AJARAN KRISTEN SEBAGAI PENUNTUN HIDUP

ajaran kristen tentang banyak hal

Yesus berkata: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku."

Senin, 01 Agustus 2011

Kesaksian: Di Balik Sebuah Kesukacitaan

Kebahagian hidup berumah tangga tak lengkap tanpa kehadiran anak-anak. Dan hal ini merupakan dambaan seluruh pasangan suami istri yang ingin membina kehidupan yang lebih baik ke depan.

Hampir tiga tahun pernikahan kami, ada banyak pertanyaan yang terlontar dari berbagai kalangan entah itu kerabat, keluarga, kenalan maupun tetangga tentang kehadiran anak - anak di tengah keluarga kami. Hal ini menjadi sebuah pergumulan yang berkepanjangan bagi kami. Tidak sia-sia, ketika umat benar-benar percaya dan berharap pada Kristus, karena Ia mampu melakukan hal yang sangat mustahil dalam pandangan manusia. Tanggal 3 September 2004, menjadi sebuah titik awal jawaban Tuhan atas pergumulan kami, ketika dokter kandungan mendiagnosa bahwa ada tanda-tanda kehamilan, ini merupakan sebuah berita kebahagian bukan ? Namun di balik kebahagian itu pula ada tanda yang lain yakni tumbuhnya daging lebih diseputar area kandungan yang pada akhirnya diketahui; ada mioma uteri.

Di usia kandungan hampir mendekati 7 bln, dokter memeriksa detak jantung bayi yang aku kandung dan melihat fungsi paru- parunya, dan menurut dokter sangat baik, dan aku siap dioperasi,namun aku balik bertanya pada dokter,bagaiman dengan berat badan bayiku,kata dokter 1,4 ke 1,5 Kg. Jujur aku dihinggapi kekhawatiran untuk dioperasi dengan pertimbangan bahwa bayiku di bawah timbangan atau berat bayiku agak kurang dan sangat rawan, aku tegaskan kepada dokter bahwa bayi ini adalah anak pergumulan, jika kami ke dokter kami akan pergi ke gereja juga dan berdoa bersama dengan hamba Tuhan untuk bayi kami, jadi aku berharap dokter bisa memikirkan kembali diagnosanya. Dan diluar dugaan, dokter mengiyakan permintaan kami, "bapak dan ibu pulang dulu, berdoa & bergumul kembali, saya hanya manusia biasa dan biarlah Tuhan yang akan memutuskan apa yang paling terbaik," kata dokter.

Kami berdoa & bergumul seperti biasanya sebelum kami kembali ke dokter. Dan diusia kandungan mendekati 8 bln, aku ke dokter, dan kata dokter berdasarkan hasil USG keadaan bayi kami baik,dan sehat, dengan berat badan mendekati 2,4 ke 2,5 kg, dan kata dokter adalah waktu yang tepat untuk di operasi dengan berbagai pertimbangan antara lain : tekanan darah tinggi,  miom, perkapuran pada plasenta dan bayi yang terus pada posisi sungsang, dan keputusan akhirnya bayi kami akan dilahirkan dengan jalan operasi cesar. 19 April 2005,bayi kami dilahirkan. Lima menit berlalu dari sebuah tindakan operasi, ada lagi keputusan yang berubah, ketika awal kesepakatan untuk mengangkat miom menjadi berubah dengan mengangkat usus buntu.
Kebahagiaan menjadi seorang ibu dimulai dengan kehadiran seorang bayi perempuan yang cantik yang kami beri nama "Diva", dengan harapan dia akan menjadi seorang Diva kelak dikemudian hari, dalam artian kami Diva akan menjadi teladan, bahkan menjadi berkat bagi banyak orang. Tetapi di balik kebahagiaan yang kami rasakan, ternyata masih ada tantangan kehidupan yang mesti dijalani, tiga hari berpuasa paska operasi, menurunkan daya tahan fisik-ku, dan aku menggigil kedinginan, demam dan tekanan darah tinggi yang naik drastis menghiasi hari-hariku disebuah rumah sakit. Delapan hari lamanya aku terbaring lemah, namun aku sangat tahu bahwa segalanya akan berlalu dalam kemuliaan dan mujizat yang Tuhan Yesus buat dari hari lepas hari.                  
Tanggal 27 April  2005, menjadi awal hari-hari membahagiakan di tengah keluarga, ketika si kecil dan aku kembali kerumah.

