, setiap hari.

Kau mungkin tidak memiliki hal-hal yang kau inginkan, tetapi jika kau memeriksa dengan hati-hati, kau memiliki semua yang kau butuhkan.


Apakah sesuatu yang kita masing-masing dapat lakukan untuk membuat dunia sedikit lebih baik?


 Kita bisa bersikap baik kepada sesama kita. Kita bisa bersikap baik kepada anggota keluarga kita. Tapi pertama kita harus mencintai diri kita sendiri dan meminta pengampunan - karena kau tidak bisa mencintai seorang pun jika kau tidak mencintai diri sendiri. Anda tidak bisa memaafkan seseorang tanpa syarat jika Anda tidak dibersihkan dari dalam. Maafkan orang-orang yang kita cintai dan orang-orang yang berselisih dengan kita. Kita harus membuat hal-hal yang baik menular. Karena kita punya penyakit seksual yang menular, kita punyaEbola dan hal-hal lain yang menular. Jadi kita harus membuat Allah menular, Yesus menular. Membuat ucapan "terima kasih" menular. Sebuah hal kecil seperti itu akan membuat dunia lebih baik. 

Sumber : http://www.beliefnet.com 
READ MORE - Kesaksian : Mr. T