Kembali ke rumah penderitaan menghiasi hari-hariku, ketika aku menggigil kedinginan karena malaria, sehingga dokter menyarankan untuk terapi malaria dengan mengkomsumsi obat malaria sesuai aturan tertentu, lepas dari malaria, kembali aku didera dengan nyeri pada tempat operasi, sehingga aku menangis dan berseru "Tuhan belum berakhirkah penderitaanku?" Seminggu lamanya, aku harus terbaring lagi, dengan perawatan intensif oleh seorang dokter, Susi Septiawarni namanya, ia benar-benar seorang dokter yang sabar dan tanpa pamrih berbagi waktu prakteknya hanya untuk merawat luka yang aku alami, hingga lukaku berangsur-angsur sembuh, namun derita belum juga berakhir ketika ada daging lebih yang keluar dari kelaminku , entah karena apa, tapi satu hal yang tetap kuyakini Tuhan tidak pernah memberikan cobaan yang melebihi kekuatan umatnya, dan itu nyata ketika aku kembali terbaring di sebuah rumah sakit umum pada tanggal 21 Juni aku dimasukkan di ruangan operasi dengan dua alternatif : kuretase / pembersihan serta pemotongan jaringan yakni daging yang keluar dari kelaminku dan bila terjadi pendarahan maka kandunganku akan diangkat beserta dengan miom  yang tumbuh di dalamnya.
Tepat jam 00.00 malam, aku bersujud di lantai kamar tempat aku dirawat, dan kepada Tuhan Yesus aku meminta "Tuhan jika Engkau yang memberikan & menjawab pergumulan panjang kami dengan menghadirkan Diva, maka berilah hamba kehidupan untuk menjawab tanggung - jawab hamba sebagai seorang Ibu dan seorang istri bagi suamiku, dan aku pegang sungguh janji Tuhan untuk menolong umatnya, jika Tuhan berkehendak tanpa operasi pun tumorku akan keluar/hilang/lenyap. Dan aku minta kepada Tuhan Yesus agar diagnosa Tuhan Yesus yang jadi bukan diagnosa dokter".  Sebelum operasi dilakukan beberapa petugas medis terus mengingatkan aku akan kebesaran Kasih Kristus dan mencari kepastian jika aku benar mengandalkannya, dan aku bersukacita mengakui sungguh bahwa aku mengimani Kristus dan pekerjaan Ilahinya.
Proses operasi berakhir dengan hanya melakukan tindakan kuretase dan pemotongan jaringan yang akan diteliti lebih lanjut, terlalu ajaib pekerjaanNya, jujur sebagai seorang perempuan adalah hal yang sangat berat jika terjadi pengangkatan kandungan meski semua itu menjadi pertimbangan medis, aku tahu pasti ada maksud Tuhan yang lebih indah di balik tindakan medis ini. Januari, 11'2006 aku kembali ke dokter kandunganku untuk kontrol, dan tanpa diduga sama sekali dokter memberitahukan hasil pemeriksaan jaringan yang dipotong, dan ternyata itu adalah tumor yang menciut dan keluar dengan sendirinya. Kunaikan syukur untuk Tuhan Yesus karena doaku dijawab olehNya. Dalam doa yang penuh harap aku bermohon jika Tuhan Yesus berkehandak tanpa obat - obatan dan operasi sekalipun, aku dapat dipulihkan, dan itu nyata!!!

Pergumulan pribadiku menjadikan aku sadar bahwa di balik sebuah kesukacitaan ada juga tantangan hidup yang lain, yang pada akhirnya membentuk sebuah kesabaran, ketekunan untuk terus mendekatkan diri pada Tuhan, aku tahu kini ada iman, pengharapan dan kasih tetapi ada juga salib yang tetap menjadi bagian hidup orang percaya, dengan iman yang sungguh aku tetap pegang janji Tuhan "Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan dan menaruh harapannya pada Tuhan (Yer 17 : 17) & (Yoh 11: 4) .. penyakit tidak membawa kepada kematian tetapi supaya Tuhan dimuliakan lewat penyakit kita.

Kuakhiri kisahku dengan sebuah pernyataan : penderitaanku tidak ada artinya dibandingkan kebahagiaan yang Tuhan Yesus berikan, yakni menjadi seorang ibu.

Aku menyampaikan terima kasihku yang tiada terhingga untuk Kristus Tuhan, semua yang mendukungku dalam berbagi bentuk keprihatinan, para pelayan Tuhan dan hamba-hamba Tuhan pada Jemaat Bethania, Poka, Unit VI Mahanaim, AM GPM Ranting Victorius, TPI Mahanaim II, para medis bahkan semua pihak yang tulus berbagi kasih di tengah penderitaan yang aku alami, Tuhan Yesus Memberkati... Amin
READ MORE - Kesaksian: Di Balik Sebuah Kesukacitaan

Renungan Harian: Jatuh Bebas

Bacaan: Ulangan 32:1-14
Nats: Ulangan 32:11-12
Laksana rajawali menggoyangbangkitkan isi sarangnya, melayang-layang di atas anak-anaknya, mengembangkan sayapnya, menampung seekor, dan mendukungnya di atas kepaknya, demikianlah TUHAN sendiri menuntun dia, dan tidak ada allah asing menyertai dia.

Dalam nyanyian lembut Musa pada bacaan alkitab hari ini, Allah digambarkan sebagai induk rajawali yang bisa dipercaya oleh anak-anaknya, bahkan dalam pengalaman yang menakutkan seperti belajar terbang.

Seekor induk rajawali membangun sarang yang nyaman untuk anak-anaknya, melidungi mereka dengan bulu-bulu dadanya sendiri. Tetapi insting pemberian Allah untuk membangun sarang yang aman pun memaksa rajawali-rajawali muda itu untuk terbang, dan induk rajawali tidak akan melewatkan kewajibannya untuk mengajari anak-anaknya. Karena hanya dengan demikianlah mereka memenuhi kodrat mereka.

Maka suatu hari induk rajawali itu akan mengusik ranting-ranting pada sarang tersebut dan membuatnya jadi tempat yang tidak nyaman. Kemudian ia akan memungut rajawali muda yang kebingungan itu, melambungkannya ke udara, dan menjatuhkannya. Burung kecil itu pun jatuh dengan bebas. Di mana mama sekarang? Ia tidak jauh. Induknya segera menukik ke bawah dan menangkap anak burung itu. Ia akan mengulangi latihan ini sampai setiap anaknya mampu terbang sendiri.

Refleksi:
Apakah anda takut untuk jatuh bebas, karena tidak tahu pasti di mana atau seberapa keras anda akan mendarat? Ingat, Allah akan datang untuk menyelamatkan anda dan membentangkan lengannya yang abadi di bawah anda. Dia pun akan mengajari sesuatu yang baru dan indah melalui hal itu. Jatuh pada lengan Allah bukanlah hal yang perlu ditakuti.
READ MORE - Renungan Harian: Jatuh Bebas

Minggu, 31 Juli 2011

Humor: Dilarang Parkir di Sini

Seorang pendeta mendapat kesukaran sehubungan dengan tempat parkir yang telah disediakan untuk dirinya di halaman gereja. Agaknya, para pengunjung gereja memarkir mobil mereka semaunya, walaupun jelas-jelas sudah ada tanda bahwa tempat itu diperuntukkan bagi orang tertentu.
Pendeta itu mengira bahwa tandanya kurang jelas sehingga ia minta ditambahkan, "Disediakan untuk pendeta". Namun kenyataannya,pengunjung gereja masih memarkir kendaraan mereka di tempat itu juga. Mungkin diperlukan tanda yang lebih tegas lagi, pikir sang pendeta. Kemudian ia mengubahnya menjadi: "Tuhan menyediakan tempat ini untuk hamba-Nya". Namun, hal ini pun tidak membuahkan sesuatu yang diharapkan.
Akhirnya setelah merasa kesal, ia memunyai suatu ide yang bagus. Hasilnya adalah bahwa sejak dipasang tanda yang terakhir itu, tidak ada seorang pun yang memarkir mobilnya di tempat pendeta itu. Tandanya berbunyi: "Siapa yang memarkir mobilnya di tempat ini diharuskan berkhotbah pada hari Minggu berikutnya".
READ MORE - Humor: Dilarang Parkir di Sini

Renungan Harian: Main Sulap

Bacaan: Lukas 10:38-42
Nats: Lukas 10:39-49
Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya."
 


Pada masa kini, kita sering sekali melakukan "sulap" dalam kegiatan kita sehari-hari. Kita tenggelam dalam kesibukan kita mengurus berbagai "pertunjukan sulap" mengurus berbagai macam hal dalam waktu yang bersamaan. Masyarakat menghargai orang yang dapat memenuhi jadwal yang padat dan dapat menyelesaikan semuanya. Jadi "wanita yang hanya duduk di kaki Yesus" kadang-kadang dianggap tidak produktif. Tetapi Yesus memuji Maria karena ia telah meluangkan waktu bersamaNya. Tentu masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan, akan tetapi Maria telah memilih yang terbaik. Karena itu,  marilah berhenti melakukan "sulapan" harian, supaya kita memiliki waktu untuk bersekutu dengan Tuhan.
READ MORE - Renungan Harian: Main Sulap

Jumat, 22 Juli 2011

Cerita Inspiratif: Surat Cinta Bapa Kepada Anak-AnakNya

Bapa sangat mengasihi kita semua sebagai anak-anak -Nya. Tetapi seringkali banyak orang tidak tahu bahwa Tuhan sangat mengasihi manusia, bahkan rela berkorban supaya kita tidak binasa, tetapi sebaliknya mengalami hidup kekal, hidup berkelimpahan dan diberkati. Satu hal yang sering membuat kita mengecewakah hati Tuhan adalah sikap kita sendiri yang kurang percaya bahwa  Tuhan itu adalah Bapa kita, Seorang Bapa yang sangat mencintai kita sebagai anak-anak-Nya. Seorang Bapa yang selalu menolong anak-Nya kalau anak-Nya dalam kesulitan.  Seorang Bapa yang selalu mengawasi dan memperhatikan anak-Nya.

Tapi bagaimana dengan kita? Saat kita dalam masalah, apakah kita masih bisa mengucap syukur kepada Tuhan? Masih bisakah kita tersenyum menghadapi masalah kita? Kenapa seringkali kita lebih banyak bersungut-sungut dalam menghadapi persoalan kita? Tiada lain adalah karena kita kurang percaya bahwa Tuhan adalah “BAPA” kita.

Bapa sudah mengutus Kristus yang adalah “Yang Terbaik dari Surga” untuk berkorban dan mati bagi kita. Mana mungkin Dia sang Bapa tidak memberkati dan menolong kita dalam mengarungi kehidupan kita. Seperti kata Mazmur Daud ”Sekalipun aku dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya sebab Tuhan besertaku”

Di bawah ini ada sebuah video mengenai “Surat Cinta Dari Bapa”. Bapa yang sangat mencintai kita lebih dari cinta kita kepadaNya. Bapa yang mempunyai rancangan terindah untuk kita. Silahkan simak Video  berikut ini hingga selesai (Bagus Sekali) agar anda dapat memahami kasihNya kepada kita semua. Kiranya menjadi berkat. God Bless You All.

READ MORE - Cerita Inspiratif: Surat Cinta Bapa Kepada Anak-AnakNya

Kamis, 21 Juli 2011

Renungan Harian: Tergesa Membawa Celaka

Amsal 16:32
“Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan”

Alkisah pada masa dinasti Song ada seorang petani yang tidak pernah sabar. Ia merasa padi di sawahnya tumbuh sangat lambat. Akhirnya ia berpikir, “Jika saya menarik-narik padi itu ke atas, bukankah saya membantunya bertumbuh lebih cepat?” Lalu ia menarik-narik semua padinya. Sampai di rumah, dengan bangga ia bercerita kepada istrinya bahwa ia baru saja membantu padinya bertumbuh lebih cepat.

Keesokkan harinya ia pergi ke sawah dengan bersemangat, tetapi betapa kecewanya ia ketika melihat bahwa semua padi yang kemarin ditariknya ke atas sudah mati. Karena tidak sabar, “usahanya untuk membantu” malah membuatnya rugi besar.

Demikian pula dengan Saul, raja Israel. Sebelum Saul berperang ke Gilead melawan bangsa Filistin, Samuel sudah berpesan bahwa ia akan datang kepada Saul untuk mempersembahkan korban. Samuel meminta Saul menunggu ia datang untuk memberi instruksi (I Samuel 13:8). Namun, Saul tidak mengindahkan perintah Samuel maupun hukum Tuhan. Ia tidak sabar menunggu Samuel. Ia lebih takut ditinggalkan rakyatnya dari pada takut pada Tuhan. Ketidaksabarannya membawa dampak yang fatal, Tuhan menolaknya sebagai raja (ayat 14).
Dalam hidup ini, kita juga kerap tidak sabar menunggu waktu Tuhan. Ketika pertolongan Tuhan rasanya tak kunjung tiba, jangan tergesa mengambil jalan. Bukannya menyelesaikan masalah, malah sering kali mendatangkan masalah baru yang justru lebih besar! Akar ketidaksabaran adalah tidak percaya. Jika kita sungguh-sungguh percaya Allah mampu menolong, kita akan menanti Dia dengan sabar.

Dalam hidup orang yang sabar selalu ada banyak kesempatan untuk Allah bekerja.
READ MORE - Renungan Harian: Tergesa Membawa Celaka

Selasa, 12 Juli 2011

Renungan Harian: Glow in the Dark

Efesus 5:8
Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang.

Sepulang dari sebuah perjalan ke luar negeri, seorang pria membelikan oleh-oleh bagi istrinya berupa sebuah kotak korek api yang bercahaya dalam gelap. Saat ia memberikan kepada istrinya, ia ingin memperlihatkan pada istrinya bahwa kotak itu bisa bercahaya, namun sewaktu lampu di nyalakan kotak itu tidak mengeluarkan Cahaya.

“Dagelan yang tidak lucu,” demikian seru istrinya.

Dengan kecewa pria itu berkata, “Aku telah tertipu.”

Tapi saat istrinya membolak balik kotak korek api itu, dia melihat sederet kalimat dalam bahasa Perancis. Setelah bertanya pada seorang teman, ternyata kalimat itu berbunyi, “Jika Anda ingin saya bersinar pada malam hari, jemurlah saya di bawah terik matahari.” Karena itu si istri menempatkan kotak itu di jendela. Sorenya saat sang suami pulang, ia memadamkan lampu dan memperlihatkan pada suaminya bagaimana kotak itu sekarang bisa bercahaya.

Suaminya heran dan bertanya, “Apa yang kau lakukan?”

Istrinya menjawab, “Aku sudah tahu rahasianya. Kotak itu harus di jemur di bawah terang supaya dapat bercahaya.”

Sama halnya dengan orang percaya, jika kita ingin bersaksi di tengah gelapan dunia ini, kita harus berada di dalam terang Tuhan dulu. Berjemurlah dalam terang firman Tuhan, penuhilah hidup Anda dengan hadirat Tuhan, dan ijinkan Roh Kudus memakai hidup Anda untuk bercahaya dalam kegelapan.

Rasul Paulus menuliskan kepada orang percaya di Filipi seperti ini, “Supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia, sambil berpegang pada firman kehidupan, agar aku dapat bermegah pada hari Kristus, bahwa aku tidak percuma berlomba dan tidak percuma bersusah-susah. Filipi 2:15-16.

Anda tidak bisa bersinar dengan kekuatan Anda sendiri. Anda hanya bisa bersinar jika Anda berada dibawah terang Kristus Yesus.
READ MORE - Renungan Harian: Glow in the Dark